Si Kecil Minder? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Si Kecil Minder? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak adalah amanah yang Allah SWT berikan untuk selalu dijaga, dirawat dan membentuknya agar dapat menjadi insan yang membanggakan kelak. Anak yang menjadi harapan adalah yang berjiwa penuh keberanian, percaya diri dan mampu memiliki kepedulian dengan sesama. Saat si kecil minder, penyebab dan cara mengatasi perlu diketahui dahulu. Minder menimbulkan rasa kurang percaya diri atau menutup diri.
Anak yang kurang percaya diri atau minder bisa disebabkan karena berbagai faktor, baik dari dalam diri anak itu sendiri (dampak dari pola asuh) dan dari luar lingkungan keluarga. Mencermati mengenai kondisi ini, maka selaku orang tua, kita perlu mengetahui jelas apa saja yang membuat terjadi perubahan tersebut, agar gejala yang terlihat dapat segera di evaluasi dan mengubahnya menjadi yang lebih baik.
1. Menghina dan mencela anak
Celaan yang dilontarkan orang tua pada anak tentunya mampu mempengaruhi kondisi psikologisnya. Adanya kalimat yang terlontar berupa hinaan juga celaan akan membuat psikologis anak menjadi murung, minder dan tidak percaya diri. Kata-kata yang halus dan dengan memberikan penjelasan justru akan membuat anak menjadi lebih mengerti tentang apa yang sebaiknya dilakukan dan menambah motivasi bagi anak juga.
2. Terlalu memanjakannya
Terkadang kita sebagai orang tua merasa anak itu terlalu kecil untuk melakukan hal yang berbeda dari biasanya, sehingga anak tidak diberikan kepercayaan untuk melakukannya. Ternyata hal ini bisa menyebabkan anak tumbuh jadi pribadi yang tidak mandiri dan bergantung pada orang lain.
 
Saat kita meminta anak untuk melakukan sesuatu, ada baiknya berikan dia kepercayaan penuh dan jika kita merasa kurang yakin akan kemampuannya, maka awasi perbuatannya dari kejauhan. Apapun hasil yang didapat akan membuatnya menjadi lebih percaya diri dan merasa yakin akan kemampuannya.
3. Berlaku pilih kasih
Setiap anak terlahir dengan keistimewaannya masing-masing maka hargai dan terimalah dengan sepenuhnya agar anak pertumbuhannya pun dapat terus optimal. Berlaku pilih kasih antara satu anak dengan anak yang lain tentunya memberikan ketidaknyamanan pada diri anak. Anak merasa bahwa kehadirannya dalam keluarga kurang diterima dengan baik. Karenanya membuat anak menjadi jiwa yang berperasaan dengki, benci, takut, minder, terasing dan murung. 
4. Mendapatkan kritikan yang terus menerus
Kritikan yang disampaikan orang tua sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki sikapnya yang kurang sesuai. Namun, jika kritik yang diberikan dilakukan terus menerus tentu dapat membuat anak menjadi kurang nyaman, bahkan membuatnya terlihat lemah dan kurang percaya diri.
 
Bullying, Tangan, Wajah, Meringkuk, Nya, Gadis, Sedih
Anak menjadi lemah dan tidak percaya diri. (Sumber : Pixabay)
5. Kurang bersosialisasi
Bersosialisasi akan membuat anak mengenal lebih banyak teman, memahami berbagai karakter dan menjadikannya mudah bergaul. Namun, bagaimana jika anak kurang bersosialisasi? Nantinya bisa membuat dia kesulitan berinteraksi dengan teman seusianya, kurang percaya diri. Kondisi ini sering kali juga menjadi penyebab si kecil minder. 
6. Bullying
Anak yang mendapatkan perlakukan dengan kurang mengenangkan dari lingkungan juga temannya akan membuatnya menarik diri. Perlakukan bullying pada anak bisa disebabkan karena kondisi tubuh, ataupun penampilan.
 
Si kecil minder? Penyebab dan cara mengatasinya perlu diketahui orang tua. Membentuk jiwa anak yang berani dan penuh percaya diri adalah harapan semua orang tua, agar anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan unggul nantinya. Namun, tanpa disadari, perlakukan orang tua terhadap anak dapat menyurutkan harapan tersebut, sehingga membuat anak menjadi kurang percaya diri bahkan minder. Rasa minder, kurang percaya diri, grogi di kenal dengan kompleks inferior, tentu bukan harapan kita.
 
Menyadari akan hal tersebut, maka sudah seyogyanya kita melakukan evaluasi kembali akan apa yang sudah kita lakukan pada anak. Hal yang kurang sesuai dan dapat mengubah karakter anak menjadi kurang baik, tentunya bisa segera diperbaiki. Anak merupakan generasi penerus keluarga. Tumbuh kembangnya bergantung bagaimana kita memperlakukannya dalam pola pengasuhan. Maka jadikan dan bentuklah dia agar menjadi pribadi yang membanggakan dan sesuai harapan. Merekalah yang akan membawa kebanggaan keluarga juga menjadi generasi bangsa yang membangun negara ini kelak.
 
Salam hangat.  
 
 
Referensi :
id.theasianparent.com 

 

Share the article :

26 komentar untuk “Si Kecil Minder? Penyebab dan Cara Mengatasinya”

  1. Saat saya di sekolah dulu saya minder dan tidak punya banyak teman, bisa dibilang korban bullying juga, kedekatan orang tua dan anak sangat penting, orang tua harus bisa menjadi teman terdekat anak, jadi apabila anak memiliki masalah orang tua adalah tempat curhat ya.

  2. Uh, ini PR saya banget nih. SI tengah agak minderan karena ia sering melakukan kesalahan dan disalahkan. Lebih sering kakaknya yang marah-marah meski sudah berkali-kali keduanya saya nasihati sendiri-sendiri. Huhuhu… Jadi sedih. Gimana cara membersihkan luka pengasuhan seperti ini.

  3. Tugas kita ya gimana supaya bikin anak percaya diri, tapi engga dipaksakan juga. Bisa-bisa si Anak malah mengkeret. Kadang ortu udah berusaha membesarkan hatinya, eh…sodara, paman-bibi, kakek-nenek, engga kompak. Duh…

  4. sebagai orang tua, memang harus menghindari hal-hal negatif terjadi pada anak ya, karena bisa membekas dan terbawa hingga mereka dewasa, salah satunya anak jadi minder. Dan membangkitkan rasa percaya diri pada anak itu tidaklah mudah

  5. Nah ini yang sering aku temukan di lingkungan dekat rumah dimana anak anak dalam bermain kerap kali melakukan bullying.

    Bagaimana ya cara kita memberikan pengertian kepada teman teman bermain anak agar tidak melakukan bullying meskipun dalam sebuah permainan anak

  6. Bullying mungkin lebih ke pergaulan anak, kita sebagai orang tua tentu tidak bisa selalu mengontrol keadaan ini.
    Sebagai orang tua kita harus lebih aktif lagi untuk berinteraksi dengan anak, mencoba untuk selalu ajak berdiskusi, perbuatan tersebut bisa membantu anak untuk selalu percaya diri.

    1. Anak temenku dimanjain banget sampe ke taman bermain pun dia gak mau naik wahana (perosotan) kalau ada orang lain ikut naik.

      Aku masih kurang paham ini gejala minder atau selfish..

  7. Sepertinya ada dua hal yang terjadi pada putri saya dan menjadi sebab dia terkesan minder. Pertama karena kami terlalu memanjakannya, dan kedua karena kurang bersosialisasi.

    Sebab pertama terjadi karena dia anak pertama, dan kami belum dikaruniai anak kedua. Jadi kesannya sebetulnya kami gak memanjakannya. Tapi mungkin psikologi anak tunggal.

    Kedua disebabkan kondisi rumah yang minim anak kecil.

    Yang kedua mulai berkurang karena dia mulai sekolah. Sebab yang pertama ini yang belum ditemukan solusinya.

  8. Ini lah sebenarnya yang masih keliru dikalangan para orang tua.
    Dimana sang anak tidak dididik sebagai mana mestinya, terlebih lagi apa yang ia lakukan selalu dianggap keliru lantas dimarahi tanya menyebutkan apa sebab akibat.

    Serta dilingkungan sosial ia jarang sekali bersosialisasi dengan anak sebaya nya, sehingga terkadang ia anti sosial dan kurang percaya diri saat berada di muka umum.

  9. Sewaktu duduk di bangku SD, saya jadi korban perundungan (bullying). Itu benar-benar mempengaruhi diri saya. Kalaulah bukan karena motivasi dari orang tua, mungkin saya nyerah untuk giat belajar waktu itu. Tapi alhamdulilah, sekarang saya sudah bisa dibilang sukses. Ya, ketimbang pelaku rundung waktu saya SD dulu.

    Setelah membaca artikel ini saya jadi tahu kalau ternyata penyebab anak tidak percaya diri banyak juga

  10. Sharing ya Bun. Anak pertama kami, Aria, sempat minder karena 3 tahun awal hidup dia .. kami tinggal d daerah perkebunan yg miskin interaksi, kemudian kami pindah ke perumahan padat..

    Kami mengenalkan Aria ke aktivitas kelompok anak2, yg meski susah, akhirnyaberhasil juga dia sosialisasi. Perlu 3-4 bulan waktu itu.

  11. Perilaku bullying adalah perilaku paling menyakitkan karena berpengaruh pada mental anak setelah dewasa. Anak jadi sulit berbaur karena trauma masa lalu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *