Literasi

Berani Berubah dan Menjadi Diri Sendiri dari Review Buku Second Change Replace

Bagaimana rasanya saat kita dapat bingkisan buku yang tak diduga? Buat saya sih kejutan banget plus senang, dapat hadiah yang dimau dan banyak pula. Ada 5-6 buku gitu deh, makanya jadi senang bukan kepalang. Ħikss.

Dari sekian buku yang ada, saya langsung memilih buku mana yang bisa segera dibaca dan pilihannya adalah novel Second Change Replace. Penulisnya Arumi E. Kenapa pilih novel ini? Karena bukunya lebih tebal dari yang lain dan kalau dilihat dari warna juga gambar covernya tuh girly banget, jadi kayaknya bakal romantis nih. Supaya tidak makin penasaran, langsunglah novel ini saya baca.

Novel romance setebal 363 halaman ini menceritakan mengenai keluarga Ascarya. Jenitra Ascarya atau Rara menjadi tokoh utama. Terlahir dalam keluarga Ascarya Konsultan Desain, membuatnya bekerja ekstra agar apa yang dilakukan mendapat pengakuan dari sang ayah selaku pimpinan perusahaan Ascarya.

Keberadaannya dalam keluarga tersebut tidaklah sendiri, tetapi bersaudara dengan Sasikirana Ascarya yang menjadi anak pertama dan tolak ukur keberhasilan Rara. Kenapa begitu? Karena dimata sang ayah, Sasi selalu bisa melakukan sesuai keinginan sang ayah dan hasil kerjanya begitu memuaskan. Nah, sebagai anak kedua, Rara berusaha untuk memberikan hasil yang terbaik juga seperti kakaknya. Termasuk dalam pekerjaan yang saat ini dia jalani. Namun, meski berbagai usaha sudah dilakukan ternyata masih saja ada kekurangan dan kesalahan.

Dibandingkan dengan siapapun memang tidak nyaman. Mungkin bagi yang terbaik akan merasa bangga dan bahagia, tetapi yang dirasakan oleh pembandingnya tentu akan sedih dan tidak terima. Oo kebayang deh rasanya, nggak enak dan bikin merana. Padahal Sasi dan Rara punya perbedaan karakter dan pembawaan. Sasi anak dengan pembawaan feminin dan perfectionist sedangkan Rara  selalu tampil apa adanya bahkan terbilang lebih santai.

Rara marah dengan Sasi yang selalu menyalahkan apa yang dia kerjakan, seolah semuanya tidak ada artinya. Hingga sampailah Rara di sebuah Kafe Second Change yang merubah segalanya, hingga membuat dia berani melakukan perubahan untuk jalan kehidupannya.

Pernah kebayang nggak bagaimana jadinya kalau suatu kejadian yang nggak enak kita alami saat ini tiba-tiba berubah jadi sebaliknya. Memang sih dalam dunia ini tidak ada kejadian seperti itu, paling kita hanya bilang,” andai kondisi yang terjadi bisa sebaiknya” atau “andaikan kejadian ini bisa di putar ulang”, dengan harapan hal buruk yang kita alami tidak pernah terjadi. Ini menunjukkan bahwa situasi yang kita alami benar-benar kurang nyaman.

Namun, sebagai hamba-Nya kita tentu perlu yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi tidak ada yang kebetulan atau sia-sia semata. Hal yang kita alami seburuk apapun tentu akan ada hikmahnya, yang bisa kita rasakan kemudian. Selain itu kita juga yakin bahwa setelah kesusahan akan ada kemudahan.

“Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” QS. Asy-Syarh : 6

Pemilihan kata dalam novel ini mudah dimengerti dan alur kisahnya juga bikin penasaran. Penulis mampu memberikan gambaran yang jelas, sehingga pembaca serasa masuk didalamnya, meski hanya sebagai penonton. Pastilah hihi.

Novel ini memang ditujukan untuk kaum muda yang penuh semangat dan berjiwa besar dalam menata masa depan. Anak muda tidak melulu dipenuhi dengan cinta, tetapi selayaknya bisa juga mengukir prestasi dengan hasil kerja yang membanggakan, baik untuk diri sendiri juga keluarga, bahkan jika bisa untuk masyarakat dan negara.

Namun, semangat muda tidak hanya ditujukan untuk kaum muda semata, tetapi untuk semua kalangan usia yang produktif. Semangat yang perlu terus ditanamkan agar kita terus maju dan berkembang lebih baik lagi. Mengejar impian untuk meraih harapan yang indah nan gemilang nantinya.

 

Salam semangat.

Tentang Penulis

About Asih Mufisya

Motherhood blogger dan mencintai dunia literasi juga suka baking yang simple.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *