Lifestyle

Siapkah Kembali Sekolah Saat Pandemi

Siapkah kembali sekolah

Hai … Hai … Masa new normal, siapkah kembali ke sekolah kembali? Mulainya diberlakukan kondisi new normal setelah selama 3 bulan melakukan aktivitas di rumah saja tentu menjadi satu kebahagiaan. Banyak yang beranggapan bahwa kita dapat melakukan aktivitas kembali seperti sebelumnya. Sekolah, bekerja juga melakukan aktivitas di luar rumah lainnya dengan bebas, seperti saat sebelum masa pandemi.

Namun, ternyata tidak semudah itu melakukan perubahan ke arah tatanan kehidupan baru pasca pandemi. Ada banyak hal yang menjadi kekhawatiran juga ada hal yang perlu mendapatkan perhatian banyak pihak. Masa pandemi ini belum berakhir. Hal yang menjadi kekhawatiran orang tua saat menghadapi masa new normal ini adalah keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Masa new normal ini, kembali ke sekolah?

Masa pandemi belum berakhir

Berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 mencatat penambahan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif hari Rabu, 10 Juni 2020 sebanyak 1.241 orang dan hari Kamis, 11 Juni 2020 sebanyak 979 orang, sehingga total jumlah kasus sebanyak 35.295 orang.

Angka ini menunjukkan masih adanya resiko terhadap penyebaran virus ini. Kondisi masih belum dinyatakan aman sehingga himbauan untuk tetap di rumah saja masih terus diberlakukan. Bila nantinya kurva semakin menurun dan angka yang terkonfirmasi positif semakin berkurang maka barulah secara bertahap kita bisa melakukan aktivitas kembali di luar rumah dengan aman dan terus produktif.

Siapkah anak-anak kembali ke sekolah

Siapkah Kembali ke Sekolah

“Ma, kapan aku bisa sekolah lagi? Aku pengin bisa sekolah kayak dulu itu, asyik belajar bareng teman-teman?”

Kembali sekolah. Rindu kebersamaan dengan guru dan teman-teman. Belajar, bermain juga makan bersama. Berbulan-bulan di rumah memang menimbulkan kejenuhan dan memendam rindu tak tertahankan akan rutinitas yang dilakukan di sekolah.

Namun, anak pun memiliki hak untuk terjaga kesehatannya. Wajarlah bila orang tua langsung merasa khawatir akan adanya aktivitas kembali di sekolah dengan adanya perubahan tatanan kehidupan saat pandemi ini, masa new normal.

Bukan hal yang mudah membiarkan anak berbaur dan bebas bermain dengan siapapun selama berada di luar rumah selama masa pandemi ini masih berlangsung. Saya sebagai seorang ibu pun langsung merasa protes saat mendengar akan segera diberlakukan masa new normal ini. Merasa bahwa anak-anak belum bisa dibiarkan berada di luar rumah dengan aktivitas seperti sebelumnya.

Ternyata, banyak pihak yang memiliki pemikiran yang sama dengan para orang tua. IDAI selaku pemerhati kesehatan anak-anak pun angkat bicara dan menyampaikan bahwa sekolah tidak akan di mulai jika kondisi belum dinyatakan benar-benar aman. Pemda DKI pun mengiyakan hal tersebut. Alhamdulillah ada setitik kesegaran di saat kondisi ini.

 

Baca : Yuk, lakukan ini untuk lawan covid-19

Covid-19 inilah fenomena dan harapannya

 

Kumpul dan bermain bersama

Kembali sekolah memang jadi bagian yang dinantikan, tetapi kondisi saat ini masih belum memungkinkan sehingga orang tualah yang berperan banyak untuk membantu proses belajar selama di rumah saja. Dunia anak adalah bermain dan mengeksplorasi apa yang diinginkannya dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Letih tak akan dirasakan saat bermain dan berkumpul dengan teman-temannya.

Tak ada batas antara mereka karena bisa bebas bermain dengan siapa saja yang di kenal. Semuanya mengalir begitu indah dan penuh keakraban. Inilah dunia anak yang polos dan penuh makna. Tidak ada yang membedakan antara satu dengan lainnya, yang terjalin adalah kebersamaan. Namun, saat semua aktivitas beralih di rumah saja, maka bermainpun jadi berpindah. Tidak ramai dan penuh warna seperti sebelumnya lagi.

Meski begitu mereka juga bisa memahami akan kondisi yang ada. Bila orang tua memberikan penjelasan dengan bahasa yang mereka mengerti, maka akan membantu mereka mengetahui situasi yang saat ini terjadi. Di kala bosan atau jenuh, orang tua pun berusaha memberikan semangat baru dengan mengajak bermain atau membuat makanan kesukaannya.

 

Pandemi ini kita hadapi secara bersama. Semua berharap pandemi ini bisa segera berlalu. Namun, apa jadinya bila kondisi itu belum datang juga hingga kini. Tentu bukan keputusasaan yang diharapkan, karena hari esok matahari  akan bersinar kembali. Berarti harapan itu masih tetap ada, selama kita mau terus bersatu bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Kembali sekolah memang dirindukan, tetapi kesehatan bersama tetap jauh lebih penting untuk semuanya. Status new normal lebih untuk menjaga ketahanan kesehatan juga keberlangsungan sosial ekonomi. Bukan menunjukkan kita bisa melakukan segala hal dengan bebas seperti sebelumnya. Tetap ada aturan yang sebaiknya tidak kita langgar agar rantai penyebaran virus ini tidak terus bertambah.

 

Salam,

 

 

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

(36) Komentar

  1. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap new normal ini balik lagi ke masa sebelum ada pandemi. Banyak yang saya temui di jalan santai aja tanpa masker, bahkan boncengin anaknya yang masih kecil

    1. Betul, seperti beberapa hari lalu saat saya keluar rumah.
      Jalanan mulai ramai dan ada banyak orang yang tidak mengenakan masker. Sedihnya.

  2. Mutia Ramadhani menulis:

    Abis baca judulnya saya langsung lugas menjawab GAK SIAAAAAAP. Wkwkwk. Di luar negeri saja sekolah 1-2 hari dibuka udha langsung ada korban anak. Apalagi di Surabaya tempat saya tinggal sekarang yg angka korban covidnya tertinggi nasional. Duh gak kuku.

    1. Setuju Mbak. Saya pun begitu. Tidak setuju kalau sekolah di buka lagi dalam waktu dekat.
      Semoga kita dan keluarga selalu terjaga dari pandemi ini.

  3. Lintang menulis:

    Belum sepenuhnya siaaapp. Emang sih anak-anak kangen sekolah, temen, main. Tapi ngga sekolah juga tetep aja main sama tetangga2 sekitar rumah :p. Meskipun katanya new normal, tetep kesehatan harus diutamakan.

    1. Menjaga kesehatan tetap jauh lebih penting, apalagi pandemi masih berlangsung sampai saat ini. Jadi belum aman.

  4. Iya mbak, keponakan saya juga katanya ingin kembali sekolah. Mungkin karena sudah bosan dirumah. Kalau di sekolah kan banyak temannya, belajarpun jadi lebih mengasyikkan.

    1. Pastinya memang bosan Mbak karena sudah sekian bulan mereka belajar di rumah saja.

  5. Aku memilih anak-anak tetap di rumah dulu. Tanggungjawabku sebagai orangtua besar. Bagaimana bentuk pertanggungjawaban kepada Allah jika terjadi sesuatu? Naudzbillahi min dzalik. Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat.

    Anak sulung sudah kangen sekolah, anak bungsu maunya malah di rumah. Meski tugas ibu nanti kembali jungkir balik seperti kemarin, nggak apa-apa. Kesehatan tetap yang utama.

    1. Setuju Mbak. saya pun belum setuju kalau anak-anak bersekolah lagi, meskipun sudah kangen dengan teman-temannya. Kondisi di luar belum aman untuk mereka.

      Aamiin. Semoga kita semoga mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

  6. Ngga siaaap 🙁
    Apalagi kasus Jawa Timur masih tinggi banget kak. Jadi memang udah paling pas kayaknya nunggu tahun depan. Duh, speechless deh

    1. Sebenarnya menunggu sampai tahun depan masih lumayan lama, tetapi kita semua memang diminta untuk memperbanyak kesabaran dengan kondisi saat ini.

  7. Di Korea Selatan sana aja yang udah bisa mengendalikan Covid-19, langsung buru-buru nutup sekolah lagi pas ada kasus baru. Sekolah emang bisa jadi cluster yang gede soalnya, cemas. Apalagi masih banyak orang Indonesia yang belum tahu bahaya corona dan protokol kesehatan yang tepat, selamat berjuang ya teman-temanku yang udah jadi orangtua, semoga kita semua dijauhkan dari Covid-19

    1. Aamiin.
      Betul yang paling khawatir adalah para orang tua. Apa yang terjadi di negara lain bisa dijadikan sebagai pembelajaran berharga.

  8. Fide menulis:

    “Kapan mulai sekolah buk? Kami rindu sekolah.” Itulah pertanyaan yang sama ditujukan kepada saya dari siswa tercinta. Memang berat, Dengan situasi sekarang ini pemerintah mengambil kebijakan. Kalau saya pribadi, saya lebih khawatir jika si Abang pergi sekolah. Kesehatan lebih utama dari segalanya.

    1. Setuju. Kesehatan dan keselamatan jauh lebih utama. Untuk belajar mereka tetap bisa kita bantu selama di rumah, meski dengan suasana yang berbeda, tetapi mereka tetap aman dan nyaman.

  9. Rasanya aku pun belum siap melepas anak ke sekolah mba.. padahal si anak udah kangen banget ke sekolah. Cuma bisa berdoa agar segera berakhir virus ini Mba sekalian meningkatkan imunitas keluarga

    1. Saya pun begitu Mbak. Pokoknya anak-anak belum bisa untuk masuk sekolah saat ini. Perlu bersabar sampai kondisi benar-benar aman dahulu.

  10. Lebih baik mencegah deh daripada mengobati. Kasian kan kl anak² kena kita jg yg sedih, para ortu meningkatkan kemampuannya utk mendampingi anaknya belajar di rumah

    1. Kesehatan tentu jauh lebih mahal dan berharga. Untuk sekolah akan bisa dibantu bersama orang tua di rumah.

  11. Pastinya semua merasa khawatir. Karena anak-anak adalah generasi penerus keluarga.
    Aamiin. Harapan kita semua, pandemi segera berakhir.

  12. Saya lebih memilih sekolah kembali tahun depan saja, dengan kondisi yang sudah jauh lebih baik.

  13. Andayani Rhani menulis:

    Sedih banget melihat kondisi ini yang semakin hari semakin banyak kasus bertambah lagi, nggak cuma perekonomian saja yang lesu tapi anak-anak dan orang dewasa juga. Semoga wabah pandemi ini bisa segera berakhir ya mbak

    1. Aamiin. Pandemi ini memang meluluhkan perekonomian dan semua lapisan merasakan kondisi yang sama.

  14. Iya nih mbak, kesehatan adalah yang utama. Apalagi virus ini juga gak pandang bulu , termasuk bs nyerang anak2. Untuk taun ini aku pilih dirumah dulu belajarnya sampe semua membaik dan aman melepas anak2.

    1. Setuju Mbak. Diriku pun begitu. Menunggu kondisi benar-benar aman baru mengijinkan anak-anak sekolah lagi.

  15. SAya belum siap melepas anak sekolah Mbak.
    Tapi tahun ini mereka masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Yang satu pengen masuk SMK, satunya lagi MTS. Entah bagaimana nanti sistem sekolah mereka.

    1. Sama kok Mbak. Kondisi di luar masih belum aman untuk anak-anak sekolah lagi.

  16. kalau saya cari aman mba, nunggu reda hehe. ponakan saya sampai enggak jadi masuk TK, karena pandeminya masih belum berakhir juga. jadi yaudah tahun depan aja lgs SD. abisan ngerih juga ya mba kalo masih pandemi begini. makasih mba sharinngya.

    1. Semua orang tua memang masih khawatir dengan kondisi sekarang. Jumlah yang positif juga masih terus bertambah.

  17. Kekhawatiran sepertinya dirasakan oleh hampir semua ibu yang memiliki anak sekolah. Itu yang saya rasakan ketika berada di grup WhatsApp. Para orang tua yang belum rela melepas anaknya ke sekolah dalma kondisi begini. Semoga ujian ini segera berlalu.

    1. Pastinya Mbak, apalagi melepas anak-anak di luar rumah, uuuu takut juga.
      Aamiin. Semoga pandemi segera berlalu.

  18. Masruhin menulis:

    Sekolah yg zona hijau yg baru boleh melaksanakan kegiatan belajar tatap muka. Itu pun hak bisa langsung masuk seperti biasa. Yg zona merah tetap KBM daring. Semoga segera berakhir ya masa pandemi nya

    1. Meski masuk zona hijau, tetap harus berhati-hati. Jadi untuk sekolah lagi perlu persiapan yang matang.

  19. […] Baca : Siapkah kembali sekolah saat pandemi […]

  20. […]             Siapkah kembali sekolah saat pandemi […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *