Lifestyle

Menikmati Pandemi Bersama Channel Favorit

Helo … Channel apa yang sering kamu buka? Eehm apa ya! Kalau di tanya ini saya jadi bingung sendiri, karena sebenarnya yang sering buka channel adalah anak-anak, hehe. Maklumlah di tengah kondisi #dirumahsaja, anak-anak juga butuh suatu hal yang menyenangkan, perlu ada variasilah dalam kesehariannya. Bosan kalau diminta untuk diam di rumah terus tanpa ada hal yang menarik perhatiannya.

Jadi nggak salahkan kalau anak-anak tetap diberikan kesempatan untuk melihat apa yang menjadi kesukaannya, padahal sih sebelum datangnya Covid-19, saya agak  strik untuk penggunaan gadget. Ya, bukan berarti saat ini mereka jadi lebih bebas, tetapi ada tambahan sedikit waktu dari biasanya dan tetap dalam pengawasan.

 

Kemajuan dunia digital

Lagi-lagi dampak kemajuan dunia digital, semua mulai memahami dan terus mengembangkan kemampuan di berbagai channel dan social media. Semuanya mudah dijangkau dengan cepat dan dekat. Dunia digital bikin semuanya jadi melek teknologi, termasuk juga orang tua, agar tetap dapat memantau apa yang dilakukan anak-anaknya. Meskipun tidak semua perbuatan anak akan tampak di mata orang tua.

Salah satu sisi positif dari kemajuan teknologi adalah membuat generasi muda menjadi kreatif dan inovatif. Ada saja terobosan baru hasil karya anak bangsa, seperti menjadi youtuber, vlogger, blogger, dan masih banyak kreativitas lainnya. Berdasarkan data Statista Maret 2019 databoks.katadata.co.id, Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia, yaitu 143, 26 juta. Platform media sosial yang banyak di gunakan adalah you tube 88%, whatsapp 84%, facebook 82%, dan instagram 79%. Woow ya. Anak muda memang perlu terus berkarya dengan hasil yang bermanfaat. Masa depan negeri ini tergantung pada generasi mudah yang tangguh, handal dan berbudi pekerti tentunya.

Selain sisi positif, tentu ada sisi negatifnya dan ini yang perlu di sikapi dengan bijak. Maksudnya kita tidak mendekati area yang negatif dan bila ada yang sudah masuk sebaiknya tidak terus dilanjutkan karena akan membuat ketergantungan nantinya. Uups kayak narkoba ya. Begitu deh. Karenanya kita perlu berhati-hati.

 

Film animasi anak

Dunia anak penuh dengan keceriaan membuatnya menyukai berbagai hal yang menyenangkan dan menarik perhatian. Salah satunya kesukaan pada film animasi, seperti serial Nussa Rara, Upin Ipin, Diva, Masha n The Bears, dan masih banyak lagi. Untuk yang saya sebutkan itu adalah kesukaan anakku. Hehe.

Bosan dengan Upin Ipin, pindah ke Nussa Rara. Nonton Marsha n The Bears sebentar kemudian pindah ke Diva. Selain menikmati keseruan film animasi di you tube, anakku juga menikmati serial anak melalui TV, lagi-lagi dengan Upin Ipin, Tayo, Shifa, dll. Tentu saja tidak seharian anak-anak menikmati channel kesukaan mereka. Ada waktunya mereka akan bermain dengan kami, orang tuanya atau menikmati bermain dengan benda kesukaannya. Meski film animasi ini jadi kesukaan anak-anak, tak jarang orang tua ataupun orang dewasa juga menyukai hal yang sama. Kisahnya sederhana dan menarik perhatian sih, dengan peran karakter yang kadang bikin gemes.

 

Channel tutorial masak

Selain anak-anak yang mempunyai channel sendiri, sesekali saya juga menikmati hal yang sama melalui you tube dan channel yang saya pilih yaitu Teras Dakwah dan tutorial memasak dari Nikmatul Rosidah. Meskipun ada notifikasi terbaru dari channel tersebut, tetapi tidak setiap hari saya menyimaknya.

Channel memasaknya saya pilih yang mudah di buat dan bahan yang dibutuhkan juga tidak ribet. Jadi memudahkan saya saat membuatnya. Sedangkan channel dakwah yang saya pilih, sebagai bentuk pengingat diri karena kita saat ini berstatus #dirumahsaja, jadi perlu donk kajian yang menyegarkan jiwa.

 

Menikmati masa #dirumahsaja tentu membutuhkan variasi kegiatan yang mampu menyegarkan pikiran ataupun mampu menambah wawasan baru agar apa yang kita lakukan  tidak terasa ambyar. Anak-anak dengan channel dunia animasinya, sedangkan untuk remaja dan dewasa bisa dengan channel yang sesuai dengan kesukaan dan sebaiknya dengan waktu yang tidak berlebihan agar tidak membuat kita terlena juga lalai untuk melakukan kegiatan lainnya.

Channel pendukung yang kita nikmati hendaknya bisa memberikan penyegaran yang bermanfaat, bukan kesenangan semata, karena  sayang rasanya jika kita membayar untuk suatu hal yang sia-sia. Seperti anak-anak bisa tetap tersenyum bahagia dan menikmati hari demi harinya dan melakukan segalanya dengan pengawasan orang tua.

 

Salam.

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *