Nikmati Indahnya Ramadhan dengan Aktivitas Menyenangkan

Assalamualaikum. Waktu dini hari tiba. Kita yang biasanya masih tertidur lelap, saat ini menjalani hal yang berbeda, makan sahur untuk memberikan energi sebelum berpuasa selama kurang lebih 13 jam berpuasa. Selain sahur, ada beberapa aktivitas lain juga yang kita lakukan untuk mengisi waktu selama bulan Ramadhan ini.

Aktivitas yang kita lakukan, semata-mata untuk memperkuat keimanan dan kedekatan kita dengan Sang Khalik. penguasa alam semesta ini. Mulai dari melakukan tilawah Alquran, mengkaji ayat – ayat-Nya, salat tarawih, dan amalan saleh lainnya. Ya, tiap insan punya amalannya sendiri karena disesuaikan dengan kesanggupannya masing-masing.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3)

Tilawah Alquran dan salat tarawih

Aktivitas ini tentu menjadi hal yang rutin kita lakukan setiap harinya. Buat saya pribadi, bulan Ramadhan tahun ini memberikan banyak pembelajaran tersendiri. Tilawah yang dilakukan pada hari – hari biasanya kurang maksimal, bulan ini di coba terus untuk dirutinkan.

Meski jumlah bacaannya belum banyak, tetapi dengan dilakukan secara rutin, memberikan kenikmatan mendalam di hati, jadi lebih tenang dan nyaman. Tak sedikit yang memberikan target tilawah tertentu selama bulan suci ini. Ada yang ingin mencapai 2 atau 3 kali khatam. Woow keren ya.

Ingin rasanya bisa mengikuti jejak seperti itu, tetapi lagi-lagi masih belum bisa memaksimalkan diri, jadi paling tidak bisa 1 kali khatam dulu deh. Semoga tahun ke depan bisa jauh lebih baik lagi. Masa sih mau ketinggalan terus, hehe.  Memang betul ini bukan untuk berkompetisi, tetapi dengan banyaknya lembar ayat Alquran yang kita baca setiap harinya, akan semakin mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.

 

Ikutan challenge menulis

Bukan hal yang mudah merangkai kata demi kata hingga terjalin kalimat yang panjang dan menggugah jiwa. Saya sendiri yang kemampuan menulisnya masih terbilang masih jauh dari harapan, berusaha sekuat tenaga untuk terus semangat menggali dan menekuni dunia menulis ini.

Nah, berita baiknya, jelang Ramadhan lalu dapat info dari grup kalau ada challenge menulis dari Blogger Perempuan untuk mengisi waktu selama puasa. Hati ragu ingin ikut atau tidak, tetapi kalau tidak kesempatan untuk bisa belajar menulis jadi kurang dan akhirnya berusaha memberanikan diri untuk mencoba. Tema yang diangkat setiap harinya juga seputar menjadi kehidupan saat ini, yaitu menghadapi masa pandemi Covid-19, menjalani Ramadhan juga lebaran nantinya.

Terus berlatih menulis bersama banyaknya penulis berbakat memang tidak mudah. Ada rasa minder, merasa tertinggal, dll. Uuuh … Pokoknya rasa nano nano deh, campur aduk nggak jelas. Namun, apapun rasa yang ada, saya berusaha untuk tetap semangat dan yakin bisa ikut sampai batas akhir. Yakin akan ada nilai yang indah di akhir nanti. Hiks. (siip, berusaha tetap tersenyum apapun yang terjadi, yang penting semangat terus).

 

Nonton channel favorit

Ini yang jadi kegiatan tambahan dan rutin juga dilakukan. Biasanya nonton tv itu saat malam saja, sambil kumpul dengan keluarga, tetapi selama Ramadhan ini, jadwalnya bertambah. Sore jelang berbuka, ikutan nonton tv dengan anak-anak. Tayangan favorit selama Ramadhan ini selain menanti azan maghrib adalah nonton Hafiz Quran dan ini memang sudah jadi agenda setiap tahunnya. Namun, tahun ini terasa jauh berbeda, karena bisa nonton bareng keluarga.

Ada banyak pelajaran yang saya dan keluarga dapatkan selama menikmati tayangan ini. Mulai dari melihat para hafiz belia sampai tim jurinya. Jadi sayang banget kalau melewatkan acara ini. Saat jam 15.20 WIB, kami sudah langsung klik tombol on di remote control. Sambil menyimak acara, saat iklan lewat, kami selingi juga dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang masih belum selesai.

 

Isi agenda kegiatan anak

Saat Ramadhan tiba, tidak hanya orang tua yang mempunyai jadwal khusus dalam kesehariannya, begitupun anak-anak. Mereka juga tak lepas dari kegiatan Ramadhan yang kita lakukan. Bahkan dari sekolah juga memberikan mereka tugas untuk mencatat kegiatan apa saja yang dilakukan selama mengisi waktu berpuasa.

Bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada yang perlu membubuhkan tanda tangan penceramah saat kultum sebagai bukti sudah ikut berjamaah saat tarawih. Namun, tahun ini menjadi tahun yang berbeda, karena tarawih yang kita lakukan hanya #dirumah saja, jadi untuk ceramah tidak diminta keterangan lagi.

Jelang sebelum tidur, saya pun berusaha untuk mengecek agenda kegiatan yang sudah dilakukan anak-anak. Apakah sudah sesuai atau ada yang perlu diperbaiki. Bila sudah lengkap dan tepat, barulah saya beri paraf sebagai tanda persetujuan. Sisi positif dari pembuatan agenda ini adalah anak-anak diajarkan untuk mengatur waktu kesehariannya jadi mereka bisa belajar disiplin juga melatih kejujuran mereka saat mengisi agenda.

 

Kegiatan yang kita lakukan selama Ramadhan memang berbeda dari 11 bulan lainnya. Sahur, berpuasa, melakukan tilawah  Alquran, salat tarawih juga salat tahajud menjadi agenda tersendiri buat kita semuanya. Mungkin terasa berat karena rasa kantuk lebih terasa, tetapi ada pelajaran berharga yang kita dapatkan, yaitu jadi semakin dekat dengan Sang Khalik.

Kesibukan yang kita jalani setiap harinya tak jarang membuat kita lupa akan apa yang seharusnya dilakukan, tetapi saat Ramadhan tiba justru jadi pengingat untuk memperbaikinya. Inilah kita, manusia yang mudah tergoda dan sering kali lupa akan apa yang sebaiknya dilakukan. Bukan untuk menjadi yang sempurna, tetapi berusaha untuk bisa terus memperbaiki kesalahan yang telah di perbuat dan menjadi insan yang beristikamah.

 

Salam.

Asih Mufisya

About Asih Mufisya Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas