Optimalkan Kelemahan Diri

Optimalkan Kelemahan Diri Untuk Terus Berkembang

Ђคll๏ … Kelemahan diri, siapa sih yang tidak punya? Semua insan tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apalagi setiap orang adalah jiwa yang unik dan menarik. Sebenarnya sudahkah kita menyadari apa kelemahan dalam diri kita atau justru merasa sedih dan kepikiran dengan kondisi yang alami? Bagaimana cara optimalkan kelemahan diri kita? Bisakah diperbaiki?

Ups, ingat nobody’s perfect. Betulkan! Jadi jangan berkecil hati dulu. Siapa yang menduga dari kelemahan itu nantinya terbentuk inspirasi yang membuat kita semakin berkembang dan tidak dianggap sebelah mata lagi oleh orang lain. Bahkan menjadikannya sebagai penyemangat untuk terus maju. Bagaimana caranya, ya?  

 

Optimalkan Kelemahan Diri

Apa yang kamu rasakan saat ditanya, apa sih kekurangan diri kamu? Berani menjawab tidak, ya? Ingin menutup rapat dengan kebohongan atau sampaikan sedikit saja, ya, bagian kulitnya saja, deh. Jadi aman dan tidak kebongkar. 

Kita seringkali lupa kalau kelebihan kita itu sebenarnya unik dan orang lain menyukainya. Namun, karena kita lebih sering melihat kekurangan yang dimiliki, jadinya lebih suka galau dan sedih bahkan juga kepikiran. Terus timbul rasa tidak percaya diri.   

Egois Terhadap Orang Lain

Memang tidak dipungkiri kalau melihat kelebihan orang lain itu lebih mudah dan menyenangkan. Istilahnya rumput tetangga lebih hijau dan menarik. 

Kelemahan yang ada dalam diri, seperti: 

1.Egois

Ego berasal dari bahasa latin yang artinya ‘diri sendiri’. Secara luas artinya mementingkan diri sendiri. Sekilas sikap ini kasih keuntungan banyak buat diri sendiri, tetapi nyatanya tidak demikian. Dampak dari sifat ini, antara lain : 

  • Bisa menimbulkan konflik

Mempertahankan kemauan diri boleh saja selama tidak berlebihan. Sikap yang ingin selalu memaksakan keinginan tanpa memandang kondisi orang lain, tentu membuat sekitar merasa tidak nyaman. Hal ini yang menyebabkan terjadinya konflik. 

Selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan mengabaikan orang lain dengan sikap ingin menang sendiri bisa membuat diri terkucil menyendiri. 

  • Menutup kesempatan berkembang

Sifat egois membuat diri menjadi sulit berkembang karena orang lain akan berusaha untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti timbul konflik atau arogansi. 

Akan lebih baik jika melakukan kerjasama dengan orang yang benar-benar bisa membantu. Orang yang memiliki sifat Assertive atau seimbang akan lebih menguntungkan karena dapat menjalin kerjasama dengan baik dan menguntungkan kedua belah pihak. 

  • Kurang disukai sekitar kita

Karakter egois akan membuat diri jadi kurang disukai oleh lingkungan sekitar. Berdasarkan hukum alam nantinya karakter seperti ini akan berusaha dihindari. 

2. Terlalu Percaya Diri

Pernah bertemu dengan orang yang mempunyai jiwa overconfidence atau terlalu percaya diri? Biasanya mereka tampil dengan penuh percaya diri, bahkan ada juga yang membusungkan dada dan menganggap orang lain kemampuannya jauh darinya. 

Rasa percaya diri yang berlebih bisa membuat diri jadi kurang waspada karena terlalu yakin pada keputusan yang diambil tanpa ada perencanaan. Alhasil tidak sesuai dengan kenyataan dan menimbulkan kegagalan. Akibatnya bukan hanya diri sendiri yang merugi, tetapi juga memberikan imbas bagi orang disekitarnya.

3. Kurang Percaya Diri

Kelemahan diri ini kebalikan dari kondisi sebelumnya. Ya, istilah yang lebih dikenal adalah kurang PD. Merasa bahwa diri kita punya banyak kekurangan atau terlalu lemah sehingga saat akan melakukan suatu perubahan banyak keragu-raguan. 

Mungkinkah akan sanggup menjalani pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya? Bagaimana kalau gagal? Bagaimana menghadapi si A atau B? Sanggup tidak menghadapinya kalau terjadi suatu hal yang tidak diinginkan? 

Semua pertanyaan tentang hal yang belum tentu terjadi seolah berkumpul jadi satu dan akhirnya tidak jadi dilakukan. Keraguan dan ketakutan bisa membuat kita tertunda meraih impian. 

4. Mudah Emosi

Tidak Mampu Kontrol Emosi

Tak ada seorangpun yang tidak pernah marah. Kondisi ini sebenarnya lumrah. Namun berbeda dengan orang yang mudah emosi dan sulit mengontrol amarahnya. Hal yang sebenarnya sepele bisa jadi besar. Penyebabnya bisa karena sifat bawaan, stres, atau karakter yang keras. 

5.Ceroboh

Kurang berhati-hati baik dalam bersikap juga bertutur kata sehingga memberikan kesan kekanak-kanakan dan kurang bijaksana. Kurang mampu menempatkan diri dengan kondisi yang sedang dihadapinya. 

Apapun yang didengar atau dilihatnya akan diutarakannya secara langsung sehingga tidak mampu menyimpan rahasia apapun. Sifat ini tentu merugikan diri sendiri karena akan membuat kepercayaan orang terhadapnya jadi berkurang. 

 

Kelemahan Diri yang Positif

“Karakter tidak diwariskan, orang membangunnya hari demi hari melalui cara mereka berpikir dan bertindak.” (Helen G. Douglas)

Saat kita bertanya pada diri sendiri apa sih kelemahan diri kita, maka akan dengan jujur kita menguraikannya. Ya, berusaha mengungkapkan semua yang kelemahan diri dengan sepenuhnya, tanpa ada yang ditutupi. Sebaliknya, saat orang lain bertanya itu. Salah nggak sih?

Ya, wajar sebenarnya. Karena mengungkapkan kekurangan sama orang lain sama halnya seperti membuka pintu untuk rumah kita. Maksudnya orang lain akan tahu bagaimana kondisi diri kita sebenarnya. Memang nggak sepenuhnya, ya, sekitar 50-60% lah tergambarkan. Jadi hanya sebagian kecil yang terlihat.

“Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Namun bila kita yakin ingin mengoptimalkan kemampuan yang ada, maka kelemahan bisa jadi kekuatan yang luar biasa.” 

Kelemahan Diri Yang Positif

Dibalik semua kelemahan yang ada, tentu tetap tersimpan kekuatan yang ada dalam diri kita. Hanya saja kita tidak memperhatikan hal tersebut lebih mendalam. Orang lainlah yang dapat menilai ada saja kelebihan yang ada dalam diri kita.

Seandainya orang lain diminta untuk memberikan pendapat apa sih kekurangan dan kelebihan diri ini, tentu mereka akan lebih mudah mengungkapkannya. Evaluasi ini juga bisa membantu kita menilai apa kekurangan diri dan bagaimana cara memperbaikinya.

Setiap kelemahan yang ada bisa diperbaiki dan mampu menjadi kekuatan diri untuk bisa terus berkembang lebih baik serta terus optimalkan kelemahan diri semaksimal mungkin. Pertanyaannya hanya satu, seberapa mampu kita melakukannya dan apakah kita benar-benar bersungguh-sungguh menjalankan niat tersebut.

 

Mengakui Kekurangan Diri Sendiri

Beranikah kita mengakui kekurangan diri kita sendiri? Jika jawabannya, ya, maka kamu punya jiwa yang pemberani dan tidak takut akan kondisi apapun. Berani untuk terus berkembang dan mengembangkan kemampuan dengan terus meningkatkan diri juga tidak mudah putus asa.

Bagaimana caranya? Bergabung dengan komunitas yang mampu membuat kemampuan yang kita miliki bisa terus berkembang lebih baik. Tunjukkan apa yang jadi kelebihanmu dan tidak malu untuk mengungkapkan apa kelemahan yang dimiliki.

Introspeksi atau melakukan muhasabah diri akan membuat kita semakin mengenal siapa diri kita, apa kekurangan yang dimiliki dan mau berusaha memperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi.

Hasil yang didapat nantinya akan semakin meyakinkan diri kita bahwa kelemahan itu bisa terus diperbaiki dengan semangat dan usaha yang gigih. Apakah nantinya akan berhasil seperti yang diharapkan? Yakin bisa selama usaha yang kita lakukan juga penuh dengan kesungguhan. Ya, ini merupakan bentuk optimalkan kelemahan diri yang kita miliki.

Jika jawaban pertanyaannya adalah tidak, maka kamu sudah menikmati kelemahan yang terpendam dalam diri dan tidak ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kesimpulan

Optimalkan kelemahan diri bisa dilakukan oleh siapapun, selama diri kita mau mengakui apa kekurangan yang terpendam. Berkaca pada kelebihan orang lain justru akan membuat diri semakin terpuruk dan menghambat kemampuan yang kita miliki.

Berusaha untuk terus menguatkan kemampuan yang dimiliki dengan melakukan introspeksi diri dan mau menerima kritik juga saran dengan legowo akan membuat kelemahan yang ada semakin menjadikan diri kita lebih baik lagi. Sebaliknya, jika kita hanya mau terus berteman dengan kelemahan maka akan menyurutkan harapan indah yang sebenarnya bisa diraih.

Salam,

 

Share the article :

1 komentar untuk “Optimalkan Kelemahan Diri Untuk Terus Berkembang”

  1. Ping-kembali: Ngeblog: Menjaga Kesehatan Mental Dan Pikiran - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *