Lifestyle

MENIKMATI EVORIA TAHUN BARU

Hai, apa kabar tahun baru? Sekarang penjaja terompet terlihat ada dimana-mana. Menandakan sebentar lagi tahun akan segera berganti. Namun terlihat ada yang berbeda dengan suasana tahun ini.

Kondisi negeriku, jelang akhir tahun ini mengalami beberapi ujian, mulai dari pesawat Lion Air jatuh, gempa bumi di beberapa wilayah, tsunami yang terjadi karena erupsi Gunung Anak Krakatau juga terjadinya angin Tornado di wilayah Cilegon.

Cuaca hari ini pun terasa sejuk, berawan, sehingga tidak terlalu terik. Angin berembus agak kencang namun tidak terus menerus. Jelang siang, awan berarak berganti. Udara mulai terasa agak panas tapi angin tetap berembus, namun tidak terasa dingin seperti saat pagi hari.

Adzan Ashar berkumandang. Awan hitam mulai menutupi sinar matahari. Tak lama kemudian, rintik hujan mulai membasahi bumi ini. Hujan mulai turun, rintik yang ringan menjadi agak lebat dan di beberapa tempat disertai dengan angin. Yah, hujan angin.

Udara yang terasa agak dingin tidak menghambat keinginan untuk terus melaju, menantang hujan,menuju tempat yang diinginkan. Merayakan pergantian tahun bersama-sama. Pesta kembang api tahun baru. Haruskah pergantian tahun baru dirayakan dengan pesta kembang api atau petasan? Sebagian masih mempertahankan kebiasaan tersebut, karena merasa sudah terbiasa dan ingin tetap menikmatinya di tahun ini. Gubernur DKI, Anies Baswedan, memiliki acara yang berbeda, yaitu dengan mengadakan nikah massal. Animo masyarakat sangat baik. Sejak sehari sebelumnya yang memiliki hajat, sudah menyiapkan acara nikah massal ini. Karena acara ini sangat membantu mereka. Lebih menghalalkan status mereka.

Hujan yang menghuyur, masih belum berhenti juga. Namun meskipun hujan, tidak menyurutkan niat untuk tetap menikmati malam ini. Ada yang ingin menikmati syahdunya doa bersama di Monas, nyanyian kesukaan di Ancol, juga malam bersama ustd. Abd. Somad di pengajian Banda Aceh.

Saat semua memiliki acara jelang tahun baru, Allah SWT, pun mempunyai rencana yang lain. Sukabumi tepatnya di Ciloto mengalami tanah longsor, sekitar jam 18:00 WIB. Penangananpun segera dilakukan, namun terkendala cuaca dan kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga proses evakuasi tidak dapat segera dilakukan.

Acara apa yang kita pilih jelang tahun baru 2019?

Tahun baru…
Usia kita akan bertambah tapi masa kita hidup akan berkurang.
Merupakan waktu yang tepat untuk bisa evaluasi diri.
Saatnya terus melangkah ke arah yang lebih baik.
Hari ke depan harus lebih baik dari yang lalu.
Haruskah tahun baru diisi dengan ceremonial yang terlewat begitu saja?

Harapan melangkah menuju yang diinginkan pastinya akan ada dan selalu ingin agar lebih baik. Semoga langkah pertama saat menapaki pergantian tahun ini, membuat kita menjadi hamba yang bisa terus mengevaluasi diri. Evaluasi agar hidup lebih baik lagi. Evaluasi agar kesalahan yang lalu tidak terulang. Evaluasi kinerja agar hasil yang didapatkan bisa membuat kita menjadi lebih bermanfaat, untuk diri kita, keluarga juga sekitar kita berada.

 

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *