Jelang Lebaran, Siasati Kondisi di Tengah Pandemi

Hai … Hari demi hari berjalan dan tak terasa Ramadan sudah masuk Minggu ke tiga, hari ke 18. Rasanya cepat sekali. Apakah Ramadan ini sudah berjalan sesuai harapan kita? Tahun ini memang menjadi Ramadan yang jauh berbeda dari sebelumnya, bahkan meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Banyak yang menyimpan kerinduan akan suasana Ramadan tahun lalu. Semarak di masjid, surau ataupun mushola. Mulai dari anak-anak sampai orang tua, semua ikut berpartisipasi menyemarakkan Ramadan. Begitupun menyiapkan berbagai keperluan jelang lebaran, mulai untuk diri sendiri juga keluarga.

 

Kondisi yang berbeda

Ramadan tahun ini memang berbeda. Pandemi membuat semuanya jadi berubah, termasuk untuk melakukan ibadah di masjid. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 kita di himbau untuk melakukan ibadah di rumah, termasuk salat tarawih. Anak-anak yang biasanya ramai dengan sukarianya, saat ini lebih banyak berdiam #dirumahsaja.

Kondisi yang saat ini terjadi yaitu ada sebagian kita yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk berdonasi dengan sesama, tim medis yang terus berjuang menangani pandemi, ada yang di PHK, usahanya tidak berjalan, simpanan keuangan yang semakin menipis, dll. Ya, pandemi ini menjadi ujian buat kita semua.

 

Pakaian baru VS pakaian lama

Lebaran dan lebaran. Perlukah lebaran identik dengan baju baru atau semua yang serba baru? Tentu tidak. Pakaian baru dianggap sebagai bentuk kebahagiaan karena sudah menjalan bulan ramadan sebulan penuh, tetapi bentuk kebahagiaan bisa disampaikan dengan kondisi yang lain, seperti terus menjaga ibadah yang sudah dijalankan selama ramadan dengan penuh keistikamahan di hari-hari dan bulan selanjutnya,

Pakaian hanyalah sebuah bentuk, sedangkan ibadah bisa terus dirasakan kapanpun. Bila memang rezekinya mencukupi maka boleh saja membeli sesuai keinginan dan tidak dengan memaksakan diri. Bukankah pakaian baru bisa kita beli dan gunakan kapanpun, jadi tidak hanya di hari raya saja.

Melalui sebuah kreativitas pakaian lama bisa dimodifikasi dengan sentuhan yang menawan sehingga tampil baru dan modelnya juga kekiniaan. Terlebih saat ini kita sedang menikmati waktu #dirumahsaja, jadi bisa coba untuk memanfaatkan waktu yang ada. Hasilnya tentu akan jadi jauh menyenangkan.

Lalu bagaimana memberikan penjelasan pada anak-anak yang sudah terbiasa mengenakan pakaian baru? Nah, saatnya Bunda memberikan penjelaskan akan kondisi yang saat ini sedang terjadi. Kata-kata bijak yang mereka dengar akan berusaha untuk dipahami, mengerti akan kondisi saat ini dan akan berusaha menerimanya tanpa memaksakan kehendak.

 

Be happy

Yeey … Punya pakaian baru memang membahagiakan, tetapi bukan sebuah keharusan, karena disesuaikan dengan keadaan juga. Pakaian lama yang terawatpun tetap nyaman dikenakan. Kuncinya adalah happy akan apa yang kita miliki. Tetap tersenyum indah dan bersyukur akan apa yang kita miliki. Semua yang kita rasakan akan terpancar pada wajah dan terbentuk dalam sikap.

Termasuk juga dalam menghadapi kondisi pandemi saat ini. Perasaan happy akan membuat imunitas tubuh terus terjaga.  Bosan di rumah dan melakukan hal yang kurang menyenangkan akan membuat rasa happy itu jadi hilang. Jadi semuanya kita bikin happy saja yuk.

 

Pakaian baru yang kita miliki tidak selalu identik dengan momen lebaran, karena sebenarnya bisa kita beli dan kenakan kapanpun selagi ada rezeki. Termasuk kondisi saat ini. Pandemi telah merubah segalanya dalam kehidupan ini. Apakah lebaran kali ini akan sama seperti sebelumnya. Entahlah. Apapun kondisinya nanti, usahakan kita tetap happy ya, agar kondisi kita selalu sehat dan terhindar dari Covid-19 ini.

 

Salam semangat.

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *