Yuk, Nikmati Camilan Praktis dan Enak Ini

Hai … Apa kabar ramadan? Tak terasa waktu berjalan cepat ya, hari ini sudah masuk pertengahan ramadan lho. Bagaimana hari-hari yang sudah dilalui selama ini? Tentu seru dan menyenangkan karena setiap ramadan selalu ada yang spesial. Kalau menurut putri saya, saat ramadan itu sajiannya enak-enak dan lebih nikmat.

Camilannya enak! Padahal sih, menunya ya itu saja, tetapi mungkin karena kita sudah puasa seharian lebih, jadi waktu makan rasanya nikmat banget. Hehe.  Memang kalau dirasa, menikmati makanan saat bulan ramadan terasa beda. Semua sajian terasa lezat.

Nikmatnya buah kurma

Buah kurma itu punya banyak khasiat dan manfaat, jadi mau dimakan kapanpun tetap nikmat. Untuk berbuka, juga sebagai camilan. Rasa manisnya aman dan bisa bikin kenyang juga. Jumlah yang disantap disarankan juga dengan jumlah yang ganjil sesuai kebiasaan dan kesukaan Rasulullah SAW. Jadi saya kalau makan bisa 1,3,5 atau 7 butir.

“Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih karena ia suci.” (HR. At-Tirmidzi)

Kurma juga banyak jenisnya. Jenis yang saya dan keluarga santap biasanya sukari, Tunisia, palem, ajwa juga medjol. Setiap jenis kurma punya kenikmatan masing-masing. Misalnya kurma sukari dagingnya lembut, kurma Tunisia dan palem bentuknya agak panjang dan dagingnya tebal, padat. Sedangkan kurma medjol sering disebut sebagai rajanya kurma, karena bentuknya memang besar, jadi makan satu butir saja sudah terasa.

Manisan kolang kaling

Kenapa ya kolang kaling identik dengan ramadan? Padahal sebenarnya di bulan lain, juga ada, tetapi memang penjualnya tidak sebanyak saat ramadan. Hal yang khas dari kolang kaling adalah di buat manisan. Mau dibikin warna apa saja terserah deh, sesuai keinginan kita. Bisa merah, hijau atau cukup pakai gula merah jadi warnanya agak buram.

Meskipun kurang menarik, tetapi dengan rasanya yang manis tetap saja nikmat dan cepat ludes. Saat membuat kolang kaling hal yang sebaiknya tidak dilupakan adalah merendamnya dahulu dengan air beras, supaya bau anyirnya hilang dan lendirnya juga berkurang. Rendam semalaman ya.

Esoknya baru deh di olah dengan jumlah air secukupnya (tidak terlalu banyak), daun jeruk, gula pasir dan penambah aromanya dengan daun pandan atau bisa juga pakai kayu manis. Masak sampai airnya berkurang ya, jadi rasa manisnya nanti benar-benar meresap, kemudian setelah dingin simpan deh dalam kulkas. Selanjutnya siap di santap dan bakal ketagihan jadinya.

 

Roti bakar atau spageti

Setelah salat tarawih ada yang menikmati makan malam, tetapi ada juga yang masih mencari makanan camilan. Waktu makan biasanya disesuaikan dengan kondisi perut, kalau setelah berbuka masih terasa lapar, biasanya setelah salat maghrib akan langsung makan. Ini yang biasanya saya dan keluarga lakukan. Jadi saat berbuka santapan kami secukupnya saja, kemudian dilanjutkan setelah salat.

Camilan nikmat apa ya yang disantap saat malam? Hari gini bikin yang praktis dan mudah saja, roti bakar. Cara buatnya mudah dan bahannya juga gampang di dapat. Isiannya pakai margarin dan meises atau cukup dengan susu kental manis. Anak-anak bisa buat kapanpun di saat mereka inginkan. Penyajiannya bisa dengan di bakar atau cukup di oles saja dan langsung lep, di makan.

Camilan lain adalah spageti. Saya biasanya sudah membuat stock bumbu spageti di freezer. Jadi kalau sewaktu-waktu ingin makan camilan, bumbunya hanya tinggal di hangatkan saja, jadi bisa cepat dan mudah di buatnya.

 

Camilan enak dan nikmat yang disajikan untuk keluarga akan membuat semua anggota keluarga menikmati kebersamaan ini. Dibuat dan dinikmati bersama akan membuat keluarga jadi tambah sayang. Di saat pandemi ini, kita memang perlu mempunyai stock bahan makanan, tetapi dalam jumlah yang wajar, tidak menimbun.

Tujuannya agar memudahkan kita saat membutuhkan. Terlebih menjaga ketersediaan untuk anak-anak. Sepulang tarawih biasanya kita bisa makan bakso, martabak bangka, dll, tetapi dengan kondisi saat ini, tentu kondisnya jadi berubah. Sharing yuk, camilan apa yang paling disukai oleh keluarga ?

 

 

Salam.

Share the article :