Spirit Ramadan di Tengah Pandemi

Spirit Ramadan Ditengah Pandemi Dapatkah Terus Optimal

Ħăi …Apa kabar puasa Ramadannya? Sudah ada yang bolongkah? Kalau ditanya soal puasa, rasanya, tuh gimana gitu. Apalagi saat kondisi seperti sekarang, kita butuh spirit Ramadan ditengah pandemi.

Ada kondisi yang berbeda selama kita mengalami masa pandemi ini. Semua rasa yang ada kayak permen nano-nano, aneka rasa jadi satu. Memang, sih, tidak semuanya merasakan kondisi yang sama. Namun, sebagian besar merasakan hal tidak jauh berbeda. 

Hidup Berdampingan dengan Pandemi

Akhir tahun 2019 menjadi sejarah buat kita semua. Kala datangnya virus Covid-19. Kemudian bulan Februari mulai ada banyak kebijakan untuk membantu memutus penyebaran virus ini. Katanya, sih, virus yang datang setiap satu abad memang berbeda. 

Bulan Maret awal dimana kita diminta untuk lebih banyak di rumah saja, termasuk untuk sekolah dan bekerja. Semua aktivitas pokoknya diusahakan bisa dimaksimalkan di rumah. Terus disiplin juga dengan protokol kesehatan. 

Nah, tahun 2020 kita juga merasakan bulan Ramadan dan rasanya tuh, sepi banget. Masjid dan mushola yang biasanya terdengar suara azan berkumandang untuk menjalankan salat wajib jadi terasa sunyi. 

Begitu pun saat salat tarawih. Semua disarankan untuk dilakukan di rumah. Jadinya Ramadan terasa sunyi sepi. Jumlah pasien yang positif memang mengalami peningkatan, tetapi tidak terlalu menanjak tinggi. 

Menikmati hidup berdampingan dengan pandemi memang terasa berat. Bosan melanda karena semua aktivitas dilakukan di rumah. Boleh keluar jika kondisinya memang penting dan semua usia merasakan kondisi yang sama. 

Spirit Ramadan Saat Pandemi Tidak Menurun

Masuk tahun 2021 ini, kondisi ternyata masih belum mengalami perubahan. Namun kita sudah bisa melakukan aktivitas dengan tetap menjaga kedisiplinan, yaitu tidak 5M :

  • Mengenakan masker
  • Menjaga jarak
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Menghindari kerumunan 
  • Mengurangi mobilitas

Spirit Ramadan Tidak Menurun

Tahun ini kita sudah bisa salat lagi di masjid dan mushola, tetapi disesuaikan dengan aturan kesehatan. Aturan 5M terus dilaksanakan tanpa pandang bulu agar dapat memutus penyebaran virus ini.

Kaum muslimin berusaha menjalankan aturan dengan baik karena memang tidak ingin melewatkan momen Ramadan begitu saja. Memang ada juga yang merasa khawatir dan mempertanyakan apakah berpuasa nantinya aman dilakukan di masa pandemi ini. 

Journal of Global Health menjelaskan hasil penelitian Salman Waqar (2021) bahwa berpuasa  Ramadan di masa pandemi tidak meningkatkan angka kematian yang disebabkan oleh virus Covid-19. 

Justru banyak manfaat yang didapat dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan ini, antara lain menurunkan radikal bebas dalam tubuh, membantu regenerasi sel darah putih juga menurunkan sitokin peradangan di darah. Lalu apa efeknya terhadap virus Covid-19? Puasa akan membuat virus Covid-19 mengalami peradangan yang hebat dalam tubuh. 

Ramadan merupakan bulan yang memberikan banyak hikmah untuk kita semua, khususnya kaum muslim. Meskipun pandemi mengubah segala kebiasaan yang pernah kita alami, semua itu tidak menyurutkan semangat dalam dada. Intinya, tidak ingin melewatkan bulan penuh berkah ini berlalu begitu saja.   

Tips Berpuasa Ditengah Pandemi

Semangat yang terus tertanam membuat kita tetap memaksimalkan ibadah yang dilakukan. Tidak hanya sekadar menjalankan puasa saja, tetapi juga melakukan ibadah lainnya. Ada yang melakukan ibadah salat tarawih di masjid, tetapi ada juga yang tetap menjalankan tarawih di rumah seperti tahun lalu. Begitu pula dengan ibadah sunah lainnya.

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan jika kita ingin tetap menjalankan ibadah di masjid, antara lain : 

1. Menjaga Kebersihan Alat Salat

Kemana pun kita bepergian, perlengkapan salat saat ini sudah menjadi bagian penting yang kita bawa. Memastikan bahwa semua perlengkapan salat dalam keadaan bersih dan tidak menggunakan perlengkapan salat yang digunakan secara umum.

2. Menjaga Asupan Makanan

Berpuasa Ditengah Pandemi

Berpuasa membuat kondisi tubuh menjadi lemah, tetapi asupan akan kembali terisi kembali untuk memenuhi kebutuhan tubuh saat berbuka puasa. Penuhi dengan asupan yang sesuai dan tidak berlebihan. Tujuannya agar asupan dapat terserap dengan baik dan tidak memberatkan organ tubuh tertentu. 

Berbuka puasa bukan berarti kita makan sebanyak-banyaknya, tetapi tetap sesuai kemampuan lambung dalam menampung semua yang kita asup. Jumlah yang berlebihan akan membuat perut terasa sakit dan mengganggu konsentrasi saat salat Maghrib. 

Begitu pula saat sahur. Makan sesuai waktunya dan tidak berlebihan. Asupan terpenuhi dengan baik dan ibadah pun dapat kita jalankan semaksimal mungkin. 

3. Terus Disiplin Terhadap Protokol Kesehatan

Pageblug Covid-19 yang masih melanda seluruh dunia. Sudah cukup banyak yang kehilangan nyawa akibat virus ini. Bahkan disaat detik terakhir pun banyak yang tidak dapat mendampingi karena ketatnya protokol kesehatan yang diberlakukan. 

Berbagai upaya sudah dilakukan dengan mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap kondisi yang terjadi. Virus ini benar nyata dan sudah dirasakan banyak orang. Teman, saudara, kerabat yang menjadi pasien positif virus corona. 

Bukan karena mereka tidak disiplin, tetapi karena virus datang disaat yang tidak terduga. Kapan masuk dalam tubuh, siapa pembawa virus tersebut, semua tidak tahu. Ada juga yang sudah menjaga protokol kesehatan, tetapi masih tetap terserang virus ini. Ancaman virus corona ada di sekitar kita.

Spirit Ramadan ditengah pandemi patut terus dijaga dengan disiplin terhadap protokol kesehatan tidak hanya untuk menjaga diri sendiri, tetapi juga berusaha melindungi orang-orang yang kita sayangi. Kita sehat, keluarga sehat juga lingkungan sekitar kita sehat.   

4. Menjaga Kebugaran dengan Rutin Olahraga

Olahraga saat puasa, bagaimana mungkin? Hehe. Iya juga, sih. Ada yang merasa khawatir kalau saat puasa melakukan olahraga maka energinya akan semakin terkuras, jadi lemas dan puasa jadi kurang gairah.

Berbeda dengan orang yang memang sudah terbiasa melakukan olahraga. Mereka sudah membiasakan dirinya dengan gerak tubuh yang membuatnya selalu terlihat sehat dan bugar. Lalu bagaimana agar kita bisa melakukan olahraga dengan aman. 

Lakukan olahraga ringan saja dan waktunya tidak lama. Dokter Alia dari Fitness First menjelaskan bahwa waktu melakukan olahraga yang terbaik adalah sekitar 30-60 menit sebelum buka puasa juga 60 menit setelah melakukan buka puasa. Tujuannya untuk membantu mempermudah rehidrasi.

5. Kesehatan Mental Terus Terjaga

Kesehatan Mental Terjaga

Kesehatan yang selayaknya kita jaga tidak hanya secara fisik saja, tetapi kesehatan mental juga perlu dioptimalkan. Kondisi yang membuat tubuh jadi lebih bergairah dan bersemangat dalam beraktivitas. 

Coba, deh perhatikan. Kalau kita lagi masygul, sengiang, kusut atau patah arang, aktivitas yang kita lakukan bagaimana? Jadi nggak karuan kan. Kenapa? Karena kondisi mental sedang tidak beraturan jadi konsentrasi juga buyar.  

Penutup

Spirit Ramadan ditengah pandemi tak boleh terkalahkan. Pandemi tidak membuat ibadah puasa yang kita jalankan menjadi kendur. Justru sebaliknya pandemi membuat kita semakin mawas diri. 

Kehidupan kita masih berdampingan dengan corona dan entah sampai kapan kondisi ini berlangsung. Pageblug Covid-19 terus menyerang seluruh umat manusia. Datangnya Ramadan memberikan penyegaran bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Ilahi.

Kehidupan ini memang tidak akan abadi dan salah satu cara bersyukur akan semua nikmat hidup adalah melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Hati akan menjadi lebih tenang dan tentram dalam menghadapi evokasi dalam kehidupan ini. 

Salam,

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *