Dampak-KDRT-Terhadap-Istri-dan-Keluarga

Pahami Dampak KDRT Terhadap Istri dan Keluarga

Pemberitaan kasus kekerasan rumah tangga semakin marak terdengar. Kasus demi kasus yang terjadi begitu miris dan menyayat hati. Entah faktor apa yang menjadi pemicunya, tetapi dampak KDRT terhadap istri juga keluarga tetap dirasakan dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Bahkan bisa menjadi sebuah trauma yang mendalam.  

Tak dipungkiri kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan isu yang masih sering terjadi di banyak negara, termasuk di Indonesia. Meskipun KDRT dapat menyasar baik pada pria maupun wanita, tetapi studi menunjukkan bahwa kasus KDRT pada wanita jauh lebih sering terjadi. 

Kasus KDRT yang Baru Terjadi

Pemberitaan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terus bergulir melalui media membuat kita terbuka akan fakta yang terjadi di sekitar kita. Tidak hanya satu atau dua kasus kekerasan yang kita ketahui. Mengutip pemberitaan dari beberapa media online, antara lain : 

Kasus KDRT di Jakarta, Kompas.com : Seorang perempuan ditemukan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di Jakarta. Kejadian ini terjadi ketika pelaku, suami korban, menganiaya dengan kejam agar ia tetap diam tentang kekerasan yang ia alami. 

Kasus KDRT di Surabaya, Tribunnews.com : Seorang wanita berani melaporkan suaminya atas tindakan penganiayaan yang berulang kali terjadi. Meski ia menghadapi tekanan emosional dan fisik, ia menegaskan bahwa berbicara dan melawan adalah satu-satunya cara untuk menghentikan siklus KDRT yang dialaminya. 

Kasus KDRT di Bandung, Detik.com : Seorang ibu rumah tangga nekat melaporkan suaminya atas kasus KDRT, setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan secara verbal dan fisik. Langkah ini diambil untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya dari situasi berbahaya yang selama ini mereka hadapi.

Ada lagi kasus KDRT di Jakarta, Kompas.com yang melibatkan seorang dokter bernama Qori. Yang menarik perhatian dari kasus ini adalah fakta bahwa pelaku kekerasan bukan orang biasa, melainkan seorang dokter. Kasus ini tentu mengguncang banyak orang, karena seorang tenaga medis yang seharusnya berperan dalam menjaga dan merawat kesehatan justru malah terlibat dalam tindakan kekerasan. 

Belakangan ini, publik dihebohkan dengan kasus KDRT di Jakarta, Detik.com. Seorang suami yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga pada istri juga berimbas pada  4 orang anak yang masih kecil hingga meninggal dunia.  

Dari kasus KDRT yang terjadi tersebut membuat kita semakin menyadari bahwa masih banyak perempuan dan anak-anak yang menjadi korban tingkat kekerasan yang tinggi di dalam rumah tangga mereka. Tindakan KDRT tersebut merusak tidak hanya fisik korban, tetapi juga menghancurkan mental dan emosional mereka. Faktanya, kasus KDRT ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak dalam upaya melindungi dan mendukung korban, serta menghukum pelaku. Meskipun untuk melakukan hal tersebut membutuhkan kerjasama banyak pihak.

KDRT-Sering-Terjadi-Pada-Wanita

Kenapa KDRT Sering Terjadi Pada Wanita

Ada beberapa faktor menjelaskan mengapa KDRT lebih sering dialami oleh wanita. Pertama, ketidaksetaraan gender yang masih ada dalam masyarakat yang memicu perilaku dominasi dan kontrol pada pria terhadap pasangannya. Selain itu, faktor sosial, seperti tekanan budaya dan penghargaan terhadap agresivitas pada pria, juga dapat berkontribusi pada tingginya angka KDRT pada wanita.

Baca juga : Liburan Menyenangkan Bersama Pasangan

Dampak KDRT Terhadap Istri dan Keluarga

KDRT memiliki dampak yang merusak pada wanita, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam segi fisik, wanita yang menjadi korban KDRT cenderung mengalami luka-luka, memar, patah tulang, dan dalam kasus yang lebih ekstrem, bahkan kematian. 

Dari segi psikologis, dampak yang dialami meliputi trauma, gangguan kecemasan, depresi, dan rendahnya rasa percaya diri. Jelas bahwa KDRT memiliki konsekuensi serius yang dapat berkepanjangan dan menyebabkan kerusakan pada kualitas hidup seorang wanita.

“Keluarga adalah hal terpenting di dunia.” ~ Putri Diana

Menyikapi Kasus KDRT yang Terjadi

Menyikapi Kasus KDRT yang Terjadi

Melakukan pembiaran akan kasus KDRT yang terjadi tentu akan memberikan efek panjang baik bagi korban juga orang disekitarnya, anak-anak. Bukan langkah yang mudah juga untuk melakukan aksi nyata mengatasi kondisi ini. Namun, tindakan tetap perlu dilakukan agar rantai tersebut bisa terputus.

Beberapa sikap yang sebaiknya kita lakukan saat mengetahui adanya kasus KDRT yang terjadi disekitar kita, antara lain: 

1. Menyadari Keharusan Menghentikan KDRT 

Ketika menghadapi kasus KDRT, penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga harus dihentikan. Ini tidak hanya melibatkan kepentingan individu yang terlibat saja, tetapi juga merupakan upaya untuk menghentikan siklus kekerasan yang merusak keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

2. Membantu Korban dengan Memberikan Dukungan dan Empati 

Ketika seseorang mengungkapkan bahwa dia menjadi korban KDRT, penting untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan dukungan emosional yang kuat. Melalui sikap empati dan pengertian, kita dapat membantu korban merasa didengar dan didukung di saat-saat yang sulit ini. 

3. Mengenali Tanda-tanda dan Melaporkan KDRT 

Kenali tanda-tanda KDRT adalah langkah penting untuk menyikapi kasus tersebut. Pelajari tanda-tanda fisik, emosional, dan perilaku yang mengindikasikan adanya kekerasan dalam rumah tangga. Jika kita menemui situasi yang mencurigakan, segera laporkan ke polisi atau lembaga terkait agar tindakan yang tepat dapat diambil.

4. Memberikan Informasi Mengenai Sumber Daya dan Bantuan 

Ketika berhadapan dengan kasus KDRT, penting untuk memberikan informasi yang akurat mengenai sumber daya dan bantuan yang tersedia bagi korban. Berikan informasi mengenai tempat perlindungan, hotline darurat, dan organisasi yang dapat memberikan dukungan dan nasihat. Ini dapat membantu korban mengakses sumber daya yang mereka butuhkan untuk keluar dari situasi berbahaya.

Penutup

Dampak KDRT terhadap istri dan keluarga tidak bisa dianggap sepele begitu saja. KDRT merupakan isu serius yang masih sering terjadi pada wanita. Dampak yang ditimbulkan oleh KDRT terhadap wanita meliputi luka fisik dan trauma psikologis yang serius. Melalui pemahaman mendalam mengenai masalah ini, berbagai upaya perlindungan serta dukungan bagi korban KDRT dapat membantu mengatasi kondisi yang dialaminya dan menguatkan kembali kondisinya.

 

Salam

Sumber Referensi:

  • BKKBN (2019). “Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017”. Jakarta. Tersedia di: [https://www.bkkbn.go.id/uploads/2019/06/4762-SAKERTA-2017.pdf]
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2018). “Gambaran Kekerasan dalam Rumah Tangga” [https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/Laporan%20Gambaran%20Kekerasan%20dalam%20Rumah%20Tangga,%202018.pdf]
  • Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) (2020). “KDRT dan Penanganannya” [https://www.p2tp2a.bekasikota.go.id/kdrt-dan-penanganannya/]
Share the article :