Intip 5 Momen Indah Saat Bersama Pandemi

Wuhan, merupakan salah satu kota di China yang menjadi titik pertama kali penyebaran virus Covid-19, yaitu di akhir tahun 2019. Jumlah kasus dari hari ke hari terus bertambah hingga akhirnya menyebar sampai ke beberapa negara dalam waktu yang cukup singkat. Status pandemi pun dikeluarkan untuk memberikan warning pada seluruh dunia akan kondisi saat ini.

Himbauan dan kebijakan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, agar tidak semakin meluas dan kasus tidak terus meningkat. Mata rantai penyebaran berusaha diputus dengan melakukan physical distancing, social distacing, karantina wilayah dan berlanjut dengan pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).  Ada 5 momen indah yang terselip dibalik kondisi pandemi ini.

 

Menjaga kesehatan dan kebersihan

Salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Setelah kita melakukan aktivitas apapun, disarankan untuk mencuci tangan sebanyak 20 detik, tak lupa juga mengenakan masker agar tidak terkena droplet dari orang sekitar kita.

Tak sebatas itu saja, kita juga menerapkan kebersihan untuk diri dan keluarga. Misalnya setelah bepergian, tidak langsung menghampiri anak-anak, tetapi membersihkan diri juga bawaan kita kemudian setelah benar-benar bersih, barulah kumpul dengan anggota keluarga kembali.

Membersihkan sekitar rumah juga kita lakukan dengan menggunakan desinfektan termasuk saat kita menerima paket kiriman. Jadi tidak langsung kita buka, tetapi disemprot desinfektan dahulu, menunggu beberapa saat baru kemudian di buka.

 

Saling berbagi dan memiliki kepedulian

Menghadapi kondisi pandemi ini tentu tidaklah mudah. Setelah mulai diberlakukannya berbagai kebijakan sampai PSBB (Pembatasan Social Berskala Besar), membuat ruang gerak menjadi terbatas, khususnya di sektor ekonomi. Tak sedikit yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena omset perusahaan jauh berkurang dari target, bahkan ada juga usaha yang terpuruk, karena tak sanggup melakukan operasional kembali.

Dilain pihak, tim medis yang terus berjibaku membantu mengatasi kasus yang terus bertambah tentu membutuhkan perjuangan. Keterbatasan stock APD (Alat Pelindung Diri), masker tentu jadi catatan sendiri.

Bagaimana tidak? Alat ini begitu dibutuhkan oleh tim medis dalam menanganan pasien, agar tidak mudah terpapar virus . Maka ketidaksediaan alat ini membuat tim medis berisiko tertular dan memaparkannya pada yang lain ataupun keluarga.

Di balik kondisi berat yang dialami tersebut, kita diajarkan untuk mau berbagi dengan menggalang donasi untuk membantu sesama juga tim medis agar pandemi ini dapat dihadapi bersama-sama. Memang tidak mudah berbagi terlebih disaat kondisi sulit ini. Namun, tidak ada kata tidak mungkin. Masih banyak ternyata yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mau tetap membagikan rezekinya.

 

Bonding keluarga

Menjalankan aktivitas #dirumahsaja hingga berminggu-minggu tentu semakin hari semakin membosankan. Kita yang biasanya bisa bebas menghirup udara segar di luar rumah, tiba-tiba di minta untuk berdiam di rumah sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Homeschooling, work from home, serasa membuat ruang gerak menjadi sempit.

Namun apadaya, ini tetap kita lakukan bersama, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita tidak ingin virus ini terus ada di sekitar kita dan membuat kasus terus meningkat. Laju pergerakan virus ini perlu segera di stop dan musnah.

Karenanya meskipun #dirumahsaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama keluarga. Jika biasanya keluarga hanya dapat berkumpul saat weekend atau acara tertentu, maka saat ini ikatan antara anggota keluarga begitu kuat.

 

Tetap sabar dan selalu happy

Terasa berat dan membosankan dengan situasi saat ini, tentu tak bisa dipungkiri. Namun, yang bisa kita lakukan adalah tetap bersabar dan terus mengikuti himbauan tim kesehatan, agar pandemi ini benar-benar bisa kita lalui dengan baik. Berbagai pihak sudah berjibaku sekuat tenaga menjalankan tugasnya agar virus ini bisa segera teratasi, maka kita perlu mendukung dengan tindakan yang sesuai.

Agar rasa bosan itu bisa terkubur, tetap berusahanya untuk tersenyum, karena senyum itu akan membuat jiwa kita jadi happy. Buang jauh rasa tak nyaman yang ada di jiwa, supaya kita tetap menikmati hari demi hari dengan sukacita.

 

Lebih dekat pada Sang Kuasa

Ini yang begitu dirasakan sekali. Saat hati terasa sedih, gundah dan galau, hanya satu yang bisa membuat kita menjadi lebih tenang, yaitu mendekatkan diri pada Sang Kuasa.

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28)

Ramadan tiba di saat yang tepat dan semua ini terjadi juga atas kehendak-Nya. Meskipun Ramadan kali ini terasa jauh berbeda, bukan berarti kita ingin melewatkan kesempatan bulan penuh berkah ini begitu saja. Amalan ibadah tetap kita jalankan #dirumahsaja dan bersama keluarga. Berdoa untuk meminta pertolongan akan kondisi saat ini dan berharap agar kondisi ini bisa segera berlalu.

 

Momen indah tidak selalu hadir saat kita merasakan kebahagiaan saja, tetapi juga disaat sulit seperti pandemi yang kali ini kita hadapi. Ada hal indah yang kita bisa rasakan selama menghadapai pandemi ini. Suatu yang tak akan kita lupakan begitu saja, akan menjadi memori yang indah suatu hari nanti. Semoga kita mampu mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan terus berusaha menjadi insan yang lebih baik lagi.

 

Salam.

Asih Mufisya

About Asih Mufisya Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

10 komentar di “Intip 5 Momen Indah Saat Bersama Pandemi

  1. Banyak moment ya Mbak. The best moment buat aq adalah bersyukur bahwa Allah Maha Baik, masih memberiku dan seluruh keluarga kesehatan dan kesempatan lebih dekat bersama keluarga. Semangat slalu Mbak.

  2. Dalam masa seperti ini memang cara terbaik yang bisa lakukan adalah menerima keadaan dan yakin pasti ada hikmah baik di balik peristiwa ini. Setuju sangat dengan poin-poin mba di atas.

  3. Pandemi Covid ini benar-benar ada hikmahnya menurut saya khususnya di bidang menjaga kebersihan, dulu jarang sekali cuci tangan kalau sehabis beraktifitas tapi sekarang sedikit-sedikit harus mencuci tangan.

    Itu menandakan bahwa menjaga kesehatan adalah sesuatu hal yang penting untuk kelangsungan kehidupan.

  4. Aamiin… Bagaimana pun Korona ini memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga buat kami juga mbak. Apalagi saat Ramadan ini, terasa mencelos saja hati ini. Semoga segera berakhir Pandemi nya aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas