Memilih dan Menjadi Sahabat Kesayangan

Memilih dan Menjadi Sahabat Sejati Versi Kamu

Ħăiii … Sudahkah kamu mendapatkan sahabat seperti yang kamu inginkan? atau mungkin saat ini sedang memilih dan menjadi sahabat sejati buat orang yang dekat denganmu? Untuk yang belum menemukan jangan patah semangat ya. 

Tahu nggak kalau kehadiran sahabat sejati itu kadang tidak terduga. Tahu-tahu ada seseorang yang perhatian dan mau berbagi dengan kita disaat kondisi apapun. Bukan hanya saat senang saja. Ada beberapa kriteria yang saya pilih untuk menjadi sahabat sejati, mau tahukah?

Memilih dan Menjadi Sahabat Sejati

Marisa sedari tadi seorang diri di ruang kerjanya. Padahal ini waktunya istirahat. Ada apakah gerangan? Kenapa dia tidak makan bersama teman lainnya. Apa enaknya makan sendiri, nggak bisa ngobrol dan berbagi. Hanya menikmati makan sesaat kemudian kembali ke meja kerja lagi. Duh, sepi banget rasanya. 

Coba lihat teman yang lain, mereka bercengkrama bersama. Ada tanya, curhatan dan saling berbagi. Meskipun makanan yang dimakan bersama terlihat biasa saja, tetapi rasanya beda kalau dinikmati bersama. Jadi enak bahkan kurang. нëнëнë. 

Selidik punya selidik ternyata Marisa kurang disukai teman-teman karena kurang amanah. Lisan itu memang licin, jadinya suka kebablasan. Bahkan tidak sedikit ada yang terluka dan memutuskan tali persahabatan. Sedih jadinya, ya. 

Hal ini yang terkadang kurang disadari dalam menjalin persahabatan. Hendaknya berusaha untuk sama-sama menjaga lisan dari perkataan yang menyakitkan dan bisa saling menghargai. 

Meskipun kita sudah akrab bukan berarti bisa melakukan segala hal kehendak hati atau semau gue aja. Say no. Tidak memandang bagaimana perasaan orang lain. Tidak punya tepo seliro kalau kata orang Jawa. 

“Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” ~ Albert Einstein

Padahal kalau kita diperlakukan seperti itu, nantinya juga bisa marah dan nggak terima. Hak semua orang adalah ingin dihargai dan disayangi. Namun, kita juga nggak boleh egois. Maksudnya bersikaplah yang baik lebih dahulu ke orang lain, maka nantinya orang lain pun akan bersikap yang sama sepertimu. 

Adanya sikap saling menghargai memang bikin hati tenang karena menjadi hak kita untuk bisa diakui oleh orang lain. Lain halnya jika perbuatan kita melanggar norma maka perlu diingatkan, bukan didiamkan begitu saja. Bila didiamkan justru bisa mengganggu orang lain dan merugikan diri sendiri. 

Menjalin Persahabatan dengan Sesama

Menjaga Jalinan Persahabatan

Menikmati kebersamaan dengan teman memang enak. Seru dan menyenangkan. Memang sih nggak semuanya bikin happy, tetapi kalau dinikmati bersama semua terasa mudah dan bikin riang. Karena bisa saling berbagi, menguatkan, dan mengisi satu sama lain. 

Apa semua orang bisa jadi teman yang menyenangkan? Ya, nggak juga sih. Nyatanya memang nggak mudah ketemu teman yang baik dan klik di hati. 

Pernah juga ketemu teman yang waktu di depan kita baik, tetapi nyatanya beda banget. Dia malah memanfaatkan kita. Ada yang pinjam uang, terus lupa bayar. Ada yang kurang amanah, jadinya apa yang kita ceritain sudah menyebar ke banyak orang. Niatnya di awal RHS alias rahasia. Eee, malah jadi rahasia umum. Kan jadi bikin malu.

Pokoknya ada aja deh karakter orang disekitar kita. Terus nyesel nggak? Pastinya nggak donk. Mau tahu kenapa? Karena punya teman itu beneran enak.

Apalagi pada dasarnya kita merupakan insan sosial, yaitu kehidupannya membutuhkan orang lain. Meskipun kita pribadi yang tertutup tetap saja membutuhkan kehadiran orang lain. 

Ingat lagu “persahabatan bagai kepompong”. Ħikss. Maksudnya jalinan persahabatan itu akan saling mengikat. Untuk melihat bagaimana diri kita, lihatlah dengan siapa dia bergaul. 

Teman yang baik akan mengajak pada kebaikan, begitupun sebaliknya. Jadi nggak salah kalau orang tua mengingatkan anaknya untuk memilih dan menjadi sahabat kesayangan yang baik. 

Tips Memilih Sahabat

Seorang sahabat memberikan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan kita. Harapan kita bisa dipertemukan dengan sahabat yang baik dan bisa jadi teman sejati. 

“Ingin menjadi teman adalah pekerjaan cepat, tetapi persahabatan merupakan pematangan buah yang lambat.” ~ Aristoteles

Ikatan persahabatan lambat laun bisa jadi persaudaraan yang erat jika terjaga dengan baik. Banyak lho yang menikmati persahabatan seperti ini. 

Dikala jauh bikin kangen, saat dekat inginnya bersama terus. Sudahkah kamu menemukan persahabatan seperti yang diinginkan? 

Senangnya kalau sudah bertemu. Eeit, usahakan persahabatannya dijaga sebaik mungkin ya, supaya tidak pergi. Sayang banget kamu abaikan. Bakal nyesel nantinya lho. 

Kalau ada yang belum bertemu, jangan berkecil hati ya, masih ada waktu dan kesempatan kok. Kuncinya kita mau membuka diri. 

Menjadi Sahabat Sejati

Ada beberapa tips memilih dan menjadi sahabat sejati versi saya, yaitu : 

1. Aqidahnya baik

Berteman bisa dengan siapa saja, tetapi untuk menjadikannya teman sejati tentu yang memiliki aqidah yang sama. Tujuannya agar dapat saling mengingatkan dikala lupa dan khilaf. 

2. Berakhlak baik

Seperti apa sih berakhlak baik yang dimaksudkan, antara lain: 

  • Tidak egois
  • Tidak serakah
  • Tidak pembohong
  • Tidak bermuka dua
  • Tidak sombong
  • Tidak memberikan pengaruh buruk
  • Mampu menjaga rahasia atau amanah

3. Berakal

Bukan berarti orang yang cerdik pandai ya, tetapi yang mampu diajak berkomunikasi dengan baik dan bisa diajak memecahkan masalah secara bersama-sama. Memberikan sumbangsih pemikiran dengan ide atau pemikiran yang cemerlang. 

Ciri seseorang yang benar-benar sahabat sejati, antara lain :

  1. Selalu menghargai keputusan yang kita ambil.
  2. Tidak menyakiti perasaan teman, tetapi berusaha menghargainya. 
  3. Mau menemani saat senang dan susah.
  4. Menerima kita apa adanya. 
  5. Jiwanya tulus. Apa yang dilakukan tanpa pamrih dan tidak menuntut apapun.
  6. Rahasia kita aman dan terjaga dengan baik.
  7. Memberikan dukungan akan keputusan yang kita pilih dan mau memberikan masukan akan keputusan kita juga.  
  8. Mengingatkan saat salah dan mengajak untuk kembali ke arah yang sesuai.
  9. Tidak pernah iri akan apa yang kita miliki. 

Baca juga : 

Penutup

Memilih dan menjadi sahabat sejati tentu membutuhkan proses. Apalagi sahabat yang kita inginkan punya kriteria tertentu. Jadi bukan orang sembarangan. Kenapa? Karena kita ingin bisa bersama dengan orang yang benar-benar mampu saling berbagi dalam kondisi apapun dengan hati yang tulus. Bisa saling memahami dan mau mengingatkan saat kita melakukan kesalahan. Bukan hanya ingin menemani kita saat senang saja. 

Namun jadikan juga diri kita sesuai dengan kriteria yang menjadi harapan kita dulu. Supaya nantinya antara kita dan sahabat sejati itu bisa benar-benar terjalin ikatan yang sama-sama menguntungkan dan bermanfaat. Bukan merugikan atau membuat susah orang lain. Persahabatan yang indah adalah yang terus terjalin tidak hanya di dunia, tetapi sampai surga-Nya kelak. Insya Allah. Kamu sudah menemukan sahabat yang sesuai versimu kah? Sharing, yuk!

Salam,

Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

Share the article :

1 komentar untuk “Memilih dan Menjadi Sahabat Sejati Versi Kamu”

  1. Ping-kembali: Jadi Sahabat Idaman Yang Dirindukan - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *