Cara Menjaga Personal Achievement

Cara Menjaga Personal Achievement

Ħăi … Setiap insan tentu punya sebuah keinginan untuk masa depannya. Mampu mencapai target tertentu dalam kehidupan akan memberikan kebahagiaan diri dan orang disekitar kita. Bagaimana cara menjaga personal achievement tersebut?

Seorang anak menangis saat tahu bahwa nilai raportnya tidak sesuai dengan harapan. Bujuk rayu orang tua sudah dilakukan agar anak mau pulang dan menerima hasilnya dengan lapang dada. Proses masih panjang dan nantinya akan dilakukan perbaikan agar selanjutnya hasil yang didapat bisa lebih baik lagi. Alhasil anak patuh dan mau diajak pulang.  

 Menjaga personal achievement

Cara Menjaga Personal Achievement

Tidak hanya saat masa sekolah saja, seseorang akan memacu diri meraih prestasi, tetapi terus berusaha sepanjang hidupnya. Untuk siapa? Buat diri sendiri dan membahagiakan orang disekitar kita. 

Itulah mengapa anak tersebut menangis, karena merasa telah mengecewakan orang tuanya. Padahal tidak ada maksud demikian dalam dirinya. Apakah anak akan disalahkan karena hasilnya menyedihkan? Oh, no.

Justru dibalik kejadian itu, dia akan belajar bahwa untuk meraih sebuah prestasi dibutuhkan semangat belajar yang tinggi. Bisa jadi saat ini dia sudah belajar, tetapi masih kurang giat atau menjelang ujian saja dia baru belajar. 

“Strength doesn’t come from physical capacity. It come from an indomitable will. (Kekuatan tidak datang dari kapasitas fisik. Itu datang dari kemauan yang gigih.” ~ Mahatma Ghandi

Ada 7 cara menjaga personal achievement, yaitu :

1. Menetapkan Tujuan

Segala apa yang kita lakukan tentu memiliki tujuan tertentu. Buat seseorang atau diri sendiri dalam kurun waktu tertentu. Goal atau tujuan ini akan membantu menguatkan kita dalam menentukan langkah perjalanan. 

Begitupun saat ujian dan godaan datang silih berganti. Tujuan awal bisa membantu menuntun kembali ke arah yang ingin dicapai. Selanjutnya berusaha fokus melangkah ke depan untuk meraih apa yang dicita-citakan.  

2. Meningkatkan Kredibilitas

Meningkatkan Kredibiltas

Apa sih kredibilitas itu? Adanya sebuah kemampuan diri yang membuat seseorang menjadi percaya diri, bisa berupa kelebihan yang dimiliki atau berupa skill tertentu. 

Namun kelebihan yang dimiliki dalam diri seringkali tidak dirasakan. Sebaliknya kita sering memandang kekurangan yang ada. Sejatinya kelebihan yang dimiliki mampu menjadi branding diri dan jika memberikan nilai positif bagi orang lain, maka akan membuat kita lebih percaya diri.    

3. Menjaga Rasa Percaya Diri

Personal branding yang ada dalam diri seseorang akan membuatnya menjadi seseorang yang bernilai lebih. Karena mempunyai kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Media sosial menjadi ajang untuk menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. 

Nantinya akan menjadi identitas diri dimanapun kita berada. Personality jadi terasa beda. Tidak lagi merasa minder, karena merasa bahwa kita juga punya kelebihan tersendiri. 

4. Tidak Mudah Menyerah

Menggapai tujuan untuk jangka panjang tentu membutuhkan usaha yang gigih. Menilik bagaimana sosok Albert Einstein yang saat masih kecil dianggap anak autis dan terbelakang ternyata di kemudian hari menjadi sosok yang menginspirasi. 

“Perseverance is priceless. “It’s not that I’m so smart, it’s just that I say with problems longer.” (Ketekunan tidak ternilai harganya. “Bukannya aku begitu pintar, hanya saja saya bertahan dengan masalah lebih lama.”) ~ Albert Einstein  

Proses panjang yang dilalui dalam menggapai hasrat juga cita-cita diharapkan tidak membuat kita menjadi orang yang lemah dan takut. Batu kerikil yang mengenai diri memang terasa sakit, tetapi nantinya menjadi hikmah yang luar biasa dalam perjalanan kehidupan kita.

5. Menjaga Silaturahmi

Silaturahmi untuk Personal Achievement

Kita bisa berteman dan menjalin kerjasama dengan seseorang yang terpercaya. Perasaan inilah yang akan menguatkan jalinan persaudaraan. Di samping itu kita juga bisa menjaga ukhuwah persaudaraan dengan melakukan silaturahmi. 

Manfaat lain dari bersilaturahmi adalah bisa memperpanjang umur dan dapat melapangkan rezeki. Ikatan persaudaraan akan membuat kehidupan kita jadi lebih beraneka, mengenal banyak orang dengan perbedaan dan kemampuan diri masing-masing.   

6. Berdoa dan Berhusnudzon

Apapun usaha yang kita lakukan sejatinya membutuhkan dukungan yang sangat kuat dari Sang Khalik. Saat bersimpuh kita memanjatkan doa dengan penuh harap agar apa yang kita inginkan mendapatkan keridhoan-Nya juga diberikan jalan kemudahan serta kelancaran. 

Rasulullah menganjurkan kita berdoa ketika kondisi lapang atau senang. “Berdoalah kepada Tuhanmu disaat kamu senang (bahagia). Sesuangguhnya Allah berkata, ”Bagangsiapa berdoa (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia), maka Aku akan mengabulkan doanya di waktu dia dalam kesulitan.” (HR. Ar-Rabi’)   

7. Bertawakal

Usaha, berdoa dan bertawakal. Ya, setelah semua proses dilalui, kemudian didukung dengan doa, maka selanjutnya kita bertawakal. Lalu bagaimana kalau ternyata hasil dari doa tidak sesuai harapan. Padahal kita juga sudah begitu berharap akan hasilnya. Sebagai hamba-Nya kita tetap perlu berhusnuzon atas semua kehendak-Nya. 

Kenapa? Karena kita hanya mampu berencana, tetapi semua yang terjadi sudah mendapatkan ketetapan dari Sang Khalik. Di samping itu akan selalu ada hikmah berharga dari setiap kejadian yang kita alami. 

Pencapaian Masih Terus Berproses

Setiap insan tentu mempunyai trik dan cara menjaga personal achievement masing-masing. Karena bagaimanapun juga kita ingin suatu saat nanti akan ada pencapaian yang membuat kita bangga dengan hasil kerja diri sendiri. 

Saya pun demikian. Sebagai seorang newcomers di dunia blogging, tidak ingin membuat diri lemah saat melihat bagaimana keberhasilan para blogger mumpuni. Awalnya memang ada rasa minder karena merasa kemampuan yang dimiliki masih sangat jauh. 

Merupakan keniscayaan bahwa sebuah keberhasilan membutuhkan perjuangan dan orang yang gigih, tekun dan berkemauan keras yang akan mampu menggapai kesuksesan itu. Berkaca dari kondisi inilah yang membuat saya mau terus belajar dan berusaha tidak mudah menyerah. 

Sudah sejauh manakah progresnya? Sejauh mana, ya … Sebenarnya mengisi blog tidak hanya sekadar terisi saja, tetapi ada pakem yang perlu kita tahu juga. Maksudnya aturan bagaimana kita mengisi konten dalam blog tersebut. 

Memang hal tersebut bukan hal yang baku, tetapi nantinya bisa membantu mengoptimalkan blog. Belajar bagaimana SEO, backlink juga printilan lainnya. Mumet kah? Ya, karena istilahnya banyak dan perlu dicerna perlahan. 

Efek Dari Proses yang Dilalui

Cara menjaga personal achievement

Faktanya proses belajar memang tidak hanya di bangku sekolah saja, tetapi panjang hingga akhir hayat. Ini yang menjadi penyemangat diri. Ingat bahwa blog yang dimiliki merupakan aset jangka panjang, jadi perlu terus bersabar dan tidak patah semangat selama menjalaninya. 

Apakah sudah merasakan dampak dari proses belajar ini? Perlahan, ya. Senang banget kalau DA/PA naik perlahan demi perlahan. Mempertahankan memang berat karena saat DA/PA sudah merangkak, semangat ngeblog juga belum tentu mengiringi. 

Lagi-lagi soal kemauan diri. Mau terus lanjut mengisi blog atau stagnan saja. Ini yang jadi evaluasi diri. Masa sih, blog yang sudah dibangun dibiarkan tumbang begitu saja. Bagaimana mungkin bisa meraih personal achievement. Hiks. 

“Orang yang meraih kesuksesan tidak selalu orang yang pintar, tetapi orang yang selalu meraih kesuksesan adalah orang yang gigih dan pantang menyerah. Bagaimana caranya mewujudkan impian agar sukses, kunci suksesnya adalah komitmen dengan apa yang kita jalani.” ~ Susi Pujiastuti

Penutup

Cara menjaga personal achievement disesuaikan dengan keinginan yang mau kita raih. Namun kuncinya adalah terus istikamah dan tidak mudah putus asa. Banyak tokoh yang bisa memberikan inspirasi dalam meraih kesuksesan dan kita bisa belajar dari perjalanan hidup mereka. 

Kamu ingin sukses dan meraih cita-cita? Tentu. Yuk, bersama-sama kita menjaga semangat diri dan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan godaan yang ada di sekitar kita. Menurut kamu godaan berat apa sih, yang bikin kita berbelok arah dari tujuan semula? 

Salam,  

Share the article :