Literasi

Inspirasi Indah dalam Live Love Laugh Bersama Anand Krishna

Live Love Laugh, Hidup Cinta dan Tawa

Hidup Sepenuhnya, Mencintai Tanpa Syarat dan Tertawa Sebebasnya

 

Buku ini saya baca melalui aplikasi ipusnas. Buku yang menarik perhatian dan tergugah diri ini untuk meminjamnya. Klik pinjam deh. Menikmati buku secara online memang terasa berbeda. Bagaimana tidak, biasanya menikmati membaca dengan memegang bukuya secara langsung, tetapi kali ini dibaca dan dinikmati hanya melalui layar handphone semata. Meski begitu tetap terasa nikmatnya. Banyak pilihan buku yang tersedia di ipusnas ini, tetapi peminjaman telah disesuaikan dengan peraturan yang ada, yaitu hanya boleh meminjam 2 buku dalam sehari.

Buku Live Love Laugh, buah karya Anand Krishna ini berisikan berbagai renungan dalam menjadi kehidupan. Mulai dari hikmah kehidupan, memahami makna cinta juga megajak tertawa agar hati selalu bahagia. Buku renungan ini mencapai ketebalan 200 halaman, tetapi saat membacanya hanya dalam waktu yang singkat, hanya saja nyaman jika kita ingin mengulangnya beberapa kali.

” Kehidupan …
Bukanlah sebuah pertanyaan, untuk dihidupi, untuk dijalani. Dan seiring kau hidup, kau akan menemukan semuanya; pertanyaan, jawaban, masalah, pemecahan, dan banyak lagi hal lainnya.”

Buku ini mampu memberikan kekuatan pada diri kita tentang bagaimana menjalani kehidupan ini. Kehidupan yang penuh dengan lika liku perjalanan. Tak ada sebuah perjalanan yang akan lurus terus berjalan, tetapi akan ada tanjakan, belok kanan, kiri ataupun menurun. Semuanya perjalanan ini penuh harapan, perjuangan juga kekuatan.

“Kegagalan adalah batu loncatan menuju keberhasilan dan semakin banyak kegagalan, semakin banyak batu loncatan menuju keberhasilan.”

Quote kehidupan yang tersaji mampu memberikan gambaran bagaimana sebaiknya kita berhubungan dan berinteraksi dengan sesama. Di tengah kondisi saat ini, nilai kemanusiaan, penghargaan dan saling menghormati antar sesama tetap perlu terus dipertahankan. Meski zaman terus berkembang semakin pesat, tak membuat kita menjadi pongah dan sombong hingga mementingkan diri sendiri.

Kembali pada hakikat kehidupan ini, bahwa kita adalah manusia sosial yang artinya akan selalu bergantung dengan sesama. Karenanya kita perlu menikmati keindahan hidup ini dengan menjaga keselarasan dengan sekitarnya, baik dengan sesama juga makhluk hidup lainnya.

Kehidupan yang berjalan indah dan seirama akan membuat hati menjadi damai. Meski kita berada di tengah kondisi yang sulit sekalipun, tak akan menjadi penghalang. Begitupun bila ada orang yang tak mau menerima kebaikan kita, tak perlulah kita bersedih atau menghujat mereka, tetapi nikmatilah ini sebagai bagian dari sebuah kehidupan.

” Cinta …
Tak selalu identik dengan cinta pada pasangan, tetapi yang dimaksud adalah menerima, menerima dan menerima ….
Cinta tak pernah mati. Ketika kau menolak cinta, kau memilih untuk mati. Maka itulah pilihanmu, bukan cinta yang memilihnya. ”

Cinta mampu merubah segalanya. Benci menjadi suka, sedih menjadi ceria, gundah gulana menjadi bahagia. Hampa terasa tanpa cinta. Benarkan begitu? Tentunya ya.

Hidup jadi lebih penuh warna jika rasa itu hinggap di jiwa. Seorang kekasih akan terus berjuang untuk jumpa sang pujaan dengan penuh cinta meski berbagai halangan datang menghampiri. Ooo cinta.

Ingat ya, cinta itu penuh makna, cinta pada orang tua dengan melakukan bakti. Cinta pada pasangan dengan tulus dan tanpa harap menjadi cinta sejati. Cinta pada anak dengan penuh kasih sayang, tanpa tuntutan dan lantunan doa yang terus mengiringi. Cinta pada sesama akan membuahkan kedamaian dan kesejahteraan. Cinta yang hakiki adalah cinta pada Sang Pencipta, Allah Ilahi Robbi, cinta yang selalu mampu memberikan kekuatan dalam segala kondisi. MasyaAllah indahnya cinta.

Salam cinta.

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *