Literasi

Menyapa Kehadiran Buah Hati dengan Senyuman (Resensi Buku)

Menyapa Kehadiran Buah Hati (Hush Little Baby)

Hello … Jenis buku fiksi cukup banyak ragam ya. Salah satunya novel. Nah, novel tema apa yang kamu suka? Ada banyak jenis novel, seperti novel romantis, detektif, saint, thriller, historical, dan lainnya. Meskipun mengandung misteri, novel thriller selalu menarik perhatian untuk dibaca. Novel thriller keluarga sering kali diangkat menjadi sebuah kisah. Bagi seorang calon ibu dan ibu, menyapa kehadiran buah hati dengan senyuman tentu menjadi harapan karena akan memberikan banyak makna, tetapi bagaimana kalau sebaliknya?

Menyapa Kehadiran Buah Hati

Judul      : Hush Little Baby

Penulis   : Anggun Prameswari

Penerbit : Noura Books

Tebal       : 300 halaman

ISBN       : 978-602-385-381-6

Bagi pasangan suami istri, kehadiran buah hati tentu merupakan kebahagian tak terkira. Pelengkap dalam rumah tangga. Begitupun bagi ibu atau calon ibu yang berharap bisa menyambut dan menyapa kehadiran buah hati dengan senyuman kebahagiaan. 

Namun apa yang terjadi jika kondisi ibu mengalami baby blues syndrome, postpartum depression dan postpartum psychosis. Penulis Anggun Prameswari mengangkat tema ini dengan kisahnya yang apik dan menarik. 

” Gendhis baik-baik saja.” Mendengar nama ini disebut, mengalir semua ingatanku. Bayi mungil di dalam gendongan. Permukaan air yang tenang. Selimut merah yang mengapung di permukaan kolam. Nyeri payudara dan bekas luka di perut. (Prolog)

Tampilan warna cover novel sudah mampu menunjukkan adanya misteri yang terselubung dalam kisah ini. Perempuan yang mengenakan dress merah sambil menggendong bayi mungilnya. Ya, warna merah.

Tokoh Ruby dalam kisah ini merupakan sosok perempuan muda yang cantik. Sejatinya masa belia atau usia remaja dilalui dengan penuh rasa keingintahuan akan jatidiri dan berusaha terus mengembangkan kemampuan diri untuk menggapai cita-cita. Namun, Ruby melalui masa belianya dengan kejadian yang tak terduga dan membuat trauma mendalam.

Kehadiran Bibi Ka dengan penuh jiwa keibuannya telah membantu Ruby menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan. Keduanya mempunyai prinsip yang sama, lupakanlah masa lalu. Ya, keduanya sama-sama menyimpan masa lalu. Bedanya, Bibi Ka tahu banyak masa lalu Ruby, tetapi sebaliknya Ruby tidak tahu bagaimana masa lalu Bibi Ka. 

Pernahkan Bibi Ka menikah dan punya anak? Ini jadi misteri bagi Ruby. Pancingan yang dilakukannya selalu tidak berhasil membuat wanita paruh baya itu mau mengungkapkan siapa dia sebenarnya. 

Masa kebahagiaan Ruby hadir saat seorang pria muda, ganteng dan kaya itu hadir, Rajata. Pengusaha muda yang energik, generasi penerus bisnis media, SkyCorp. Sebuah pertemuan tak terduga menghadirkan bunga-bunga cinta telah membuat kedua insan ini berhasil dipersatukan dan Bibi Ka menjadi salah satu saksi peristiwa bersejarah dalam hidupnya. 

Kehadiran-buah-hati

 

Kisah Masa Lalu

Kehadiran Rajata memberikan warna baru. Meskipun untuk itu Ruby perlu menutupi masa lalunya yang suram, termasuk menutupi kondisi ibunya yang mengalami gangguan dan menyatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Padahal Ruby tidak mengenal sosok ayah. 

Pun sampai jelang pernikahan, Ruby tidak mengenal siapa ayahnya. Sosok pria yang membuat dia terlahir dari ibu yang selama ini dikenalnya. Namun semua rasa ingin tahu itu seolah terpendam, melihat ibu dan Bibi Ka yang terus berusaha menemaninya selama ini. 

Kehadiran mereka seakan sudah bisa melengkapi apa yang kurang dalam kehidupannya. Tidak adanya sosok ayah bisa jadi juga menjadi faktor penyebab Ruby tidak mengenal sosok pelindung. Dia berusaha menjaga dirinya sendiri, tetapi tidaklah mudah. Hingga datang sosok lelaki yang memberikan perhatian istimewa dan meruntuhkan masa belianya hingga hancur berkeping-keping. 

Saatnya tiba dan Ruby akan menjadi calon ibu, tetapi tidak mudah melalui masa indah ini. Dia perlu bertarung dengan kata hatinya dan berusaha menguatkan diri akan kondisinya saat ini. Masa lalu dan ingatan tentang kondisi ibunya seolah mengacaukan jalan pikirannya. Menyapa kehadiran buah hati dengan senyuman ternyata tidak mudah. Jelang menikah Ruby sudah menyampaikan bahwa dia tidak ingin punya anak, tetapi nyatanya sekarang dia akan jadi calon ibu. Mampukah dia melakukannya?

Konflik yang tersajipun diperkuat dengan datangnya teman masa lalu Rajata. Prita, wanita berpendidikan nan elegan hadir saat kondisi Ruby sedang down. Api cemburu pun datang dan membuat Ruby melakukan pemburuan dengan bergaya seperti layaknya seorang detektif. Penulis mengurai satu persatu konflik dan memberikan sentuhan mengejutkan pada bagian ending

Alur cerita maju mundur, membuat novel ini susah ditebak. Awal cerita yang menggelitik rasa penasaran mampu meyakinkan pembaca untuk terus melanjutkannya sampai tuntas, ditambah kalimatnya yang apik dan mudah dimengerti. Namun pada awalnya, alur ini juga membuat saya bingung sehingga perlu melakukan scroll ke kisah sebelumnya untuk menguatkan pemahaman saya.  

Baca : 

Kesimpulan

Menyapa kehadiran buah hati dengan senyuman selalu menjadi harapan. Namun tidak semua orang bisa melakukannya. Kisah yang diangkat dalam novel ini bisa menjadi gambaran bagaimana seorang calon ibu berjuang untuk memberikan yang terbaik buat buah hatinya. Meskipun saat awal kehadirannya tidak diharapkan.

Secara keseluruhan novel ini menarik untuk dinikmati. Ada pesan-pesan moral yang disampaikan. Tampilan cover depan seolah mampu memberikan gambaran bagaimana kisah yang tertuang di dalamnya. Meskipun novel ini memiliki jumlah halaman cukup banyak, rasanya tidak membuat pembaca berhenti di tengah halaman. Namun terus tertantang untuk menuntaskannya hingga akhir. 

Novel thriller memang menarik dan bikin penasaran. Saya mendapatkannya melalui aplikasi iPusnas dengan panjangnya antrian. Jadi yang tertarik, harap bersabar ya.

“Ya Tuhan, aku akan menjadi ibu. Seorang anak dititipkan dalam rahimku. Bagaimana mungkin aku bisa membesarkannya, ketika ibuku sendiri tak menganggapku ada?” (Bab 4)

 

Salam,

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

(15) Komentar

  1. Mbak asih dalam tulisan terakhirnya membuatku tak sengaja membuat buliran air mata, huhuhu. Anyway nama-nama tokohnya bagus ya, Ruby dan Rajata.

  2. Harus siap bersabar dan antri nih. Secara saya juga punya aplikasi ipusnas, siap mau minjem juga. Penasaran dengan jakan cerita keseluruhan nya

  3. Jadi penasaran karena genre-nya thriller. Di awal saya pikir akan drama keluarga biasa.

  4. Baru inget aku udah lama banget gak baca novel. Zaman sekolah dulu suka banget baca novel history.

  5. saya malah jadi penasaran dengan cara daftar ipusnas, susah ngga sih kak? atau kudu bayar nih. lumayan juga nih perpustakaan lengkap dan pastinya banyak buku referensi juga

  6. Wih kebayang ya ada konflik batin dalam diri tokoh Ruby. Kebayang bagaimana perasaannya mengalami kehamilan lantas melahirkan dan punya anak. Yang tak punya masalah saja bisa baby blues apalagi yang punya banyak masalah seperti Ruby,

  7. Beneran ini novel thriller? Aku sampai baca review ini dua kali tapi kok nggak menemukan sisi menegangkan yang membuat novel ini bergenre thriller ya.

  8. Fenni Bungsu menulis:

    Kalau alur ceritanya campuran, memang si pembaca kudu paham dengan benar apa yang dimaksud oleh si penulis. Ini tantangan yang asik sebenernya buat membaca novel dengan alur seperti itu

  9. Cerita yang mengangkat banyak kejadian di masa sekarang nih, Indonesia fatherless country nomor 2 di dunia setelah AS jadi banyak anak2 yg kehilangan sosok ayahnya dan menemukan pada diri seseorang yang akhirnya malah membuat kehidupannya hancur berkeping…. Walau ini novel tapi bisa jadi cermin utk kita ya….

  10. Saya baca review nya, pasti menarik kalau baca full nya Hush Little Baby ya.
    Paling yaa kalau dari saya, mending fokus ke masa depan ya. Soalnya si kecil butuh Ibunya hehe 🙂

  11. Ga nyangka ternyata ada Novel dengan tema seperti ini. Biasanya sih temanya inspiratif, thriller atau tentang percintaan. Baca reviewnya lumayan ada gambaran tentang isi novelnya.

  12. gina menulis:

    kurang begitu suka tentang genre thriller, namun disaat penulis membawa alurnya dengan penuh rasa penasaran,,,buku yg tebal pun bisa abis dibaca y mbak hehe

  13. Nita Juwithafina menulis:

    Aku baca berulang-ulang ini cerita 🙁 semacam ada yag relate dengan kehidupan aku . Cuma sekarang paling concern nya adalalah gimana untuk anak

  14. Super penasaran 😂 dan kaget ternyata genrenya thriller. Jadi makin penasaran pgn baca juga ahaha

  15. Wah penulisnya Anggun Praneswari. Wajib cari tahu ini sih.

    Yah harus antre panjang di ipusnas ya. Huhu. Cari buku fisiknya masih ada nggak ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *