Berita Hoax Seputar Virus Corona Covix 19

Berita hoax adalah sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya. Namun, tidak sedikit yang terpengaruh dengan informasi tersebut. Maraknya berita mengenai penyebaran virus Corona Covix 19 ini membuat masyarakat menjadi khawatir dan ketakutan, sehingga informasi yang diterima terkadang ditelan bulat-bulat.

Fenomena ketakutan ini tentunya memberikan dampak bagi banyak orang. Meski ada yang berusaha mengingatkan akan informasi yang benar, tetapi karena sudah termakan hoax yang menyebar membuat kepercayaan ini menjadi sirna.  Lalu bagaimana sebaiknya kita menyikapi sebuah informasi? Ada baiknya tenangkan diri dahulu dan telaah kembali informasi yang kita dapatkan agar tindakan yang kita lakukan benar-benar sesuai dan tidak membuat merugikan buat diri sendiri. Cari seakurat mungkin informasi yang benar melalui situs-situs terpercaya agar pemahaman kita menjadi lebih terbuka.

Dampak Berita Hoax

Setelah media memberitakan mengenai adanya WNI yang mengalami virus Corona, sontak membuat masyarakat menjadi kaget dan panik. Tak berapa lama kemudian berita hoax bermunculan melalui grup WA dan social media. Informasi yang diterima hanya berdasarkan atas pemberitaan sesaat tanpa melakukan klarifikasi atas informasi tersebut.  Dampaknya seperti yang saya alami di sebuah supermarket.

Awalnya saya berpikir ini karena akhir bulan sehingga banyak pengunjung yang datang untuk berbelanja bulanan. Namun, saat sampai di lorong tertentu, mata ini menjadi terpana dan terkesima melihat banyaknya pembelian yang dilakukan oleh beberapa pengunjung. Seperti pembelian mie instan, hand sanitizer, hand wash, minyak, beras. Dalam waktu yang singkat, barang tersebut langsung ludes terjual.

Tidak hanya rak-rak barang yang habis terjual, tetapi juga terlihat banyaknya pengunjung yang mengenakan masker, bahkan ada yang menggunakan kantong plastik di kedua tangannya.  Ooh, kenapa ini. Ada fenomena apakah?

Sesampainya di rumah, saya baru mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih saat melihat pemberitaan yang ada di berbagai media. Banyaknya pembeli yang memborong hand sanitizer juga masker, membuat harganya menjadi melambung tinggi bahkan menggila. Harga masker hingga mencapai jutaan rupiah.

Penyakit Corona memang bukan sebuah penyakit sembarang. Banyaknya korban yang meninggal dunia dan proses penyebarannya yang cepat tentu membuat kekhawatiran tersendiri. Terlebih saat mengetahui ada WNI yang telah terjangkit virus tersebut.

Menjaga Kebersihan Tangan

Menjaga kesehatan tentu jauh lebih penting daripada mengobati. Salah satu organ yang mudah menyebarkan kuman adalah tangan, sehingga kita berusaha menjaga kebersihannya sesering mungkin. Salah satu cara termudah adalah dengan menggunakan hand sanitizer. Namun, menjaga kebersihan tangan akan jauh lebih bersih bila dengan cara mencucinya menggunakan sabun dan air. Kuman-kuman yang menempel akan mudah hilang dan kebersihannya akan jauh lebih dirasakan. Berbeda dengan hand sanitizer yang tidak bisa menghilangkan semua tipe kuman.

Cuci tangan dengan sabun dan air setidaknya 20 detik, terutama setelah pergi ke kamar mandi, setelah makan, dan setelah meniuo hidup, bersin juga batuk. Namun, jika air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Usahakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air jika tangan terasa kotor. ~ CDC (Centers of Disease Control and Prevention)

Menjaga kebersihan tangan menjadi bagian yang penting, tetapi bukan berarti tangan kita harus di bungkus dengan kantong plastik saat beraktivitas seperti saat berbelanja ataupun naik kendaraan umum. Tangan yang dibungkus tersebut nantinya akan lebih memudahkan penyebaran kuman karena kondisi didalam plastik adalah lembab dan tangan menjadi basah. Sebaiknya cuci tangan dengan cara yang baik yaitu menggunakan sabun dan air dan bilas hingga bersih.

Menggunakan Masker

Masker digunakan untuk menjaga kesehatan organ pernafasan dari debu juga kuman yang ada di sekitar kita. Saat ini banyak masker yang terjual dengan cepat, baik digunakan untuk sendiri  atau bahkan ada yang menimbun dalam jumlah banyak. Harganya pun jadi sangat fantastik. Masker hijau atau masker N-95 menjadi favorite.

Kelangkaan masker bahkan sudah mulai disiasati, salah satunya seperti yang beredar yaitu menggunakan tissu basah yang digunting sedikit bagian kanan kirinya untuk mengaitkannya ke telinga, tetapi apakah hal ini benar dan boleh dilakukan? Sesditjen Pencegahan dan Pengendalikan penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penggunakan tissu basah sebagai pengganti masker adalah kurang tepat karena tissu tersebut dalam kondisi basah sehingga akan memudahkan kumah dan debu menempel disekitarnya.

Dijelaskan juga oleh dr. Fitri Rahayu Sari, SpP (Spesialis Pulmologis RS. Awal Bros Tangerang), bahwa penggunakan masker medis adalah single use (satu kali digunakan) untuk kurun waktu sekitar 2-4 jam (selama belum di lepas dari mulut masih bisa digunakan lama, tetapi jika sudah terlepas dari mulut maka hendaknya diganti yang baru).

 

Virus Corona memang menakutkan, tetapi tindakan yang kita lakukan hendaknya sesuai dan tidak percaya mentah-mentah berita hoax yang tersebar luas. Kepanikan yang kita rasakan tentulah sama, meski begitu kita perlu membekali diri juga dengan informasi yang tepat dan akurat, agar nantinya tidak merugikan diri sendiri juga menyusahkan orang lain.

Proses penyebaran virus Corona, Covix 19, adalah melalui udara sehingga penggunaan masker memang disarankan, karena selain menjaga kesehatan diri dari debu juga dari kuman bila ada disekitar kita yang batuk ataupun flu. Selain itu kita juga perlu menjaga asupan makanan yang bernutrisi dan menjaga pola hidup yang sehat. Tak lupa juga meminta perlindungan pada Sang Kuasa akan apa yang terjadi saat ini. Hanya Sang Kuasalah yang mampu memberikan perlindungan pada semua hamba-Nya. InsyaAllah.

 

Salam sehat.

 

Referensi: www.health.detik.com

 

Share the article :

38 komentar untuk “Berita Hoax Seputar Virus Corona Covix 19”

  1. update sampe semalam, ada 6 pasien terindikasi corona. Semoga lekas di atasi dan tidak bertambah lgi. edukasi pencegahan harus bisa lebih maksimal dan merata lg. ngeriikk juga.

    1. Iyaa hoax bikin orang-orang jadi panic buying, tanpa sadar jadi dzalim ke orang lain.

      Panik jangan, waspada harus. Bener kata mba, jaga kebersihan lebih efektif cegah covid daripada menimbun makanan.

  2. Virus corona di indonesia memang tak seganas di negara lain sepertinya, mungkin karena faktor iklim, selalu menjaga kebersihan, dsb. alhamdulillah, tak seperti di wuhan yang mampu menularkan puluhan hingga ratusan perhari. Semoga cepat mereda dan tidak berlanjut.

    1. Ngeri juga ya dengan pemberitaan yang beredar, banyak hoax yang akhirnya membuat masyarakat jadi semakin resah. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah sehingga tak khawatir berlebihan ya mba..

  3. Sungguh prihatin dengan kondisi saat ini. Banyak orang yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya

  4. Mirisnya berjubelnya masyarakat memborong stok makanan, hand sanitizer dan masker bukti kalau gampang menelan bulat-bulat informasi 🙁 moga-moga virus corona segera hilang, semoga nggak ada lagi yang termakan hoax. Makasih mba artikelnya

  5. Nah, iya, kadang respon masyarakat yang mungkin ada rasa khawatir jadi lebih aware dan waspada. Yang bikin sebel kadang kalau banyak yang nimbun masker, padahal yang membutuhkan jauh lebih banyak juga.

  6. miris ya Mbak, masih ada juga oknum yang sampai menimbun masker gitu dan menjualnya dengan harga yg wow fantastisnya, hikkss.
    semoga kita dilindungi ya. Aamiin

  7. Iya lho ini, banyak yang panik sampai rasanya kok lebay gitu. Kasihan sih, sampai ada tenaga medis yang kesulitan dapat masker. Saking parahnya nih.

    Waspada harus memang, tapi ya jangan panik juga sampai begitu.

    Semoga wabah ini segera berlalu ya. Aamiin

  8. Salam sehat juga Mbak Asih… hoax emang harus sama2 kita lawan ya,, hoaks itu berita palsu yg tujuannya memunculkan kekhawatiran berlebihan pada masyarakat. Semoga virus Corona cepat berlalu dan kita smua dilindungi Allah SWT. Aamiin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *