Tips Pengasuhan Anak Penuh Kasih Sayang

Tips Pengasuhan Anak Penuh Kasih Sayang 

Ђคll๏ Bunda … Apa yang biasanya Bunda lakukan untuk menunjukkan rasa sayang pada anak? Ada yang memberikan hadiah, memilihkan sekolah di tempat yang terbaik, memenuhi apapun yang diinginkan anak dan masih banyak hal lain yang ingin dilakukan orang tua. Ya, bentuk tanda cinta pada buah hatinya. Ada beberapa tips pengasuhan anak penuh kasih sayang yang perlu Bunda ketahui. 

Tips Pengasuhan Anak Penuh Kasih Sayang 

Cinta dan kasih sayang merupakan kebutuhan dasar bagi setiap insan, terlebih bagi anak-anak di masa tumbuh kembangnya. Rasa kasih sayang yang terus dipupuk dan dikembangkan akan membuat anak memiliki rasa kepedulian, empati, dan cinta damai. 

Allah berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” ~ QS. Ali Imran: 159 

Hasil dari pola pengasuhan kasih sayang tidak hanya dirasakan oleh anak saja. Orang tua juga akan merasakannya, seperti jadi merasa lebih tenang, mampu berpikir jernih, kesabarannya terus terjaga dan ikatan anak dengan orang tua menjadi lebih kuat sehingga membantu juga untuk proses pendidikan mereka. 

Beberapa tips pola pengasuhan anak penuh kasih sayang antara lain :

1. Kuatkan Akidahnya

Memupuk akidah sedini mungkin. Dimulai sejak dalam kandungan kemudian terus dilanjutkan hingga anak tumbuh besar. Bagaimana jika orang tua baru menyadari pentingnya akidah saat anak sudah mencapai Balita? Tidak ada istilah terlambat jika orang tua memang mempunyai kemauan yang kuat untuk melakukannya. 

Pendidikan bisa terus dikembangkan dengan penanaman akidah dari keluarga (orang tua pendidik pertama) dan dibantu oleh guru pembimbing sehingga bisa seiring sejalan. Orang tua menjadi lebih baik akidahnya diikuti juga oleh anak-anak. 

“Ini kekeliruan dunia pendidikan kita yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika besar.” ~ Seto Mulyadi

Lemah Lembut Terhadap Anak

2. Berikan Perhatian Sepenuhnya

Anak adalah bagian terpenting dalam keluarga. Amanah yang patut terus dijaga dengan semaksimal mungkin. Maka sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan perhatian sepenuh hati. Tidak hanya sekadar melihat mereka tumbuh besar saja, tetapi mampu terus membersamai masa tumbuh kembangnya.  

Masa tumbuh kembang anak itu begitu cepat. Waktu yang berjalan seolah tidak terasa, hingga tanpa terasa mereka sudah tumbuh menjadi remaja dan dewasa. 

Saat mereka sudah tumbuh remaja, kita akan memiliki rasa rindu akan pelukan, tangis juga candaan mereka. Namun waktu tidak akan mungkin dapat diputar ulang kembali. Maka berikan waktu saat ini dengan sebaik mungkin. Tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan pada orang ketiga saja, tetapi tetap berusaha membersamainya. 

3. Sentuh Hatinya

Hati seorang anak itu tanpa noda. Mereka bersih tanpa dosa. Di Masa baligh nantinya mereka baru memiliki kematangan dan masuk masa tanggung jawab sepenuhnya. Memberikan sentuhan dari hati akan membuat ikatan orang tua dan anak menjadi lebih dekat. 

Bahkan anak bisa memahami bagaimana kondisi orang tua tanpa mendengar curhatan orang tua. Mereka akan terus berusaha melakukan yang terbaik, tidak ingin mengecewakan atau menyakiti. Hatinya begitu terpaut. 

“Menyayangi anak yang masih kecil, memeluknya, menciumnya, dan berlemah lembut terhadapnya adalah amalan yang Allah ridhai. Allah akan membalasnya (di dunia dan akhirat).” ~ Ibnu Baththal Rahimahullah

4. Tidak Membandingkan

Bisa jadi orang tua bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi pada anak sehingga melakukan perbandingan dengan anak lainnya. Namun anak punya perasaan yang berbeda. Layaknya diri kita sendiri yang tidak ingin dibandingkan. 

Ingin melakukan apa yang terbaik menurut kita dan berusaha menjadi diri sendiri. Maka tidaklah salah jika saat dibandingkan anak beranggapan bahwa orang tuanya tidak sayang, tidak peduli dengan perasaannya. 

5. Biarkan Berimajinasi dan Bereksplorasi

Dunia anak berbeda dengan dunia orang dewasa, yaitu sedang dengan dunia bermain. Setelah melakukan penelitian, psikolog Edward Fisher, menjelaskan bahwa sekitar 33-67% anak yang mempunyai keaktifan dalam bermain memiliki kemampuan untuk menurunkan masalah sosial dan emosionalnya. 

  • Ada beberapa manfaat kegiatan bermain bagi anak, antara lain : 
  • Mampu menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan otak
  • Memicu anak untuk berpikir kreatif
  • Dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi
  • Menambah perbendaharaan kosakata
  • Mampu mengembangkan ketangkasannya
  • Mampu meningkatkan kemampuan mengelola emosi
  • Sarana bonding antara orang tua dan anak

6. Penuhi Kebutuhannya

Pemenuhan kebutuhan sudah mulai dilakukan sejak ibu diketahui sedang mengandung. Semakin hari kebutuhan untuk anak terus bertambah seiring dengan semakin bertambahnya usia. Tidak hanya memenuhi kebutuhan lahir saja, tetapi juga secara batin dalam bentuk perhatian dan cinta kasih. 

7. Tidak Memaksakan Kehendak

Tak dipungkiri bahwa semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bertujuan untuk menunjang perkembangan anak, menjadikan anak yang berprestasi, dan berharap anak menjadi lebih sukses dari kondisi orang tua. 

Namun dibalik harapan tersebut, orang tua melupakan hak anak untuk memberikan kebebasan dalam berpendapat dan menentukan keinginannya. Alasannya karena orang tua jauh lebih tahu kondisi anak dan lebih memahami apa yang terbaik untuknya. 

Bentuk pemaksaan yang dilakukan ternyata memiliki dampak yang kurang baik dalam tumbuh kembang seorang anak, antara lain :

  • Kurang percaya diri
  • Tidak dapat menentukan keputusan
  • Berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya, seperti tidak merasa bahagia dan rentan depresi
  • Kurang memiliki motivasi

Pengasuhan Penuh Kasih Sayang

8. Menjaga Tutur Kata yang Baik

Dalam pengasuhan dan mendidik anak memang dibutuhkan kesabaran yang berlipat. Karena selama masa tumbuh kembangnya anak selalu menunjukkan keinginan yang tidak jarang memiliki perbedaan pendapat dengan orang tua. Selain itu setiap anak juga memiliki karakter yang berbeda. 

Setiap perbedaan tentu tidak bisa dihadapi dengan kekerasan, karena dapat menimbulkan perlawanan yang keras pula. Kelemahlembutan dan berusaha mendengarkan atau memahami keinginan anak akan membuat hubungan antara keduanya terjalin dengan baik. 

“Maka disebabkan dari rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi kasar, tentunya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” ~ QS. Ali Imran : 159

Selain menjaga tutur kata yang baik dan lemah lembut, sebagai orang tua selayaknya juga mampu memberikan contoh. Tidak berbohong dan berusaha untuk memahami bahasa tubuh serta menjaga perasaan anak sebaik mungkin. 

“Menyalahkan, memerintah, mencap, membandingkan, komunikasi seperti ini akan membuat anak merasa tidak berharga, tidak terbiasa memilih dan tidak bisa mengambil keputusan.”  ~Elly Risman 

Baca juga :

Pola Pengasuhan Keluarga

Setiap orang tua menerapkan pola pengasuhan yang berbeda. Ada yang bersikap otoriter, bijaksana atau memberikan kebebasan sepenuhnya. Pola pengasuhan ini tentu mempengaruhi perkembangan anak. Anak yang diasuh dengan keras akan membentuk hati anak juga keras. 

Anak yang sering dimarahi atau orang tua yang memaksakan kehendaknya akan membuat anak menjadi kurang percaya diri, tertekan, sulit mengendalikan emosinya juga memiliki jiwa tertutup. Begitupun sebaliknya, anak yang diasuh dengan penuh kasih dan kelembutan, membuat jiwa anak menjadi lembut juga penyayang. Maka adanya anggapan bahwa agar anak mudah menurut orang tua, boleh diberlakukan kekerasan dalam pengasuhan, tentu tidak benar.

Penutup

Tips pengasuhan anak untuk penuh kasih sayang akan mendukung masa tumbuh kembangnya. Membersamai masa-masa tumbuh yang indah dan menyenangkan tentu akan menjadi kenangan yang membahagiakan. 

Tidak hanya akan membekas dalam sanubari orang tua saja, tetapi akan akan mencontoh hal-hal yang selama ini dirasakannya. Bonding orang tua dengan anak tidak sebatas saat masih anak-anak saja, tetapi mampu terus terjalin hingga dewasa. 

Salam,

Share the article :

4 komentar untuk “Tips Pengasuhan Anak Penuh Kasih Sayang ”

  1. Poin 5 & 7 itu masih jadi PR besar buat saya Mbak. Seringkali kurang sabar melihat dia sedang mengeksplorasi cara tertentu untuk menyelesaikan permasalahan. Akhirnya, daripada kesuen, saya paksakan pakai cara yang ‘normal’.

    Anyway terima kasih untuk tulisan ini. Jadi reminder buat saya nih.

  2. Ping-kembali: Anak Alami Bullying, Kuatkan dengan Cara Ini - UmmiSyifa.com

  3. Ping-kembali: Menanamkan Jiwa Kemandirian Anak Sejak Dini - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *