Inspirasi

Doa & Harapanku Jelang Akhir Ramadan

Ramadan kareeem. Bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Bulan yang berbeda dengan bulan lainnya. Sebulan berpuasa dan melakukan banyak amalan ibadah untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Ilahi. Berserah dan meminta kebaikan dalam kehidupan ini.

Berharap dosa yang pernah dilakukan juga khilaf yang diperbuat, bisa luruh dan selanjutnya mampu menjadi insan yang lebih baik lagi. Kehidupan ini memang penuh dengan ujian dan godaan sehingga membuat kita mudah tergelincir. Doa apa yang dipanjatkan saat bulan Ramadan ini?

Berharap pandemi segera berlalu

Ya Allah … Kami bersyukur sekali dapat menghirup udara Ramadan tahun ini, yaitu saat kami sedang menghadapi pandemi Covid-19. Namun, hal yang biasanya kami lakukan, saat ini hanya bisa kami laksanakan #dirumahsaja, sehingga membuat suasana Ramadan ini menjadi sepi.

Masjid yang biasanya ramai sepanjang hari, saat ini terasa sunyi bahkan tak luput juga di 10 hari terakhir. Tak terlihat orang yang sigap ke masjid, surau atapun mushola untuk segera menunaikan salat tarawih. Tak ada anak-anak yang ramai berlarian juga saling mendahului agar bisa sampai di masjid lebih dahulu.

Kami ingin pandemi ini segera berlalu. Hikmah yang kami dapatkan selama masa pandemi semoga menjadikan kami insan yang lebih baik lagi. Lebih memiliki kepedulian, selalu menjaga kebersihan dan lebih bersyukur akan nikmat yang selalu Engkau berikan.

Menjadi insan yang lebih baik

Ya Allah … Kami memang sedih dengan datangnya pandemi ini. Namun ternyata di balik kejadian ini, ada banyak hikmah yang kami dapatkan.

Kau, mengajarkan kami untuk bisa berbagi dengan sesama tanpa memandang warna kulit, jabatan juga status sosial. Semuanya adalah sama.

Kau, ingatkan agar kami selalu menjaga kebersihan karena bersih sebagian dari iman. Kau, tegur kami bahwa dalam kehidupan ini manusia membutuhkan sesamanya untuk menjalin persaudaran, terutama dengan orang yang ada di sekitar dengan saling tolong-menolong.

Kau, bimbing kami untuk menjaga ikatan yang kuat antar anggota keluarga, dengan saling menyayangi, memahami dan saling bantu.

Jadi umat yang istikamah

Ya Allah … Ibadah yang kami lakukan masih jauh dari kurang, karena kami adalah insan yang lemah dan mudah goyah. Keterlenaan kami membuat ibadah yang kami lakukan kurang konsisten. Terkadang keimanan itu begitu kuat, tetapi adanya godaan membuatnya jadi menurun.

Memang tidak ada insan yang sempurna. Namun, kami ingin amalan yang kami lakukan dari hari ke hari bisa terus lebih baik. Terjaga keistikamahannya. Ikatkan kami dengan orang-orang yang salih agar kami bisa terus diingatkan bila melakukan kesalahan. Jangan jadikan kami insan yang merugi juga lalai terhadap nikmat yang telah Engkau berikan.

Bertemu kembali Ramadan mendatang

Ya Allah … Hari demi hari berjalan dan tanpa dirasa saat ini sudah jelang akhir Ramadan. Serasa ada kesedihan dalam hati ini. Sedih karena Ramadan cepat berlalu. Sedih dan bertanya, akankah kami bisa bersua dengan Ramadan mendatang. Kami berharap bisa bertemu lagi di Ramadan selanjutnya. Namun, bagaimana bila tidak? Berarti ini adalah Ramadan terakhir.

Ya Allah … Amalan ibadah yang kami perbuat masih jauh dari kesempurnaan karena memang tidak ada yang sempurna. Namun, lebih banyak hal buruk yang kami perbuat dibandingkan dengan kebaikannya. Bahkan saat Ramadan tiba, kami kurang memaksimalkannya. Kami sering kali lalai. Ampuni kami Ya Allah … Tunjukkan selalu kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi. Bukan ke arah jalan yang sesat. Bimbinglah kami selalu agar bisa menjadi insan yang Engkau cintai dan kembali kepada-Mu dengan husnul khotimah.

Aamiin ya rabbal ‘alamin …

 

Salam,

 

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *