Literasi

Emosi, Tanggalkan Ransel Emosimu dengan Cara yang Indah, Review Buku Anger Management

Helo readers … Sudah baca buku apa saja bulan Maret ini? Saya ingin berbagi salah satu buku yang saya baca dan menurut saya cukup menarik. Judulnya Anger Management, The Life Skill. Buku ini merupakan buah karya dari pasangan serasi, Dandi Birdy dan Diah Mahmudah yang berisikan 201 halaman.

Meskipun buku ini tidak terlalu tebal, tetapi saya sempat tersendat saat membacanya. Kenapa? karena tergoda dengan novel yang menarik perhatian saya. Hehe. Namun, akhirnya buku ini bisa terselesaikan juga saat ini. Penulisnya merupakan pasangan suami istri yang telah berpengalaman menangani permasalahan parenting, pernikahan juga selama beberapa tahun berkecimping dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan.

“Selalu datang perubahan rasa suka, duka, sedih, gembira. Berkembang luas sepanjang masa. Itulah cuaca hidup manusia. Rasa menyerap di panca indera, lalu emosi dan hati mengolahnya. Perilaku wujud getaran jiwa, perubahan masa : goresan luka, berbuah 1001 makna”.

Marah, sedih, senang merupakan suatu hal yang alami kita rasakan. Namun, bagaimana kita mengendalikan amarah yang ada di jiwa agar tidak meledak dan menyakiti diri juga orang lain. Perlukan kita membawa ransel emosi itu kemanapun kita pergi?

Emosi yang kita rasakan bisa di picu oleh hal yang sepele atau bahakan sudah menimpuk sekian waktu di jiwa. Banyak dmpak yang ditimbulkan saat seseorang itu marah. Ada yang membanding benda di sekitarnya, berteriak, memukul, dll. Bagaimana kita mengatasi kondisi ini?

Pengendalian diri dengan ilmu dan seni yang tepat akan mampu meredam emosi yang kita rasakan. Meski bukan hal yang mudah mengendalikan emosi, tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Buku ini memberikan penjelasan ransel emosi apa saja yang ada dalam diri kita dan bagaimana cara kita mengendalikannya.

Masih ingatkah dengan film yang viral, Jocker. Film ini sebenarnya memberikan gambaran bagaimana emosi terpendam membuat seseorang menjadi buas dan tanpa kontrol, dia mengikuti semua keinginan nafsu amarahnya hingga melukai banyak orang. Emosi yang membara membuat seseorang tak mampu mengendalikan dirinya, lupa akan apa yang baik dan buruk. Semua norma di terjang tanpa ampun, karena yang terpenting adalah kepuasan diri semata. Padahal emosi yang terus di pelihara akan merugikan dirinya sendiri.

Marah bukan merupakan hal yang terlarang, karena rasa ini adalah alami dirasakan semua insan manusia. Namun bagaimana seharusnya kita mengendalikan emosi yang dirasakan, bagaimana cara mengungkapkan emosi di jiwa atau apa marah yang dirasakan boleh dipendam dalam-dalam.

Selain menjelaskan mengenai ransel emosi dan apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami perubahan, buku ini juga memberikan beberapa contoh permasalah yang membuat emosi seseorang meningkat. Kemudian juga dijelaskan langkah apa yang sebaiknya dilakukan saat kita marah.

“Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya”. (Ali bin Abi Thalib)

Kita merupakan insan manusia yang mampu mengekspresikan banyak rasa, baik suka, duka, sedih, bahagia juga marah. Emosi yang kita rasakan bukanlah suatu kejahatan, tetapi jika kita menyikapi emosi di dada dengan tindakan yang salah hingga melukai banyak orang maka itu merupakan kejahatan dan itu tidak boleh terjadi.

Manusia merupakan insan yang sempurna dengan segala kelebihannya. Kesempuranaan ini merupakan bagian yang tak terhingga, suatu karunia yang perlu kita syukuri. Begitupun dengan emosi yang kita rasakan pada apapun, kapanpun dan dimanapun, hendaknya dapat kita kendalikan bukan dengan cara memendam emosi karena bisa menimbulkan rasa dendam di kemudian hari. Namun, kita bisa melakukan 1001 kreasi agar emosi yang kita rasakan bisa menjadi perisai diri yang indah. InsyaAllah bisa kita lakukan.

 

Salam,

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

(28) Komentar

  1. Kutipan dari sayang Ali RA itu juga tertuangkah dalam buku ini kak?

    1. Ada Kak, kutipan ini memang berasal dari buku Anger Manajement.

  2. Resty Tiny menulis:

    Managemen emosi memang penting banget ya kak dipelajarin, apalagi di masa-masa kayak gini yg banyak banget hal yg bisa membuat emosi itu meluap-luap.

    Bagus niih ya bukunya

    1. Iya Kak. Kita sebenarnya perlu tahu apa saja isi ransel kita, jadi nantinya bisa terus berusaha mengontrol emosi supaya tidak mudah terbawa amarah.

  3. Kadang kalo dipikir-pikir ya, kita itu selalu mengelompokkan emosi menjadi emosi positif dan emosi negatif. Akibatnya apa? Kita cenderung memelihara emosi positif dan menyangkal emosi negatif. Padahal, lumrahnya manusia itu perlu merangkul kedua jenis emosi ini supaya gak ada yg terpendam trus jadi bom waktu, percisss kayak Joker.

    1. Haha … Duh jadi seram ya memendam emosi yang akhirnya jadi bom waktu.

  4. menulis:

    Memang hal yang paling susah adalah mengendalikan emosi sampai saat ini masih tetap belajar untuk mengendalikan emosi

    1. Tanpa sadar kita membawa ransel emosi kemanapun pergi.
      Semoga kita bisa terus belajar mengendalikan diri.

  5. Hai ummi, pas banget kemarin aku jg ikut talkshownya bu aisyah psikolog ngejelasin selama ini kita terjebak dalam paradigma setiap orang ga boleh marah ya. padahal marah itu emosi wajar, yg ga wajar itu marah2nya..

    1. Haha… Iya Mbak, marah-marahnya yang bisa bikin dunia sekitar jadi kaget.

  6. Anger management topik yg menarik… kayaknya ada juga dech film yg membahas ttg anger management…

    Btw sukak dengan qoutes ini….
    “Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya”. (Ali bin Abi Thalib)…. TFS kak

    1. Wah, kalau filmnya saya kurang tahu Bang. Coba ah nanti cari tahu.

  7. Anger management, sisingkat itu ditulis tapi gak semudah itu dilakukan. Buku ini sepertinya mengupas banyak hal tentang trik2 ilmu simpel yang kadang nggak kita sadari bahwa kita bisa melakukannya ya, tapi emang yang namanya marah tu datangnya mendadak 🙂 kudu banyak latihan 🙂

    1. Penjelasan buku ini memang cukup dalam dan akan lebih terasa lagi kalau bisa langsung dipraktekkan. Jadi bisa lebih terasa hasilnya.

  8. 1001 kreasinya seperti apa mbak? Saya tertarik membaca kreasi-kreasi untuk melepaskan rasa amarah, karena terkadang saya pun kesulitan mengungkapkan rasa marah itu.

    1. Kreasi itu kita sendiri yang membuat Mas, karena setiap kita punya banyak cara untuk mengendalikan emosi dengan cara yang menarik.

  9. memendam emosi bisa jadi bom waktu.. setuju bngt karena semua yg ditahan/dipendam akan meledak jika tiba waktunya.. mungkin yg lbih tepat mengendalikan dimn semakin lama porsi emosi negatif akan berkurang..

    1. Emosi yang jadi bom waktu bisa bikin kita dan sekitarnya jadi menderita ya Mbak.

  10. Ahaiii saya sudah punya buku ini, karya Diah Mahmudah bersama suaminya. Keren dan sangat mengedukasi. Amarahpun harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesusahan.

    1. Asyik punya buku yang sama.
      Semoga kita bisa mempraktekkan isi buku ini ya Mbak.

  11. Amel menulis:

    Harus lebih bersabar lagi dan belajar mengendalikan emosi. Karena marah itu hanya merugikan saja.

    1. Setuju, marah memang merugikan diri kita sendiri. Semoga kita bisa terus mengendalikan emosi di kondisi apapun.

  12. Rini Novita Sari menulis:

    Beberapa kali baca review buku anger management in. Makin ngerasa, “kayaknya aku butuh baca ini deh”…*?hihi thx insightnya mba

    1. Yuk Mbak… Bahasanya ringan dan bisa buat renungan juga.

  13. buku ini memiliki bahasa yg membuat kita harus bisa mengendalikan emosi dengan benar dan baik agar bisa di kontrol dengan matang

    1. Betul Mas. Emosi bisa datang kapanpun dan tanpa diduga. Karenanya kita perlu melatih diri untuk mampu mengendalikan dengan cara yang tepat.

  14. Wuaaah reviewnya bagus mba, jadi kepo nih mau baca jg bukunyaa. Selama ini jg masih meletup-letup emosinya tuh. Mau berubah hehe. Makasih mba.

    1. Terima kasih juga Mbak. Emosi memang bisa datang kapanpun dan tidak terduga.
      Meskipun hal yang alami, tetapi kita perlu juga mengendalikan emosi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan kita ya Mbak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *