Ibu, Pilar Pendidikan Pertama Anak

Ibu Pilar Pendidikan Pertama Anak

Ђคll๏ … Tidak ada yang mampu meragukan bagaimana peran seorang ibu dalam pengasuhan anak-anaknya. Bahkan tanggung jawabnya tidak hanya untuk anak saja, tetapi seluruh anggota keluarga. Ibu, pilar pendidikan pertama untuk anak-anaknya. Apa tugas lain yang ibu lakukan? Berikut peran ibu dalam mendukung buah hati tercinta dalam masa tumbuh kembangnya. 

Ibu, Pilar Pendidikan Pertama

Hafiz Ibrahim, seorang penyair, mengungkapkan “Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Artinya : Ibu adalah madrasah atau pendidik pertama anaknya. Jika engkau mempersiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau mempersiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya. 

Tak dipungkiri kalau kebahagian seorang ibu adalah melihat anak-anak tercintanya tumbuh sehat, cerdas dan ceria. Buah hati menjadi bagian yang penting dan ibu berusaha untuk terus menjaganya sebaik mungkin. Bagaikan gelas yang dijaga dengan baik agar tidak terjatuh, sehingga keberadaannya terus dirawat dan diperhatikan dengan seksama.

Lalu saat anak mulai tumbuh besar, ibu mulai memberikan arahan dalam menjalankan suatu perbuatan, misalnya diajarkan cara duduk, makan, berdiri juga membaca doa dan kegiatan lainnya. Ini menjadi pendidikan awal pembentukan karakter anak. Ibu akan terus menanamkan nilai-nilai tauhid dan tak pernah berhenti mengingatkan juga memberikan perhatian untuk mendukung pertumbuhannya. Tak ada kata lelah dalam kamus seorang ibu. 

Peran ibu tidak akan pernah tergantikan dan menjadi tumpuan utama bagi seorang anak. Perhatian, kasih sayang sentuhan lembut, tutur kata yang menenangkan akan selalu dinantikan dan dirindukan. 

Ibu, Teladan Anak

Ibu Teladan Anak

Ibu memberikan warna dalam kehidupan anak-anaknya. Kedekatan ibu dengan buah hati kesayangannya membuat apa yang dilakukan menjadi tuntunan, dan akan diikuti dalam keseharian.  Ya, ibu menjadi teladan anak baik dalam sikap maupun perilaku.

Mustafa Al-Ghalayain mengatakan, pendidikan merupakan usaha untuk menanamkan akhlak dalam jiwa anak. Bila akhlak sudah tertanam terus disirami dengan nasehat juga bimbingan yang tepat, nantinya akan menjadi watak atau sifat yang tertanam dalam jiwa. Buah dari akhlak terpuji tersebut akan terlihat dalam amal perbuatan yang baik pula. 

Ibu, Menstimulasi Anak

Peran ibu tidak hanya saat anaknya masih bayi dan balita, tetapi terus berlangsung dari bayi hingga tumbuh dewasa. Saat dalam kandungan ibu memberikan sentuhan untuk merangsang tumbuh kembangnya. Seperti mendengarkan lantunan ayat suci, musik klasik, mengajaknya berbincang, memberikan usapan lembut juga membisikkan kata-kata yang indah. Bonding ini akan menciptakan keterikatan yang indah antara ibu dan janin. Stimulasi yang diberikan untuk meningkatkan gerak tubuh, mendukung perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik.  

Tips Mendukung Peran Ibu

Untuk mendukung peran ibu dalam kebersamaan dengan buah hati, perlu didukung dengan :

1.Iman dan takwa

Iman dan takwa yang ada dalam diri ibu menjadi benteng penjaga kemurnian fitrah anak-anaknya. Kedua hal ini akan menguatkan ibu dalam proses pengasuhan dan pembentukan karakter. Membuat ibu juga mantap menentukan keputusan akan dibentuk seperti apakah anaknya kelak. Kemudian berkolaborasi dengan bapak dalam proses pengasuhannya. Berusaha untuk saling mendukung satu sama lain, menjadi sinergi positif. 

2.Ilmu dan pengalaman

Calon ibu akan belajar bagaimana cara mengasuh anak dengan cara yang baik, penuh kasih sayang, kemudian didukung dengan memberikan stimulasi sesuai tahapan usia anak. Tanpa ilmu, pola pengasuhan anak tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Setelah menerapkan ilmu yang dimiliki, lambat laun ibu akan memiliki banyak pengalaman. Hal ini menjadi acuan untuk pengasuhan anak selanjutnya. Selain itu juga tidak lelah dalam mengupgrade ilmu agar orang tua bisa memperbaiki kesalahan dan menutupi kekurangannya. 

  1. Doa dan keikhlasan

Iringan doa yang terus ibu panjatkan akan memberikan kekuatan dalam menjadi proses tumbuh kembang anak. Doa menjadi senjata saat semua usaha sudah dilakukan dengan maksimal. 

  1. Menikmati proses dengan sabar dan tawakal  

Ibu Pendidik Pertama Anak

Membersamai masa tumbuh kembang anak bukan dalam waktu sesaat saja, tetapi dalam periode panjang. Dari bayi hingga dewasa. Menikmati proses yang sedang berjalan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan membuat rasa berat yang mendera menjadi lebih ringan. 

Saat proses pengasuhan mengalami ujian maka mintalah kesabaran penuh kepada Allah SWT agar dapat terus di tambahkan. Tak ada istilah sabar ada batasnya. Jika kadarnya terasa berkurang mintalah  kepada Sang Pemilik agar mendapatkan ditambahkan. 

Baca juga :

Penutup

Ibu, pilar pendidikan anak. Berusaha terus mengoptimalkan masa tumbuh kembangnya dengan memberikan stimulasi, support perkembangan fisiknya agar kemampuannya sesuai dengan usianya. 

Bagi ibu tidak ada kata lelah ataupun putus asa saat membersamai anak-anak tercintanya. Ibu memang superwoman. Mampu melakukan banyak hal dalam keluarga. Love you Moms. 

Salam,

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *