Menanamkan Jiwa Kemandirian Anak Sejak Dini

Menanamkan Jiwa Kemandirian Anak Sejak Dini

Ђคll๏ Bunda. Kapan sebaiknya orang tua menanamkan jiwa kemandirian pada buah hatinya? Apakah saat anak mulai sekolah atau dilakukan sedini mungkin? Ada beberapa hal yang perlu Bunda ketahui untuk menanamkan jiwa kemandirian tersebut. 

Kapan Menanamkan Jiwa Kemandirian

Jiwa kemandirian adalah menjadikan diri sendiri tidak bergantung kepada orang lain. Berusaha memampukan diri seoptimal mungkin, baik dengan ilmu juga menguatkan diri dengan iman untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginannya. Serta berusaha sekuat tenaga menciptakan suatu hal yang bermanfaat baik untuk diri sendiri juga orang disekitarnya. 

Menanamkan jiwa kemandirian dapat dilakukan sejak usia dini agar saat anak tumbuh besar  kepribadian itu sudah benar bentuk sesuai harapan. Memberikan kepercayaan kepada anak akan tanggung jawab tertentu, memberikan kepercayaan sepenuhnya pada mereka agar dapat terus belajar dan mau memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuat. 

Orang tua bisa terus melatih dan mau memberikan kepercayaan sepenuhnya akan apa yang dilakukan anak. Memang tidak semua yang dilakukan anak itu benar, bahkan belum sesuai harapan, tetapi mereka bisa terus belajar untuk menjadi lebih baik. Kepercayaan yang diberikan membuat anak nantinya semakin memahami apa dan bagaimana seharusnya. 

Misalnya ibu meminta anak merapikan mainannya sendiri. Namun anak tidak mau melakukannya karena masih ingin bermain. Apa yang ibu lakukan? Mendampinginya untuk merapikan mainannya sembari menjelaskan apa tujuannya merapikan mainan. Dengan demikian anak bisa memahami apa yang dimaksudkan orang tua. Tahap selanjutnya, anak sudah bisa melakukannya sendiri.

Dukungan yang diberikan orang tua akan mampu memberikan kekuatan pada mereka. Memberikan apresiasi akan hasil yang sudah mereka buat juga mampu menguatkan jiwa kemandirian dalam diri anak.  

Mudahkah melatih kemandirian pada anak? Tidak karena membutuhkan waktu untuk berproses dan kesabaran. Tanpa kesabaran, apa yang diinginkan tidak akan berjalan sesuai keinginan. Anak merupakan seorang jiwa yang dapat dibentuk. 

Bila dilakukan dengan penuh kesabaran, apa yang diajarkan perlahan akan membekas dan tertanam dalam dirinya. Sebaliknya bila dilakukan dengan kekerasan, maka jiwa anak bisa jadi akan berontak dan tidak akan mau melakukan apa yang diinginkan orang tua.  

Tips Melatih Kemandirian Anak

Sebelum anak mampu melakukan suatu tindakan sendiri, maka orang tua bisa melatihnya secara bertahap, agar nantinya anak jadi terbiasa. Tindakan yang sudah biasa dilakukan nantinya akan membuatnya tidak sungkan atau berat lagi diperbuat. Namun sudah menjadi bagian dalam dirinya. 

Lalu bagaimana melatih kemandirian pada anak? Beberapa tips yang bisa dilakukan, yaitu :

  • Mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan dan mau berusaha untuk membantu sekitarnya
  • Meminta anak untuk membayangkan apa yang diinginkan untuk masa depan kelak
  • Meminta anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Bila pilihannya kurang sesuai berikan alasannya agar dia dapat menentukan pilihan lain yang lebih baik. 
  • Terus memotivasi anak untuk melakukan kegiatan positif
  • Memberikan pujian terhadap kegiatan positif yang dilakukannya, meskipun hasilnya masih belum maksimal

Manfaat Melatih Kemandirian Bagi Anak

Jiwa Kemandirian Anak

Ibnu Qayyim pernah berkata, “semestinya anak itu dijauhkan dari sifat malas, santai dan sering menganggur. Biasakan untuk bekerja. Karena kebiasaan itu bisa berakibat kejelekan dan akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Dan jika orang itu rajin, maka akan mendapatkan hasil yang baik, di dunia maupun di akhirat kelak. Orang yang sering santai adalah dulunya termasuk orang lelah, kebahagiaan di dunia tidak bisa diraih dengan bersantai-santai. Rasulullah Saw. selalu mengajarkan kita untuk meumbuhkan semangat dan tanggung jawab.” 

Melatih kemandirian bisa dilakukan mulai dari kebiasaan sederhana dahulu, seperti :

  • Merapikan tempat tidur
  • Merapikan mainannya 
  • Mengambil makanan sendiri
  • Meletakkan pakaian kotor pada tempatnya
  • Merapikan meja belajar  

Jiwa kemandirian yang sudah tertanam sejak dini akan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang selanjutnya, antara lain :

1.Memiliki inisiatif sendiri 

Apa yang dilakukan oleh anak bukan merupakan paksaan dari siapapun juga, melainkan atas dasar keinginannya sendiri. 

2. Bertindak progresif

Anak berusaha mengejar apa yang menjadi keinginannya. Mengejar prestasi dengan tekun dan terencana agar apa yang menjadi harapannya bisa terwujud.

3. Berpikir cerdas

Apa yang menjadi keinginannya berusaha dipikirkan dengan baik, kreatif dan melakukan inisiatif dengan penuh keyakinan. 

4. Kemantapan diri

Anak yang sudah mempunyai jiwa kemandirian akan menguatkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan yang dimiliki, mampu menerima diri apa adanya dan menerima hasil usahanya dengan sepenuh hati. 

Baca juga :

Penutup

Menanamkan jiwa kemandirian pada anak tidaklah seperti membalikan telapak tangan. Sekali balik langsung terlihat hasilnya. Namun membutuhkan waktu untuk berproses. Kesabaran dan kegigihan dalam berproses tersebut akan membuahkan hasil yang indah. 

Anak pun kelak akan memahami tujuan kemandirian yang diajarkan kedua orang tuanya. Membuatnya menjadi jiwa yang tangguh, kuat dan mampu berdiri tegak dimanapun tanpa bergantung pada orang lain. Bentuk kemandirian apa yang sudah Bunda lakukan untuk anak-anak? Sharing yuk! 

Salam,   

Share the article :

1 komentar untuk “Menanamkan Jiwa Kemandirian Anak Sejak Dini”

  1. Ping-kembali: Ibu Pilar Pendidikan Pertama Anak - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *