Pentingnya Menjaga Lisan Kita Dalam Keseharian

Helo … Tidak ada manusia yang tercipta dengan penuh kesempurnaan. Setiap insan pastinya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karenanya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Saling membutuhkan dan melengkapi keberadaannya satu dengan yang lain. Untuk menjaga hubungan ini, kita perlu memahami pentingnya menjaga lisan kita.

Pernah tidak merasakan atau mengalami. Disaat seseorang berada diatas puncak, dengan segala kelebihannya, manusia terkadang lupa memandang ke bawah. Sehingga muncul perasaan bahwa diri kita lebih baik, lebih cantik, dan segudang nilai plus lainnya dibanding orang lain. Astagfirullah.

Pernah suatu hari, saya mendapatkan kalimat yang cukup menohok, “kok kamu bisa sih masuk grup ini, inikan grup untuk orang-orang yang sudah ahli, bukan untuk anak amatiran seperti kamu. “

Rasanya hati ini langsung merintih, sakit, ingin marah, tapi tidak bisa melawan. Istilahnya langsung baper. Mulut hanya bisa terkatup. Nyinyiran yang sangat menyakitkan, hiks. Sudah pernahkah merasakan hal inikah?

Pentingnya Menjaga Lisan

Tidak ada manusia yang tercipta dengan penuh kesempurnaan. Setiap insan pastinya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karenanya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Saling membutuhkan dan melengkapi keberadaannya satu dengan yang lain.

Pernah tidak merasakan atau mengalami. Disaat seseorang berada diatas puncak, dengan segala kelebihannya, manusia terkadang lupa memandang ke bawah. Sehingga muncul perasaan bahwa diri kita lebih baik, lebih cantik, dan segudang nilai plus lainnya dibanding orang lain. Astagfirullah.

Pernah suatu hari, saya mendapatkan kalimat yang cukup menohok, “kok kamu bisa sih masuk grup ini, inikan grup untuk orang-orang yang sudah ahli, bukan untuk anak amatiran seperti kamu. “

Rasanya hati ini langsung merintih, sakit, ingin marah, tapi tidak bisa melawan. Istilahnya langsung baper. Mulut hanya bisa terkatup. Nyinyiran yang sangat menyakitkan, hiks. Sudah pernahkah merasakan hal ini?

Apa yang kamu lakukan jika mendapatkan nyinyiran yang menyakitkan? Balas menyakiti, diam, kabur atau mencari pertolongan. Disinilah sikap seseorang sebenarnya teruji. Kalau saya, memilih diam, tetapi bukan berarti saya merasa kalah. Dia berkata menyakitkan karena tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya. Terbayangkah apa yang akan terjadi jika kita melawan kata-kata yang menyakitkan itu? Mungkin akan terjadi perdebatan dan saling bersitegang.Ya bisa jadi.

Lidah tak bertulang, sehingga kalimat dengan mudahnya meluncur tanpa bisa dikendalikan. Kata-kata yang bisa mengakibatkan orang lain merasa sakit hati, baper. Inilah pentingnya kontrol diri dalam bersikap, menjaga perbuatan dan kata-kata. Memang bukan hal yang mudah dilakukan. Saya juga masih terus berusaha memperbaiki diri. Saat khilaf sering terjadi, maka segerakan memohon ampun pada Alloh SWT. Astagfirullah.

Husnuzan dan Tabayun

Bisa jadi diri kita lebih baik dari orang lain, tetapi kita juga memiliki segudang kekurangan. Benarkan?  Kekurangan yang kita miliki sedikit tertutupi dengan kelebihan yang ada atau bisa jadi Alloh yang menutupinya. Jadi bukan berarti kita lebih baik dari orang lain.

Berhusnuzan atau berbaik sangka sangatlah penting dijaga. Saat menerima informasi apapun, sekalipun itu berita buruk sebaiknya tidak langsung ditelan mentah-mentah, tetapi cobalah berbaik sangka dahulu.

Tabayun artinya mencari tahu kebenaran informasi. Tujuannya supaya kita mendapatkan data yang akurat bukan berdasarkan prasangka. Hasilnya kita bisa mendapatkan keterangan yang jelas, lengkap dan benar, bukan sebaliknya.

Berita yang didapat jika memungkinkan dicek kembali kebenarannya, gali dan cari dulu informasi selengkap-lengkapnya melalui orang-orang terdekat, atau jika tidak mendapatkan juga bisa bertanya langsung kepada yang bersangkutan dan dengan kata-kata yang baik.Karena jika mengikuti amarah, hanya akan membuat suasana menjadi semakin runyam. Bukan solusi yang justru didapatkan.

Apa yang kamu lakukan jika mendapatkan nyinyiran yang menyakitkan? Balas menyakiti, diam, kabur atau mencari pertolongan. Disinilah sikap seseorang sebenarnya teruji. Kalau saya, memilih diam, tetapi bukan berarti saya merasa kalah. Dia berkata menyakitkan karena tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya. Terbayangkah apa yang akan terjadi jika kita melawan kata-kata yang menyakitkan itu? Mungkin akan terjadi perdebatan dan saling bersitegang.Ya bisa jadi.

Lidah tak bertulang, sehingga kalimat dengan mudahnya meluncur tanpa bisa dikendalikan. Kata-kata yang bisa mengakibatkan orang lain merasa sakit hati, baper. Inilah pentingnya kontrol diri dalam bersikap, menjaga perbuatan dan kata-kata. Memang bukan hal yang mudah dilakukan. Saya juga masih terus berusaha memperbaiki diri. Saat khilaf sering terjadi, maka segerakan memohon ampun pada Alloh SWT. Astagfirullah.

Menjaga Lisan 

Husnuzan dan Tabayun

Bisa jadi diri kita lebih baik dari orang lain, tetapi kita juga memiliki segudang kekurangan. Benarkan?  Kekurangan yang kita miliki sedikit tertutupi dengan kelebihan yang ada atau bisa jadi Alloh yang menutupinya. Jadi bukan berarti kita lebih baik dari orang lain.

Berhusnuzan atau berbaik sangka sangatlah penting dijaga. Saat menerima informasi apapun, sekalipun itu berita buruk sebaiknya tidak langsung ditelan mentah-mentah, tetapi cobalah berbaik sangka dahulu.

Tabayun artinya mencari tahu kebenaran informasi. Tujuannya supaya kita mendapatkan data yang akurat bukan berdasarkan prasangka. Hasilnya kita bisa mendapatkan keterangan yang jelas, lengkap dan benar, bukan sebaliknya. Berita yang didapat jika memungkinkan dicek kembali kebenarannya, gali dan cari dulu informasi selengkap-lengkapnya melalui orang-orang terdekat, atau jika tidak mendapatkan juga bisa bertanya langsung kepada yang bersangkutan dan dengan kata-kata yang baik.Karena jika mengikuti amarah, hanya akan membuat suasana menjadi semakin runyam. Bukan solusi yang justru didapatkan.

Menikmati indahnya kehidupan ini menjadi lebih berarti bila antara sesama bisa saling menghargai, menerima kekurangan yang ada, menjaga kata-kata dan saling menghormati.

              “Jagalah lisanmu karena dari lisanlah hati seseorang bisa merasa senang atau sakit. “

Penutup

Pentingnya menjaga lisan kita. Kalimat ini berusaha saya jaga dan tanamkan dalam diri. Supaya saat berkata-kata, bisa lebih berhati-hati. Karena jika hati sudah terluka, untuk menyembuhkannya tidaklah mudah. Butuh waktu dan proses. Bisa saja kata-kata yang sudah terlontar dan menyakitkan itu dimaafkan, tetapi bisa jadi sebaliknya. Tinggallah penyesalan di akhir. Tulisan ini merupakan pengingat diri yang penuh dengan kekurangan, agar bisa terus menjaga dan menapaki hari agar selanjutnya bisa lebih baik lagi. Terus mengevaluasi diri.

Mohon maaf bila ada kata yang menyakiti. Maksud hati bukanlah demikian, tetapi karena diri tidak mampu mengontrol lidah dan kehendak. Harusnya bisa terus mawas diri agar mampu mengontrol segala gerakan hati, sehingga hidup jadi lebih berarti. Insya Allah.

Salam,

#selfreminder

Share the article :

12 komentar untuk “Pentingnya Menjaga Lisan Kita Dalam Keseharian”

  1. Lisan, hal paling sulit untuk dijaga/ dikendalikan. Insyaa Allah dengan banyaj beristighfar dan memperbaiki lingkungan tempat tinggal (misal berteman dengan orang sholeh)dapat diminimalisir bahkan dihilangkan.

Tinggalkan Balasan ke Asih Mufisya Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *