Ingin Bertemu Ramadan Mendatang, Ini Jadi Harapannya

Ramadan ya Ramadan. Bulan yang selalu dinantikan kehadirannya. Meskipun saat ini kita masih menjalani ramadan tahun 2020, tetapi kita juga sudah punya harapan untuk bisa bertemu lagi di Ramadan tahun mendatang. Kenapa begitu? Karena hari demi hari yang dijalani selama bulan Ramadan membuat kita serasa dekat dengan Sang Khalik.

Harapan untuk Ramadan tahun depan apa ya? Tentu ada dan setiap kita punya banyak keinginan untuk menjalankan Ramadan di tahun mendatang. Terutama adalah diberikan kesehatan. Kondisi tubuh yang sehat akan membuat kita mampu melakukan segala rencana yang sudah di buat.

 

Sehat dan kondisi kondusif

Kesehatan merupakan bagian yang berati dalam kehidupan ini. Kondisi tubuh sehat dan bugar akan membuat segala apa yang kita inginkan dapat terus diusahakan terwujud. Ya, kesehatan adalah kuncinya. Agar kesehatan kita optimal maka perlu diusahakan sejak saat ini dengan menjaga pola hidup sehat. Saat hari ini dan nanti.

Harapan pertama adalah kondisi negara dalam keadaan baik, kondusif. Seperti yang kita alami saat ini, terjadi pandemi Covid-19 yang mengubah semua tatanan kehidupan, tentu menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Mulai dari anak-anak hingga kakek nenek merasakan apa yang terjadi dan berharap kondisi saat ini segera berlalu dan tidak pernah terjadi lagi.

Kami berharap bulan ramadan bisa dinikmati dengan penuh keceriaan, meramaikan masjid dengan salat berjamaah juga mendengarkan kajian jelang berbuka puasa. Tak hanya itu, kami juga ingin bisa bersilaturahmi pada teman, kerabat juga sanak saudara yang biasanya dilakukan jelang ramadan tiba.

 

Anak bisa ikutan puasa

Ramadan tahun ini, putri kecilku belum maksimal puasanya. Umurnya sudah mencapai 6 tahun, tetapi karena kondisi fisiknya belum mendukung maka kami tidak memaksakan. Meski begitu sudah mulai dikenalkan tentang bagaimana puasa dan apa saja yang dilakukan selama bulan Ramadan.

Mengenalkan puasa di usia dini memang membutuhkan kesabaran juga proses. Anak-anak yang biasanya bisa makan di waktu kapanpun juga, saat Ramadan tiba menjadi di batasi.

“Ummi, kenapa sih puasanya lama banget? Adek udah nggak kuat nih haus, lapar juga?”

Mendengar rengekan itu, rasanya geli dan memaklumi sekali karena usianya memang masih kecil, tetapi anak-anak memang perlu terus dilatih hingga nantinya mereka jadi terbiasa menjalankannya.

 

 

Harapan bisa berbagi dengan sesama

Ramadan tak lengkap rasanya jika tidak mengadakan acara buka puasa bersama atau bukber. Namun, ingin rasanya ramadan mendatang tidak hanya mengadakan bukber bersama teman, kerabat atau keluarga saja, tetapi juga bisa berbagi dengan sesama, memberikan takjil atau bukber bersama mereka.

Berbagi tidak hanya dilakukan di waktu tertentu saja, tetapi dimanapun juga kapanpun sesuai kemampuan kita. Berbagi takjil sebenarnya juga begitu. Saat hari biasa ada juga yang membagikan takjil untuk yang berpuasa sunnah Senin Kamis, sedangkan saat ramadan, takjil bisa dilakukan sepanjang bulan itu. Isi takjil biasanya berupa jenis makanan ringan seperti gorengan, kolak, kurma, juga air mineral.

 

Memperbanyak waktu di masjid

Ramadan tahun ini benar-benar terasa berbeda. Masjid terasa sepi. Padahal biasanya jelang berbuka anak-anak sudah banyak yang berkumpul di depan masjid. Sambil menunnggu waktu berbuka mereka bisa berlarian dengan teman-temannya atau ada yang membantu menyiapkan takjil. Saat azan berkumandang, mereka berkumpul dan berbuka bersama dengan penuh senyuman kebahagiaan.

Tidak hanya anak-anak yang berkumpul untuk berbuka, tetapi remaja hingga orang tua. Sepanjang bulan ramadan, tambah semarak, dan selalu ramai. Memang ada juga saat siang hari yang datang ke masjid dan mereka tertidur. Itu sangat di maklumi. Namun, mereka tidak tidur di dalam masjid, melainkan di luar masjid.

 

Ingin merasakan ramadan di tanah suci

Ada sebuah keinginan yang entah kapan nantinya bisa terwujud. Inginnya sih dalam waktu yang tidak lama, yaitu bisa menjalankan Ramadan di tanah suci. Subhnallah, rasanya bahagia sekali. Namun, sebuah keinginan tidaklah akan terwujud jika tidak dibarengi dengan usaha kemudian tawakal.

Perlahan lahan usaha itu dilakukan, ya dengan menabung sedikit demi sedikit. Bukankah pepatah mengatakan sedikit lama-lama jadi bukit. Insya Allah harapan itu ada dan semoga saja sesuai dengan harapan ya. Bersimpuh dan berdoa di depan masjidil haram bersama keluarga tercinta.

 

Harapan untuk menunaikan ibadah bulan Ramadan kembali tahun mendatang tentunya menjadi keinginan setiap insan. Bisa merasakan kembali kesyahduan bulan yang penuh berkah dan ampunan ini. Hari demi hari di isi dengan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Baik dengan habbluminallah juga dengan habbluminannas (menjaga hubungan dengan Allah SWT juga dengan sesama).

Bulan Ramadan tahun ini terasa sunyi, masjid tidak ramai di kunjungi jamaah, juga suara takbir tarawih dan sahur tidak terdengar semarak. Namun, kondisi yang terjadi tidak menyurutkan semangat untuk terus mendekatkan diri pada Sang Khalik. Doa yang terpanjatkan sama “semoga kita terlindungi dari pandemi Covid-19 dan badai ini  segera berlalu.” Aamiin.

 

Salam semangat.

Asih Mufisya

About Asih Mufisya Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas