Hijrah Itu Cinta

Review Hijrah Itu Cinta

Ђคll๏ … Bagaimana sih, rasanya jatuh cinta? Saat cinta berlabuh dalam diri, dunia terasa berbeda. Semua yang dirasakan jadi sangat indah dan menyenangkan. Namun bagaimana ketika rasa cinta itu dimaknai dengan kondisi yang berbeda dengan berhijrah, ya hijrah itu cinta.

Penulis Abay Adhitya menuangkan kisah cinta dengan cara yang menarik. Sepasang kekasih tidak semata menikmati kebersamaannya dengan nafsu, tetapi mampu memaknai arti kehidupan dengan sepenuhnya. 

Judul : Hijrah Itu Cinta

Penulis : Abay Adhitya

Penerbit : Bentang Pustaka

Hal : 285

ISBN : 978-602-291-478-5

” Bertemu denganmu adalah keberuntungan terbesarku. Mencintaimu adalah episode terbaik dalam hidupku. Bisa dipeluk olehmu adalah wujud kebahagiaan.” ~ Satria Pradipta

Hijrah Itu Cinta

Kala rasa cinta menyelimuti hati, segala cara pun dilakukan agar bisa selalu bersama, seolah semua yang ada di sekitarnya adalah milik berdua. Perasaan ini bersemi dalam jiwa dua insan yang sedang jatuh cinta. 

Satria, seorang pemuda keren nan menawan dengan tampilannya yang meyakinkan membuat gadis manapun akan mudah bertekuk lutut. Bukan hanya tampilannya saja yang membuat terpana, tetapi juga punya kemampuan beladiri yang membuat siapa pun yang didekatnya akan merasa terlindungi. 

Gadis cantik, Senja Aurelia, menjadi pilihannya saat ini dan beruntungnya perasaan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Si gadis pun menyukainya dan menaruh hati juga.

Bukan kali pertama Satria mengenal gadis cantik dan berusaha agar gadis pujaannya mau menyerahkan diri sepenuhnya. Hal yang sama pun dilakukan pada Senja, tetapi beberapa kali usaha yang dilakukan selalu gagal. Apakah Satria menyerah begitu saja? 

Takdir berkata lain. Semua rencana yang sudah ditata rapi buyar seketika kala Senja membaca surat dari almarhum ayahnya. Bukanlah surat wasiat juga bukan surat biasa, tetapi surat wasiat untuk anak tercinta. 

Sejak kecil Senja memang tidak mengenal siapa sosok ayahnya. Lelaki itu seperti hilang ditelan bumi dan ibunya sudah menanamkan dalam diri Senja kalau ayahnya seorang lelaki yang bejat.

Namun saat membaca tulisan terakhir sang ayah, bukan kebencian dan amarah yang tersirat dalam surat itu, tetapi permohonan maaf atas perlakuan dan kesalahan yang sudah dilakukannya selama ini. Ya, rasa sesal akan dosa yang telah diperbuatnya.

Makna Cinta

Cinta itu indah dan merupakan fitrah yang bisa dirasakan oleh siapapun. Cinta juga lembut karena mampu menyentuh relung hati yang dalam. Namun karena cinta seseorang juga bisa menangis dan menyesali diri.

Saat cinta tidak dimaknai dengan sepenuh hati atau dinodai dengan kerusakan, melanggar aturan-Nya dan berbuat zalim atas nama cinta, maka rasa cinta menjadi tersakiti. Bukan hanya satu atau dua orang yang akan merasakannya, tetapi bisa jadi orang yang ada di sekitarnya pun ikut merasakan hal yang sama atau lebih.  

“Seperti halnya kehidupan, hijrah adalah perjalanan. Oleh sebab itu, seseorang hanya bisa dinilai sukses dan berhasil di akhir perjalanan. Saat waktu kehidupan berakhir. Ketika nafas berhenti berembus. Saat raga terpisah dengan jiwa. Apakah saat itu terjadi, Allah sedang cinta kepadanya atau sebaliknya?” 

“Sesungguhnya, kita sedang bergerak menjalani kehidupan. Menuju satu titik episode bernama kematian. Setiap hari, detik kematian itu mendekat. Dan, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan bekal kematian. Dengan tobat dan taat. Agar kita bisa bergerak meninggalkan kehidupan yang fana ini dengan Cinta-Nya. Menuju Cinta-Nya yang abadi.” ~ Riki Hidayat (Kang Umar)

Baca juga :

Kesan Terhadap Novel Hijrah Itu Cinta

Kang Abay dalam penulisan novel ini mampu memberikan sentuhan terhadap makna cinta dari sudut pandang yang berbeda. Cinta memang melulu menyayangi dan ingin memiliki seseorang, tetapi mampu melakukan hal yang berbeda dalam meniti perjalanan hidup ini. 

Alur kisah yang disampaikan jelas dan karakter dari setiap tokohnya juga kuat sehingga membuat pembaca mudah memahami pesan yang ingin disampaikan. Novel ini layak dibaca oleh kalangan muda yang ingin mengetahui apa makna cinta yang sesungguhnya sehingga mampu memposisikan diri sebaik mungkin. 

Dari segi penulisan, saya menemukan beberapa kata yang typo. Terlepas dari hal tersebut, saya mendapatkan hikmah tersendiri setelah membaca novel ini.    

Penutup

Hijrah Itu Cinta, merupakan novel Islami yang layak dibaca oleh para generasi muda. Cinta adalah fitrah dan siapapun yang merasakan ini hendaknya mampu memaknainya dengan sepenuh hati. Tidak dengan melukai atau menodainya. 

Salam,

Share the article :

4 komentar untuk “Review Hijrah Itu Cinta”

  1. Senang banget bisa mampir ke mari. Waktu lirik judulnya langsung penasaran. Wah, bakalanbahas cinta yang seperti apa nih? Ternyata ada sesuatu bermakna hijrah dari kisah cinta itu sendiri.

  2. Dalem banget alurnya, apalagi pas Senja baca surat dari ayahnya ya mbak. Dududu, ikutan merasakan pergulatan batinnya. Kapan2 mau baca ah, buat sedikit mengurangi stres di masa pandemi ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *