Seni Menata Hati Dalam Kehidupan

Seni Menata Hati Dalam Kehidupan

Ђคll๏ … Dalam kehidupan ini, apa yang kita alami akan selalu mengalami perubahan. Misalnya hari ini senang, esok marah atau kecewa, lusa menangis. Adanya seni menata hati dalam kehidupan penting adanya. Karena akan mampu mengendalikan diri kita. Jikalau hati senang maka semua yang kita lakukan akan terasa mudah dan ringan. 

Demikian juga saat hati merasa kesal atau marah, maka semua yang ada disekitar kita terasa kurang menyenangkan. Aura panas menjalari tubuh, sampai kepala jadi pening. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Seni Menata Hati Dalam Kehidupan

Nikmat kehidupan yang Allah Swt. berikan begitu banyak dan tak terhingga. Kiranya belum semua dapat kita syukuri dengan sepenuh hati. Masih ada sebersit rasa kurang puas atau kekurangan akan apa yang kita miliki.

Ampuni kami ya Allah. Memang benar rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau menyegarkan. Padahal sebenarnya apa yang kita miliki semua sudah jauh lebih dari cukup dan memuaskan, tetapi kenapa masih saja terasa kurang dan kurang. 

Andaikan rasa syukur selalu ada dalam hati, maka kita akan selalu merasa bahagia. Bisa tersenyum meskipun masih punya hutang. Kondisi kesehatan tetap terjaga meskipun makan seadanya. Tetap bahagia meskipun tinggal di rumah bergang sempit. Semua yang kita hadapi terasa nikmat dan tidak memberatkan. 

Kebahagiaan terletak dalam hati. Penggerak yang mampu mendamaikan jiwa. Bagaimana caranya supaya hati bisa legowo?

Jalanikehidupan

Bersyukur atas semua nikmat

Sang Ilahi memberikan nikmat pada semua hamba-Nya tanpa ada pengecualian. Tidak ada yang diabaikan begitu saja. Hak yang didapatkan sama. Bila memang ada perbedaan, tentu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita juga. Hanya Allah Swt. yang paling mengetahui penyebabnya. 

Bersabar

Siapa sih yang tidak mau hidup dengan penuh kenikmatan? Tentu tidak ada. Namun ujian yang datang sebenarnya bukan untuk menyusahkan, tetapi membuat hamba-Nya menjadi semakin kuat dan dekat dengan Sang Ilahi. Hanya saja godaan yang datang membuat iman tergoyahkan. 

Hingga niat awal yang baik, tiba-tiba berubah menjadi niat buruk dan merugikan orang lain. Akhirnya timbul penyesalan. Sabar memang tidak mudah. Bahkan ada stigma yang mengatakan bahwa sabar ada batasnya. 

Padahal selama nafas dikandung badan, kesabaran hendaknya tidak terputus. Saat merasa diri lemah tak berdaya, mintalah ditambahkan kesabaran kepada Sang Ilahi agar nantinya terus ditambahkan.      

“Sebuah akan menjadi kenikmatan jika kita berhasil menyikapinya dengan syukur, sabar, dan tawakal serta mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian.” ~ Aa Gym

 

Berhusnuzon pada semua yang dialami

Kita tidak akan dapat hidup tanpa kehadiran orang lain. Saat sakit saja kita membutuhkan orang yang mau membantu, apalagi dalam menjalani keseharian kita. Namun tidak dipungkiri orang yang ada disekitar kita belum tentu semuanya berpikiran positif tentang kita. 

Tak apa. Tidak perlu dipikirkan. Hal penting yang kita lakukan adalah berusaha terus berbuat baik dengan sesama dimanapun berada dan tidak menyusahkan. 

Berhusnuzon tidak hanya dilakukan pada sesama, tetapi juga pada Sang Ilahi. Ujian yang datang silih berganti kita jalani dengan tetap tersenyum agar tetap terasa ringan dan mudah mengatasinya. 

Marah akan kehendak-Nya tidak akan menyelesaikan ujian yang kita hadapi. Bisa jadi malah akan menyusahkan kita, karena salah menentukan keputusan. 

Saat ujian datang, mintalah petunjuk dengan terus mendekatkan diri pada Sang Ilahi. Curhatlah kepada-Nya agar hati jadi lebih tenang dan pikiran cemerlang. Memang tidak akan secara langsung ujian akan teratasi, tetapi pikiran jernih dan hati tenang akan mampu membuat kita menemukan solusi yang tepat. 

“Bukankah kesempurnaan kopi itu berasal dari rasa pahitnya? dan sebagaimana sang putih, kopi yang pahit itu membawa pesan bahwa ‘hitampun bisa menjadi sahabat sejati, teman dalam mengarungi pahitnya kehidupan.’ Nikmatnya rasa, nikmatnya keberagaman. Selamat menyusuri pahit dan manisnya kehidupan.” ~ Kang Maman Suherman

 

Menjalin hubungan baik dengan sesama

Nia terlihat kesal bukan kepayang. Tetangga depan rumahnya tiba-tiba diam seribu bahasa padanya. Padahal selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Nia berpikir ada orang yang telah menuduhkan suatu hal kepadanya. Duh, siapa sih yang usil begini?

Tak dipungkiri kalau dalam setiap kejadian kita sering kali melakukan banyak dugaan dahulu sebelum mengkaji lagi duduk permasalahannya. Saat kondisi tenang barulah kita bisa berpikir lebih jernih dan berusaha menghalau pikiran-pikiran negatif yang bermunculan. Hush, sana pergi pikiran negatif.

Jalinan yang indah akan membuat kita saling menyayangi, menghargai dan saling membantu. Tidak sedikit yang akhirnya terjalin persaudaraan. Indahnya seni menata hati dalam kehidupan dengan :

  • Menjaga hubungan yang baik dengan sesama dilakukan dengan cara :
  • Tutur kata yang baik
  • Menjaga perilaku
  • Menjaga penampilan diri
  • Tidak mencampuri urusan orang lain
  • Tidak menuntut sesuatu
  • Menjalin silaturahmi
  • Saling menolong
  • Menjaga tata krama pergaulan
  • Sopan dan saling menghormati  

Menata hati saat jalani kehidupan

Menikmati Masa Kehidupan dengan Kebahagiaan

Di dasar hati kita menyadari bahwa kehidupan yang dijalani saat ini hanyalah sementara waktu. Tidak akan ada yang kekal abadi. Ada kehidupan dan kematian. 

Tuntutan kehidupan yang kita jalani memaksa kita memilih mana yang diinginkan. Pilihan A atau B. Bagaikan dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. 

Si A lebih memilih kehidupan penuh kesederhanaan, karena hatinya terasa lebih tenang. Sebaliknya B memilih jalan lain yang membuatnya mendapatkan pengakuan banyak orang. Bisa dipuji dan disanjung. Meskipun hatinya terasa hampa. 

Pilihan hidup menentukan jalan panjang kehidupan selanjutnya. Apapun yang kita pilih semua akan kembali pada niat masing-masing. 

Baca juga :

Penutup

Seni menata hati dalam kehidupan bertujuan untuk membuat kita bisa selalu tersenyum dan mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan. Menikmati kehidupan bersama sesama dengan penuh rasa bahagia. 

Kehidupan ini indah, maka sayang jika kita melewatkan waktu yang dijalani begitu saja, tanpa ada hal bermakna dalam desah nafas kita. Sedikit kebahagiaan yang kita berikan pada sesama tentu bisa jadi amal baik yang bermanfaat untuk kehidupan kita kelak. Setujukah!

Salam,

Share the article :

11 komentar untuk “Seni Menata Hati Dalam Kehidupan”

  1. dududu adem banget bacanya nih mbak, beneran seni menata hati ini perlu dilatih terus biar hidup tenang dan nyaman. kudu banget berlatih untuk mensyukuri semua nikmat dan berlatih untuk ikhlas biar hati tetap adem..

  2. Arif R (ardintoro.com)

    Bener Mbak, kalau bisa kuasai ilmu Sabar, Sukur dan Tawakal, sudah selesai nggak ada lagi yg namanya mengeluh dg keadaan.

    Tapi secara teori mudah, tapi prakteknya sulit, bahkan super sulit butuh latihan sepanjang hidup.

  3. Husnudzon atau berprasangka baik ini memang penting banget ya Mbak. Apalagi sama Allaah, apapun yang terjadi pada kita entah itu baik atau buruk harus tetap husnudzon karena pasti ada hikmah dibaliknya. Dengan husnudzon juga bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang banyak bersyukur dan atau bersabar

  4. Bersabar masih menjadi PR besar dalam keseharian saya. Sulit sekali mengendalikan amarah dan perasaan cemas di dalam hati ketika rasa tidak nyaman melanda. Mungkin karena ibadah yang kurang. Terima kasih sudah diingatkan untuk terus bersabar dan berbaik sangka.

  5. Masya Allah, entah kenapa pas baca ini hati rasanya adem banget mba. Mungkin, karena relate juga kali ya dengan kondisi saat ini huhu. Berhusnudzon dan sabar ya mbaa, jadi kunci dalam seni menata hati. Fix, mesti dibiasakan terus nih.

  6. Ping-kembali: Emosi Menguasai Diri, Segera Lakukan Hal Ini - UmmiSyifa.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *