Insecure Pengaruhi Kualitas Hidup

Insecure Pengaruhi Kualitas Hidup, Benarkah?

Ħăi … Bagaimana kabarmu hari ini?  Adakah yang sedang merasa insecure? Kata ini sering kali terdengar. Benarkah insecure pengaruhi kualitas hidup kita? Padahal setiap hari kita melakukan banyak aktivitas dan berusaha agar semuanya bisa berjalan dengan baik. 

Namun bagaimana jadinya jika kita merasa kurang nyaman. Ada perasaan yang bikin aktivitas kita terhambat. Duh, bisa bikin berabe, nih! 

Insecure Pengaruhi Kualitas Hidup, Masa, Sih?

Apa sih insecure itu? Yaitu suatu perasaan tidak aman dalam diri sehingga timbul perasaan cemas, khawatir, was-was atau tidak percaya diri. Rasa insecure bisa dialami oleh siapa saja. Laki-laki, perempuan, remaja, dewasa maupun orang tua. 

Perasaan ini normal nggak sih, kok bisa dialami semua orang? Insecure memang bisa dialami oleh semua orang dan ini sebenarnya normal. Apalagi karakter setiap orang beda-beda. Ada yang mampu mengatasi insecure dengan cepat, tetapi ada juga yang merasakannya berlarut-larut dan terus berkelanjutan. 

Seperti yang dialami seorang teman, namanya Nina. Entah bermula dari mana datangnya perasaan itu. Dia merasa kurang percaya diri saat berada di sekitar teman-temannya. Memang tidak diucapkan secara langsung dalam bentuk curhatan, tetapi terlihat dari gerak tubuhnya. 

Jadi lebih tertutup, pendiam dan lebih suka menyendiri. Saat ada tugas kelompok, dia memang membantu mengerjakan. Namun interaksinya kurang maksimal. Dia hanya melakukan tugas yang diminta saja, tidak ada sharing apapun. Padahal teman yang lain saling berdiskusi. 

Begitupun saat jam istirahat, dia hanya mau dekat dengan orang tertentu atau makan sendirian saja. Kalau ditanya, kenapa makan sendiri? Iya nggak apa kok, lagi kepengin sendiri saja. 

Nah, bagaimana, nih, kalau begini? Masa sih, mau terus berdiam sendiri dan menikmati terus kondisi insecure? Jangan donk. Meskipun perasaan ini datang saat tidak terduga, sebaiknya jangan didiamkan terus bersemayam dalam diri. Insecure datang akan pengaruhi kualitas hidup kita, so jangan terus dipelihara. Ini bukan hiasan diri yang menawan, tetapi bisa merugikan diri sendiri. 

 

Tanda-tanda Insecure Dalam Diri

Insecure dan Kualitas Hidup

Perasaan insecure tidak datang dengan sendirinya. Pemicunya bisa karena kondisi diri sendiri atau kondisi di sekitar kita. Bisa karena ada trauma, mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan, atau ada gangguan dalam kehidupan. 

Ada beberapa tanda yang menunjukkan kalau diri kita sedang mengalami masa insecure, yaitu:

1. Memandang diri punya banyak kekurangan

Kelebihan diri memang lebih mudah dilihat oleh orang lain, sedangkan diri sendiri lebih memandang kekurangan yang ada. Kenyataan ini yang sering dilupakan. Akibatnya ada yang terus menerus menyesali kondisi diri sendiri. Sejatinya setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kadarnya. 

2. Ingin selalu tampil sempurna (perfectionist)

Wajar nggak sih, kalau kita ingin selalu tampil menawan di segala kesempatan? Boleh saja kok, tetapi disesuaikan lagi dengan kondisi dan kemampuan diri. Ingat nobody’s perfect. Memang sih, saat kita silau dengan tampilan orang lain, bikin kita jadi lupa. Terus bikin standar yang tinggi supaya bisa mengikuti orang yang kita suka itu. 

Padahal nantinya belum tentu sesuai dengan kondisi diri sendiri atau malah terkesan kita memaksakan diri. Jadi malah bikin kecewa, deh.

3. Merasa kurang percaya diri

Pernah banget merasakan ini. Kurang percaya diri saat wawancara. Melihat kondisi orang lain tuh, rasanya bikin gemeteran. Penampilan mereka begitu menyakinkan, rapi, tampil menawan dan meyakinkan. 

Mungkin nggak sih, nanti dapat hasil yang memuaskan? Bagaimana ya, penampilan diri di depan HDR? Satu persatu pertanyaan datang silih berganti. Antara menguatkan diri atau justru melemahkan kondisi. Rasanya benar-benar nggak nyaman banget. 

Sebenarnya kondisi psikologis ini normal adanya dan memang akan dialami oleh semua orang. Namun balik lagi ke diri sendiri, seberapa mampukah kita menguatkan diri sendiri. 

4. Silau memandang kelebihan orang lain 

Setiap orang mempunyai keunikan masing-masing. Buat jiwa yang kuat, dia akan terus mengembangkan kemampuan dirinya, tetapi jiwa yang lemah akan melakukan sebaliknya. Lebih suka membandingkan dirinya dengan orang lain. Duh, bakalan capek deh, kalau begini. 

5. Ingin dipuji dan mendapatkan pengakuan

Nggak salah sih, kalau kita ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Karena bisa bikin kita makin percaya diri, tetapi seperlunya saja. Kalau ingin terus dapat pujian dan pengakuan dari orang lain justru bakal bikin kita tidak mau berkembang. 

Pujian dan pengakuan itu kan tidak selalu harus ditunjukkan. Bisa melalui sikap yang menghargai kita, menerima pendapat kita, memposisikan kita dengan baik dan hal lainnya. 

6. Mendapatkan pola asuh yang kurang tepat

Tak dipungkiri kalau pola pengasuhan jadi pondasi pembentukan karakter anak. Pengasuhan dengan kekerasan, terlalu kritis, mengabaikan masa tumbuh kembang juga perlakukan kasar, akan mempengaruhi jiwa anak. 

Mengabaikan masa tumbuh kembang bisa disebabkan karena orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau urusan rumah tangga. Termasuk keluarga besar sehingga orang tua tidak memberikan perhatian pada masing-masing anak. 

7. Trauma bullying

Penyebab Insecure

Bullying bisa dialami oleh siapapun. Pernah menjadi korban bullying akan membuat diri jadi kurang percaya diri, merasa dikucilkan atau sulit menjalin hubungan dengan orang di sekitar. Rasa insecure ini bisa terus terbawa dalam jangka panjang jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.  

 Baca juga :

Penutup

Saat insecure datang maka akan mempengaruhi kualitas hidup kita. Timbul rasa gelisah, tidak aman, menutup diri dan kurang percaya diri. Akankah perasaan ini akan terus disimpan dalam diri? 

Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi insecure, baik berasal dari dalam diri atau karena faktor luar. Mengetahui faktor penyebab membuat kita jadi lebih mawas diri. Agar saat rasa itu datang, bisa berusaha untuk segera mengatasinya. ByebyeInsecure!

Salam,   

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting
Share the article :

3 komentar untuk “Insecure Pengaruhi Kualitas Hidup, Benarkah?”

  1. Ping-kembali: Anak Alami Bullying, Kuatkan dengan Cara Ini - UmmiSyifa.com

  2. Ping-kembali: Muslimah Fashion Blogger Now (Resensi Ebook) - UmmiSyifa.com

  3. Ping-kembali: Self Love Untuk Kekuatan Diri Sendiri - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *