Aktif dan Produktif Saat Bulan Puasa

Tips Aktif dan Produktif Saat Bulan Puasa

Ђคll๏ … Saat berpuasa apakah produktivitas kamu tetap optimal seperti hari-hari biasanya? Kondisinya memang berbeda, tetapi bukan berarti kinerja kita saat puasa jadi menurun. Harapannya kondisi kita tetap bisa aktif dan produktif di bulan puasa. Yes. 

Tetap Aktif dan Produktif di Bulan Puasa

Pentingnya menjaga kondisi tubuh bukan hanya untuk mengoptimalkan aktivitas keseharian saja. Terlebih saat bulan puasa. Tubuh tidak mendapatkan asupan selama 11-20 jam. Apakah kondisi ini akan menghalangi kita untuk tetap aktif dan produktif di bulan puasa. Waduh, job bisa jadi terbengkalai jika kita terlena dengan kelemahan kondisi. 

Ada beberapa tips yang bisa membantu kita lebih produktif, yaitu : 

1. Makan Dalam Jumlah Cukup

Aktif dan Produktif di Bulan Puasa

Tubuh membutuhkan nutrisi dalam jumlah cukup. Karbohidrat, protein, lemak juga vitamin dan mineral perlu ada dalam setiap asupan yang kita konsumsi. Kenapa? Karena nutrisi makro tersebut memberikan pengaruh yang besar terhadap keseimbangan tubuh.

  • Karbohidrat merupakan nutrisi pembentukan energi. Zat ini banyak terdapat dalam tepung-tepungan, umbi, beras, makaroni.
  • Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membentuk antibodi, enzim juga hormon dan sebagai sumber energi. Protein terbagi dua, hewani dan nabati. Sumber protein hewani yaitu daging, telur, hati, dll. Sedangkan protein nabati ada pada tempe dan tahu. 
  • Lemak berperan sebagai sumber energi, membantu menyerap vitamin A,D,E, mampu melindungi organ tubuh, juga membuat tubuh tetap hangat. Lemak terdapat dalam mentega, susu, keju, daging merah, telur, zaitun, alpukat, ikan salmon, tuna, hazelnut, juga kacang-kacangan.  
  • Vitamin dan mineral yang terpenuhi dalam jumlah cukup dapat mengoptimalkan fungsi organ tubuh dan melancarkan proses metabolisme. Sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral antara lain sayuran, buah-buahan, daging, telur, ikan, kacang, biji-bijian juga susu.  

Berdasarkan jenis dan fungsi bahan makanan tersebut maka asupan yang bervariasi dan saling melengkapi tentu lebih baik dan membantu metabolisme tubuh lebih optimal. Asupan salah satu nutrisi yang berlebihan akan mempengaruhi keaktifan dan produktif kita. 

2. Atur Waktu Istirahat

Rehat untuk melakukan istirahat penting adanya. Tubuh perlu melakukan istirahat sejenak dari rutinitas yang dilakukan. Waktu istirahat yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam. 

Membiasakan diri tidur larut malam, akan mempengaruhi jumlah waktu istirahat kita. Bagaimana supaya bisa tidur dalam jumlah cukup? Membiasakan diri dan berusaha untuk disiplin terhadap aturan yang sudah dibuat. 

Bangun lebih pagi untuk sahur, memang mempengaruhi waktu tidur kita. Karena itu lebih disarankan untuk tidur lebih cepat dan tidak memaksakan diri tidur larut malam. 

3. Jaga Kondisi Fisik

Jaga Kondisi Fisik

Kondisi fisik yang optimal akan membuat semua pekerjaan yang kita lakukan bisa dituntaskan sesuai waktu yang ditentukan. Kita jadi aktif dan produktif di bulan puasa juga sebelas bulan selebihnya.

Saat berpuasa ada beberapa perubahan dalam rutinitas kita, seperti bangun dini hari untuk sahur juga melakukan salat tarawih setelah berbuka. Saat bekerja pun waktu istirahat juga mengalami pengurangan. 

Boleh jadi perubahan tersebut memengaruhi kondisi tubuh kita pada awal berpuasa. Namun, setelah tubuh terbiasa maka lambat laun mulai membiasakan diri. Berpuasa tidak membuat tubuh jadi lemas karena kurang istirahat atau karena saat bekerja waktu istirahat berkurang. 

Selama kita juga berusaha mengoptimalkan kemampuan untuk tetap memberikan hasil yang terbaik, terhadap semua rutinitas yang dilakukan.

“Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.” ~ Bob Sadino

4. Memaksimalkan Waktu Saat Berpuasa

Saat berpuasa ada beberapa waktu luang yang bisa kita optimalkan, seperti :

  • Jelang berbuka puasa tidak dilakukan dengan duduk diam saja, tetapi bisa melakukan aktivitas pendukung seperti tadarus, cek agenda kerja atau berdoa.
  • Setelah sahur, azan Subuh berkumandang. Nah, saat waktu tersebut biasanya kita merasakan kantuk yang sangat. Bila memperturutkan kondisi tersebut maka saat bangun tubuh kita jadi semakin lemas dan tidak menutup kemungkinan terlambat sampai di tempat kerja. 

5. Rutin Olahraga

Melakukan olahraga yang rutin memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita juga mendukung keaktifan dan produktivitas bulan puasa. Misalnya setelah sahur melakukan olahraga dengan peregangan tubuh juga meningkatkan jumlah oksigen tubuh sehingga kondisi kita jadi lebih bugar, tidak lemas dan mengantuk. 

6. Menyiapkan Menu Takjil

Menu takjil yang enak dan nikmat tentu jadi pilihan. Nah, jelang berpuasa ada baiknya kita menyiapkan menu takjil yang mudah dan praktis untuk memenuhi asupan nutrisi kita. Tidak hanya sekadar rebahan sampai bedug Maghrib berkumandang. 

7. Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan

Melakukan Me Time

Meluangkan waktu untuk melakukan me time akan membantu kondisi tubuh kita lebih rileks dan nyaman. Secara fisik kita melakukan rehat sejenak dari rutinitas yang dikerjakan. Meluangkan waktu untuk melakukan apa yang kita sukai selama beberapa waktu. 

Me time juga membantu kesehatan mental kita, yaitu menjernihkan pikiran, mengurangi terjadinya stres juga membuat diri jadi lebih produktif. Yaitu dapat melakukan aktivitas yang atas keinginan sendiri dan tidak ada gangguan dari orang lain.       

Penutup

Aktif dan produktif di bulan puasa bukan merupakan kendala selagi kita mampu memaksimalkan kondisi sebaik mungkin. Puasa tidak membuat tubuh melemah bila kita mampu mengelola waktu dan pendukung lainnya dengan baik. 

Menjaga asupan nutrisi seoptimal mungkin karena pada dasarnya aktivitas yang dilakukan setiap hari membutuhkan energi yang cukup, agar semuanya dapat berjalan sesuai harapan. Begitu pula dengan waktu istirahat perlu kita jaga sebaik mungkin. 

Tubuh yang sehat, kuat akan membantu kita menuntaskan semua aktivitas yang dilakukan dengan baik dan lancar. Untuk mendukung kondisi tubuh yang optimal kita perlu disiplin terhadap ketentuan yang ada. Nah, sudahkah kita menjaga tubuh kita sebaik mungkin agar tetap bisa terus aktif dan produktif di bulan puasa ini?

Salam,

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *