Literasi

Berteman dan Berinteraksi dengan Makhluk Tak Kasat Mata, Review Buku Gerbang Dialog Masuk Danur

Hai, kamu suka dengan cerita horor tidak? Buat aku sih cerita horor itu gimana gitu. Bukan takut, tetapi aku enggak mau terlalu jauh masuk dalam hal tersebut. Islam sendiri meyakini bahwa kehidupan lain itu memang ada, tetapi karena dunia kita berbeda maka diharapkan kita berjalan pada jalurnya masing-masing dengan rasa saling menjaga dan tidak mengganggu.

Eiit baru saja mulai kok udah berasa horornya sih. Apa nih maksudnya? Jadi bulan lalu tuh aku dapat kiriman buku, nah setelah di cek ternyata ada satu buku yang berbeda dari buku yang lainnya. Buku pertama yang aku baca itu kisah romance berani-berubah-dan-menjadi-diri-sendiri-dari-review-buku-second-change-replace  Sekarang  aku pilih buku selanjutnya dan novel ini jadi buku ke-dua, memang sih agak ragu mau baca, karena begitu baca judulnya saja, langsung ingat film itu (padahal sih belum pernah nonton juga, hihi), tapi udah kebayangkan apa isinya.

Namun, meski buku ini disimpan jauh, suatu saat akan terlihat juga dan bakalan tetap akan di baca sih dan ternyata waktunya adalah sekarang ini. Novel karya Risa Saraswati ini berisikan 222 halaman. Memang tidak terlalu tebal, tetapi lumayan juga rasanya (menguras nyali nih). Sejenak aku bolak balik dulu lembar demi lembar untuk memastikan apakah akan aku baca sekarang atau ditunda lain waktu. Aku amati cover depannya dan tulisan di bagian belakangnya, hingga akhirnya mantap untuk membaca lembaran pertama.

Gadis kecil itu bernama Risa, yang tinggal dengan neneknya sedangkan kedua orangtua dan adiknya tinggal di kota yang berbeda. Kesendirian dan rasa sepi yang dirasakannya membuat dia lebih banyak menyendiri, terlebih Risa juga kurang dekat dengan teman-teman di sekolah. Inilah awal mula kisah Danur. Dari sekian anak yang mempunyai kelebihan, bisa jadi Risa salah satu anak yang memilikinya.  Ya, kelebihan dalam hal  berteman dan berinteraksi dengan dunia lain.

Awalnya memang tidak disadari bahwa Risa mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata. Karena yang dia pahami adalah makhluk ini dapat diajak berteman dan mereka bisa saling memahami satu sama lain. Ada candaan, berbagi cerita, juga saling membantu. Hingga membuat Risa menjadi semakin jauh dengan teman-temannya di sekolah, bahkan dianggap sering kerasukan.

Ada lima teman yang dikenalnya dengan latar belakang kisah yang mengharukan, tetapi juga mengandung hikmah tersendiri baginya. Peter, Hans, Janshen, William dan Hendrick. Mereka adalah anak Belanda yang terlahir saat penjajahan dulu. Ke-lima anak laki-laki ini menceritakan apa yang terjadi pada masa kehidupannya, baik kebahagiaan yang dirasakan juga kesedihan yang mereka alami. Meski saat ini alam mereka sudah berbeda, tetapi mereka juga mempunyai masa lalu yang begitu dikenang.

Kedekatan yang terjalin antara Risa dan ke-lima temannya tidak serta merta membuat Risa lupa akan usianya yang terus bertambah. Tumbuh menjadi remaja dengan perkembangan fisik yang semakin besar dan kemampuan berpikir yang tambah dewasa tentu akan membuatnya jadi berbeda dengan teman tak kasat mata tersebut.

Selain mengisahkan kehidupan ke-lima temannya, Risa juga menceritakan mengenai teman lainnya, seperti Kasih, Samantha, Jane, Sarah, Diah, dll. Teman ini datang setelah Risa jauh dari lima teman Belandanya. Kesemua kisah yang tertuang memang memiliki keragaman cerita, tetapi pada dasarnya makhluk tak kasat mata ini datang menemui Risa karena ingin meminta pertolongan juga berbagi akan apa yang pernah dialaminya hingga akhir kehidupannya menjadi seperti saat ini. Proses kematiannya tidak wajar.

Dalam kehidupan ini memang tidak ada yang akan selalu merasakan kebahagiaan. Semua rasa akan berganti. Bahagia dengan sedih. Suka dengan duka. Pertemuan dengan perpisahan. Awal dengan akhir. Baik dengan buruk. Perempuan dengan laki-laki. Inilah kehidupan, segalanya akan hadir berpasangan. Meski begitu tidak akan ada yang kekal abadi, karena yang kekal hanya satu, Sang Ilahi, pemilik alam semesta dan isinya.

Namun, apapun yang kita alami, hendaknya semua kita serahkan kepada Sang Kuasa dan selalu meminta pertolongan-Nya agar dalam menjalani kehidupan ini mendapatkan petunjuk untuk melangkah dalam jalan kebaikan dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang tidak terpuji. Karena semua apa yang kita perbuat akan kembali pada diri kita lagi. Kebaikan akan mendapatkan kebaikan, begitupun sebaliknya. Sesuai pepatah, apa yang kau tanam maka itu pula yang akan kau petik.

 

Salam.

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *