Momen Lebaran yang Berkesan

7 Momen Lebaran Paling Berkesan dan Dirindukan

Ђคll๏ …Sebulan menjalani ibadah puasa rasanya begitu cepat berlalu. Malam terakhir sahur, suasana esok harinya sudah terasa berbeda. Ya, aroma bulan Syawal mulai tercium dan momen lebaran yang berkesan mulai menyapa kaum muslimin. 

Dua tahun terakhir ini (tahun 2020-2021) memang jadi momen lebaran yang berbeda. Kondisi pandemi yang masih ada di sekitar kita, tak dipungkiri mempengaruhi suasana bulan puasa Ramadan dan lebaran.

Meskipun demikian, kita semua tetap berusaha untuk selalu tersenyum dan bersemangat menjalani hari demi hari. Hapus kegundahan dan kesedihan yang dirasa, kemudian sambut semaraknya bulan Syawal dengan berbagai hal yang menyenangkan, diantaranya :

1. Takbiran

Di hari akhir Ramadan setelah azan Maghrib dan berbuka puasa, umat muslim akan segera mengumandangkan takbir. Ya, akan terdengar takbir mursal yaitu takbir yang bukan menandakan waktu salat. Masjid, surau dan mushola mengumandangkan secara bersamaan. 

“Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.”

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. 

Sebelum masa pandemi datang, takbiran tidak hanya dikumandangkan di mushola atau masjid saja. Mulai dari anak-anak, pemuda juga para orang tua menyambut malam ini dengan penuh sukacita. 

Takbiran Saat Lebaran

Para ibu bertakbir di rumah, sedangkan kaum pemuda dan anak-anak ada yang keliling sambil membawa obor. Mereka mengumandangkan takbir sambil memukul bedug dan mengitari sekitar rumah. 

Apakah berlangsung sampai pagi? Tidak, karena esok harinya perlu menyiapkan diri untuk melakukan salat Id. Maka takbiran berlangsung hingga tengah malam, kemudian istirahat dan esok hari jelang Subuh melakukan takbir kembali. 

2. Berjabat Tangan

Kumandang azan menandakan bahwa kaum muslimin sudah menyelesaikan puasa Ramadan sebulan penuh dan esok hari akan melakukan salat Id. 1 Syawal merupakan perayaan hari yang fitri. 

Saling Bermaafan Sambut Lebaran

Salat sunah Id hanya dilakukan dua kali dalam setahun dan menjadi momen yang membahagiakan. Bagaimana tidak, kita akan berkumpul bersama dengan sesama muslim untuk melakukan ibadah salat berjamaah. 

Usai salat saling berjabat tangan, bermaafan akan segala perbuatan salah yang sudah dilakukan, baik disengaja ataupun tidak. Senyum yang memancar menandakan kebahagiaan dari hati yang paling dalam.

Kita semua adalah sama dan di hari nan fitri ini kita berusaha meleburkan segala kesalahan. Menyatukan hati dan rasa yang menandakan bahwa kita adalah sama. Ya, sama-sama insan yang sering melakukan kesalahan baik sengaja atau tidak. 

Momen lebaran yang berkesan adalah saat mampu saling memaafkan. Ucapan maaf menunjukkan bahwa kita semua ingin menjadi insan yang lebih baik lagi. Mampu menerima maaf untuk saling menyayangi dan menghargai satu sama lain. Kita adalah insan yang penuh kasih, berusaha saling memberi dan menerima dengan lapang dada. 

3. Silaturahmi

Sebagai insan sosial, kita membutuhkan rasa saling menyayangi dengan sesama. Berbagi dan saling bersilaturahmi untuk menguatkan rasa dalam jiwa. Ya, bersilaturahmi akan membuat ikatan persaudaraan jadi semakin kuat. 

Mempererat hubungan yang tadinya biasa jadi saling berbagi. Menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki satu sama lain. Menjalin hubungan tidak sebatas pada saling sapa, tetapi juga bisa memperluas jaringan usaha.

Bersilaturahmi sebenarnya tidak hanya dilakukan saat momen lebaran saja, tetapi bisa dilakukan kapan pun. Namun, saat lebaran bersilaturahmi dilakukan untuk saling membuka hati, memaafkan dengan penuh lapang dada dan memperkuat ikatan yang sudah terjalin menjadi lebih indah.   

4. Makan Sajian Lebaran

Sajian Lebaran yang Dinanti

Momen lebaran yang berkesan tak lengkap rasanya jika tidak ada sajian istimewa yang menggugah selera. Ketupat lebaran, opor ayam, rendang daging juga sayur ketupat plus kerupuk atau emping.

Sajian ini biasanya sudah mulai bisa disantap saat malam hari atau sebelum suara takbiran berkumandang. Tidak sedikit para ibu yang sudah mempersiapkan sajiannya sejak siang hari. Para ibu berburu ketupat di hari sebelumnya kemudian mengisi dan memasaknya hingga matang. 

Penjaja ketupat pun sudah bersiap diri di pasar sejak beberapa sebelum suara takbiran bergema. Semua menjajakan ketupat buatannya dengan harga yang fantastik agar tidak kalah saing dengan pedagang lainnya. 

Pasar jadi lebih ramai dari hari biasanya. Semua pedagang diburu para ibu, tanpa terkecuali. Ya, semua mendapatkan rezeki Ramadan yang merata. Namun ada juga yang menjual ketupat dan sayurannya secara lengkap, dan orang-orang bisa melakukan PO jauh hari sebelumnya.  

5. Amplop Lebaran

Momen Lebaran Paling Berkesan

Lebaran disambut penuh suka cita oleh anak-anak. Mereka berlarian ke sana kemari dengan penuh keceriaan dan di kantong baju terlihat ada banyak amplop. Ya, mereka mendapatkan amplop lebaran. 

Ada yang bergambar upin ipin, orang yang bermaafan, ketupat lebaran atau amplop kecil putih. Bahkan ada juga yang tidak menggunakan amplop. Momen lebaran yang berkesan ini memang jadi bagian yang mereka nantikan. Mereka mendapatkan amplop kebahagiaan. 

Namun, tidak hanya amplop yang mereka terima. Ada juga yang mendapatkan camilan tertentu. Misalnya dapat permen, agar-agar, atau minuman dingin. Alhasil semua mendapatkan keberkahan dan ini adalah rezeki anak soleh.   

6. Baju Baru

Seorang anak menangis di sebuah mall, minta dibelikan baju yang diinginkannya. Karena uang yang dimiliki orang tuanya tidak mencukupi, maka sang ibu mengajak anaknya untuk mencari model baju di toko yang lain. 

Namun, sang anak tidak mau dan memaksa ibu untuk tetap membelikan baju yang dimaunya tersebut. Bujuk rayu pun dilakukan agar sang anak mau menuruti apa yang disampaikan ibunya. 

Bersyukur, usaha sang ibu berhasil. Hati anak itu pun luluh dan mau meninggalkan toko tersebut untuk mencari baju di toko yang lain dengan harga yang lebih terjangkau. 

Baju Lebaran Anak

Lebaran memang sering kali diidentikkan dengan menggunakan baju baru. Padahal sejatinya tidaklah demikian. Baju baru bisa dibeli kapan pun tidak hanya saat momen lebaran saja. Jika memang memiliki rezeki yang lebih maka boleh saja membeli baju baru. 

Namun, bila kondisi keuangan sedang tidak mendukung maka orang tua bisa memberikan pengertian kepada anak-anak agar mereka juga bisa memahami bagaimana keadaan orang tua. Tidak memaksakan diri untuk memenuhi semua keinginan anak-anaknya.  

7. Mudik

Lebaran kurang lengkap jika kita tidak kumpul bersama keluarga. Seminggu sebelum lebaran tiba, banyak yang mempersiapkan diri untuk segera melakukan mudik. Bahkan tidak sedikit yang sudah melakukan persiapan sejak beberapa bulan sebelum lebaran.

Membeli tiket kendaraan, mempersiapkan bawaan yang diperlukan selama perjalanan, membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga, tidak lupa juga amplop lebaran. Untuk melakukan perjalanan jauh ini memang butuh persiapan yang matang. 

Ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan juga, seperti berapa lama perjalanan yang akan ditempuh juga lamanya liburan lebaran yang akan dijalani. Selain itu juga memperhitungkan biaya, akomodasi, dan lain-lain. 

Persiapan yang matang dan terencana tentu akan membuat semua planning yang ditentukan berjalan sesuai harapan. Termasuk juga untuk menjaga anggaran agar tetap terkendali. 

Penutup

Momen lebaran yang berkesan akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Ada yang membuat diri tersenyum, tertawa juga ada keharuan. Anak-anak bahagia karena mendapatkan makanan enak sesuai keinginan juga amplop lebaran. 

Bagi orang dewasa, lebaran merupakan momen kebersamaan dengan semua orang yang kita sayangi dengan saling memaafkan dan bersilaturahmi. Semua berusaha mengisi hari nan fitri ini dengan penuh rasa kasih sayang. 

Suasana jadi lebih lengkap dengan adanya sajian lebaran yang enak dan nikmat. Mulai dari camilan manis, gurih dan renyah sampai ketupat lebaran, opor juga rendang. Alhamdulillah atas semua nikmat yang Allah SWT. limpahkan. Semoga semua nikmat ini tidak membuat kita terlena, tetapi mampu terus bersyukur dan berbagi dengan sesama juga. Insya Allah. 

 

Salam,

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *