Menu Sahur Sederhana dan Praktis

Menu Sahur Favorit yang Sederhana dan Praktis

Ħăi …Mata masih mengantuk, tetapi kita perlu bangun saat dini hari untuk menikmati santap sahur. Sahur … Sahur … Masakan yang dibuat saat sahur sebaiknya dengan menu sahur sederhana dan praktis saja, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengolahnya. 

Terlebih lagi waktu sahur tidaklah lama. Santapan yang hangat dan menyegarkan tentu menjadi pilihan. Biasanya saya mengolah makanan sahur sekitar pukul 03.00 dini hari. Bahan makanan yang dibutuhkan sudah saya siapkan sejak malam harinya. 

Pilihan Menu Sahur

Ada banyak pilihan menu yang jadi kesukaan keluarga. Namun, tidak semuanya bisa kita sajikan saat waktu sahur. Hal yang menjadi pertimbangan saya untuk menu sahur, adalah :

1. Menu Simple dan Praktis

Menu Praktis Saat Sahur

Masak dini hari dikala masih ngantuk memang butuh tenaga lebih. Kondisi tubuh perlu stabil dulu sehingga saat masak bisa benar-benar fokus dan step by step nya jelas. Jadi waktu bangunnya tidak mendekati waktu masak. 

Start mulai masak pukul 03.00 dan dilanjutkan pukul 04.00 sahur bersama. 15 menit sebelum sahur membangunkan dulu anak-anak dan ini juga butuh waktu karena mereka lebih susah dibangunkan. 

Pilihan menu yang simple dan praktis memang jadi andalan. Semua keperluan masak sahur sudah dipersiapkan sejak malam hari. Sayuran sudah dipotong-potong. Kemudian bumbu dipisahkan antara satu menu dengan menu lainnya. 

2. Tidak Bersantan

Menu sahur yang praktis bisa terlihat dari bahan yang digunakan. Tidak terlalu banyak dan proses memasaknya juga cepat, salah satunya tidak menggunakan santan. Kenapa? Agar tidak mengganggu keseimbangan asam lambung. 

Selain tidak bersantan juga tidak pedas. Menu makanan yang pedas bisa membuat perut melilit sehingga jadi kurang nyaman. Berbeda halnya dengan orang yang sudah terbiasa dengan santapan makanan yang pedas. Jika tidak terasa pedasnya maka rasanya kurang sedap. 

3. Sajian Menyegarkan

Usahakan makanan saat sahur adalah makanan yang fresh. Baru dimasak, bukan makanan angetan dari menu hari sebelumnya. Hal ini akan mempengaruhi selera makan seseorang juga terhadap asupan nutrisi bagi tubuh.

4. Lengkapi Asupan dengan Buah

Buah-buahan tidak hanya dikonsumsi saat berbuka saja, tetapi juga waktu sahur. Pisang, apel, jeruk, pepaya, mangga bisa menjadi pilihan buah saat sahur. Buah memiliki kandungan gula alami yang akan memberikan kekuatan tubuh selama kita menjalankan ibadah puasa. 

Bagaimana jika buah dalam keadaan dingin? Sebaiknya saat malam hari persiapkan buah yang akan disantap waktu sahur dan mengonsumsinya boleh dilakukan sebelum makan santapan sahur. Jadi makan buah dulu sekitar 30 menit sebelumnya, kemudian baru makan sahur.  

5. Komposisi Menu Lengkap

Saat sahur tidak hanya mengonsumsi karbo dan protein saja, tetapi sebaiknya dengan menu lengkap. Nasi, sayur mayur, lauk juga buah plus susu. Sahur merupakan waktu makan yang dipersiapkan untuk kita berpuasa sehingga makanan yang diasup perlu dalam jumlah yang optimal. 

Bagaimana jika tidak suka susu? Tidak masalah selama asupan cairan tubuh terpenuhi yaitu delapan gelas air putih sehari. 

Menu Sahur Pilihan yang Sederhana dan Praktis

Ada beberapa menu sahur sederhana dan praktis yang biasanya saya sajikan, antara lain :

1. Oseng Tempa Tahu

Tahu tempe merupakan sumber protein nabati. Menu ini terkadang jadi andalan saya baik saat sahur maupun berbuka puasa. Dimasak hingga kering sehingga bisa dipadukan dengan menu sayuran apa pun baik sayuran berkuah atau oseng.  

2. Sayur Bening atau Sop

Saat sahur lebih nyaman mengonsumsi sayur hangat. Pilihan saya adalah sayur bening. Berbahan daun bayam atau sawi hijau. Proses memasaknya cepat dan bumbu hanya tinggal dirajang halus saja, kecuali lengkuas dan daun dalam tentunya.

3. Cah Brokoli

Selain membuat sayur bening, asupan sayuran yang saya sajikan adalah cah sayuran, salah satunya dengan cah brokoli. Sajian cah sayuran atau oseng sayuran hangat membuat selera makan bertambah. 

4. Ikan Goreng Sambal Kecap

Menu Sahur Sederhana

Menu yang satu ini jadi kesukaan keluarga. Tidak hanya disajikan untuk sahur saja, tetapi juga untuk berbuka puasa. Prosesnya mudah, simple dan hasilnya juga tidak mengecewakan. 

Untuk memudahkan memasak ikan goreng, setelah dilumuri bumbu selimuti seluruh tubuh ikan dengan tepung beras. Tujuannya agar ikan goreng yang dihasilkan lebih krezz dan kering. Nikmati hidangan ini dengan sambal kecap yang maknyuss.    

5. Teh Herbal

Minuman ini hadir tidak hanya saat berbuka puasa saja, tetapi juga saat sahur. Namun, rempah yang digunakan selalu divariasikan. Jahe, sereh, kunyit, temulawak, lengkuas, plus sedikit gula aren. 

Selain itu minuman teh herbal juga sudah menjadi sajian setiap harinya. Membiasakan diri untuk memanfaatkan rempah yang ada menjadi minuman yang menyegarkan. Meskipun tidak terasa manis tetap enak dan nikmat rasanya. Pokoknya mantap. 

RagamMenu Sahur

Membuat menu sahur memang selayaknya yang tidak menyita banyak waktu. Karena itu waktu memasak sebaiknya singkat dan lebih nyaman jika kita sudah mempersiapkan semua bahannya sejak malam hari. 

Namun, setiap ibu punya trik tersendiri dalam mengolah masakan sahur ini karena biasanya menyesuaikan dengan selera makan keluarga. Membuat daftar menu selama beberapa hari juga dapat membantu. 

Kenyamanan dan kepraktisan dalam mengolah makanan menjadi kunci yang penting dalam membuat olahan makanan dini hari. Nyaman karena semua bahan sudah siap dan tidak ada yang kurang sedikit pun. 

Praktis karena pengolahannya mudah sehingga bisa dibuat mendekati waktu sahur. Kemudian disajikan dalam kondisi hangat, sehingga membuat selera makan bertambah. Rasa kantuk rasanya terbayarkan dengan menu sahur yang nikmat tersebut. 

Sahur merupakan sunah Rasulullah dan beberapa hal yang biasanya beliau lakukan saat adalah :

Sahur Bangun Dini Hari

1. Meniatkan Bangun Dini Hari Untuk Sahur

Tak dipungkiri bangun dini hari memang terasa berat. Mata masih terasa lengket dan saat bangun rasa kantuk masih sangat dirasakan. Hari-hari pertama jadi ujian kemampuan kita, seberapa kuat kita dapat melawan rasa kantuk dan mau melakukan sahur sesuai waktunya.

2. Sahur di Akhir Waktu

Rasulullah biasanya melakukan sahur di akhir waktu atau menjelang azan Subuh berkumandang. Tujuannya agar rasa kenyang yang dirasakan bisa bertahan lebih lama dan tidak membuat perut keroncongan lebih cepat. 

Pukul 04.00 biasanya jadi pilihan saya dan keluarga untuk melakukan sahur. Tak lama kemudian azan berkumandang dan segera melakukan salat Subuh berjamaah bersama keluarga. 

3. Mengontrol Asupan Makanan

Makan sahur berfungsi untuk mengisi lambung dengan asupan makanan yang akan menunjang kebutuhan kita selama berpuasa esok hari. Asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebaiknya juga tidak berlebihan agar tidak memberatkan saluran pencernaan. 

Makan sahur dalam jumlah banyak juga tidak menjamin kita akan terhindar dari rasa lapar selama menjalani puasa. Justru bisa membuat diri kita mudah mengantuk akibat kekenyangan. 

4. Tidak Tidur Setelah Salat Subuh

Rasa kantuk yang masih dirasakan ditambah santapan makanan yang dikonsumsi membuat diri kita ingin rebahan dan akhirnya tertidur. Namun, sistem pencernaan masih aktif bekerja setelah kita melakukan sahur dan membutuhkan waktu untuk proses pencernaan. 

Karena itu tidak disarankan tidur setelah waktu sahur. Dampaknya akan membuat tubuh menjadi kurang nyaman seperti perut terasa mulas atau terjadi GERD (meningkatnya asam lambung hingga terasa sampai kerongkongan). 

Makan Kurma Saat Sahur

5. Makan Kurma

Banyak khasiat mengonsumsi kurma sehingga tidak hanya disantap saat berbuka puasa saja, tetapi bisa juga jelang berpuasa. Satu atau tiga butir kurma akan memberikan tambahan energi selama kita menjalankan ibadah puasa. 

Penutup

Menu sahur sederhana dan praktis selalu jadi pilihan karena memudahkan kita dalam membuat santapan sahur yang enak juga nikmat. Memang perlu ada strategi yang jitu agar waktu masak tersebut tidak memberatkan, tetapi dapat dinikmati dengan hati yang riang dan bernilai ibadah. 

Bangun dini hari dan membuat santapan untuk keluarga tentu membutuhkan semangat yang ekstra. Namun, rasa kasih sayang yang sudah tertanam dalam jiwa seorang ibu mampu menghadapi segala godaan yang menghadang. Tetap menikmati semua rutinitas dengan senyuman yang indah. Setujukah. 

Salam,

Share the article :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *